Seni Menentukan Pilihan

hai gaes.. Saya mau pulang nih ke Lampung... wuhuuuuuuuuu senangnya :D
hehe tapi sebelum pulang punya janji nih supaya artikel tentang memutuskan pilihan selesai hari ini. 

memutuskan pilihan adalah sesuatu yang amat penting dalam hidup, karena keputusan kita akan menentukan bagaimana masa depan kita. Menurut sebut saja zuuu, "hidup itu penuh pilihan, life is about making decision. kadang pilihan kita emg salah, tapi kan dari situ kita belajar.

bener sekali apa yang disampaikan zuu , kita harus terus menerus belajar bagaimana memutuskan pilihan terbaik. Kalau menurut saya pribadi, ada beberapa tipikal orang dalam menghadapi pilihan mereka. Salah satunya adalah orang yang galau-nya bukan main ketika memutuskan pilihan mereka. bahkan, mau mencukur rambutnya atau tidak saja bisa jadi dia bingung setengah mati.
Sehingga, kelihatannya dari luar seperti orang yang plin-plan. yup, benar itu mirip dengan saya, hehe.
kebingungan itu sebenarnya hadir karena memikirkan mana yang paling baik untuk masa depan. tapi sayangnya karena terlalu lama difikirkan jadi banyak waktu yang disia-siakan. jika teman-teman juga memiliki permasalahan seperti ini, saya baru mendapat solusinya:

1. Jangan menghindari pilihan
Pilihan lahir untuk membuat kita makin dewasa, dan bijaksana dalam melangkah. Menghindari pilihan berarti menghindari kesempatan untuk menjadi dewasa, dan bijaksana. sebarapa sulit pun pilihan yang ada, kita harus terus berani memilih. 

walaupun sebenarnya mundur juga merupakan pilihan dalam menghadapi masalah. usahakan untuk berfikir kreatif, insyaallah ada jalannya. yang perlu diingat jika kita mundur, itu berarti mensia-siakan satu kesempatan.

Jadi, Jangan hindari pilihan. Kreatif!

2. Pilih yang enaak bukan yang eenak
Jika kita dihadapkan dengan pilihan Surga atau Neraka, Batu atau Pizza mungkin bisa jadi merupakan hal yang mudah bagi kita. tapi, apabila kita dihadapkan pilihan yang sulit. maka cobalah resep ini, pilih yang enaak bukan yang eenak.
Mengutip dari websitenya, Dani Siregar mengajukan pertanyaan "hubungan seks di luar nikah. Jujur saja, apakah rasanya enak? Pastinya kita tidak tahu karena kita tidak pernah melakukannya. Namun, kita bisa tahu melalui gambaran si pelaku, katanya enak. Kemudian, rasa apa yang muncul selanjutnya? Ya sangat-sangat tidak enak! Bayangkan, malu, kerusakan reputasi, penjara, siksaan, penyakit HIV/AIDS yang mematikan. Yang karena daya tahan tubuh kita akan menjadi lemah dan biasanya penderita akan lulus dan menjadi sarajana almarhum atau almarhuma. apalagi siksa di Neraka! Wah! Lihat! Ternyata pilihan yang hanya sekadar enak itu belum tentu dibutuhkan!"
"Begitulah. Terkadang kita cepat sekali mengambil keputusan hanya karena pilihan itu enak. Dengarkan saya, kalau bimbang terhadap beberapa pilihan, pilihlah yang baik! Bukan yang enak! Tapi yang baik! Kalau ada yang baik sekaligus enak ya bagus. Karena yang terpenting di kehidupan kita saat ini menjadi baik tho? Dan bukan mementingkan yang enak tho?" Lanjutnya. 
Jadi, pilihlah yang enaak bukan yang eenak, karena enaak itu memang sulit diawal tapi baik untuk kedepannya. Intinya, pilihlah mana yang terbaik untuk masa depan kita.

3. Jawab lima Why?
Awalnya saya mengenal tipe solusi memutuskan pilihan dengan membuat list baik dan buruk dari sebuah keputusan masing-masing 20. poin buruk, akan mengurangi poin baik. Namun, belakangan saya fikir tipe ini kurang efektif karena cenderung membuat kita sekedar mencari-cari alasan untuk menentukan mana pilihan terbaik bagi kita. mungkin memang benar konsep tersebut tidak cocok di Indonesia, karena manusianya cenderung kebanyakan stok alasan di hidupnya. hehe

Lalu, ketika saya sedang surfing -maaf saya benar2 lupa referensinya- ada solusi yaitu dengan mengajukan lima "why" atas pilihan kita.

Misalnya, saya bingung mau pulang atau tidak. maka saya coba lakukan pertanyaan ini:

Pulang.
why(ngapain)? kangen puasa dengan keluarga, why (sekarang)? karena momentum berbuka bersama keluarganya. why (harus) mau mulai buat konsep gelanggang seni di Lamteng bareng temen2. why (sekarang) karena jika habis lebaran sudah pada pulang.

Tetep dinangor

why? ...........Why? Why?, Latgab? udah beres. kegiatan? udah beres juga, sp? udah beres juga. jadi kenapa harus tetep dinangor ? hehehe :D


Jadi, itulah beberapa hal mengenai cara menentukan pilihan. tapi, yang teramat penting panjatkanlah doa kepada Allah SWT. bahkan jika teramat penting pilihan tersebut, lakukanlah shalat istikharah. Semoga sangat amat bisa membantu :)



No comments:

Post a Comment