Sabtu, 18 Oktober 2014

Kala Agama Mulai Ditinggal-tanggalkan

Pertengkaran dalam Keluarga, perampokkan besar-besaran yang terjadi di lembaga kenegaraan, perampokkan yang terjadi di pinggir jalan, termasuk juga perampokkan dari sebuah kewajiban untuk berbagi harta kepada orang fakir miskin, lalu penganiyaan manusia terhadap manusia lain yang disebabkan perebutan kekuasaan., atau pengkhianatan saudara kepada saudaranya sendiri karena motif perebutan harta, serta perzinaan yang makin kesini dirasa makin memprihatinkan. Manusia menjadi lupa karena Hawa Nafsu ; Wanita memperdaya Pria, Pria Meperdaya Wanita. Semuanya saling memperdaya, apakah ini pertanda Agama sudah mulai mereka tinggalkan atau bahkan sudah di tanggalkan? 
Agama Islam untuk seluruh alam, agama yang nilai tauhidnya nihil pertanyaan. Allah S.W.T menurunkan manusia sebagai khalifah dibumi, Disempurnakan-Nya melalui Nabi Muhammad untuk memperbaiki Akhlak manusia. Mengapa sekarang semuanya menjadi seperti ini? sistem pendidikan agama kita perlu di evaluasi. karena hakekatnya agama islam adalah petunjuk dari Tuhan semesta alam. Maka, kita mempelajarinya lagi. Allah S.W.T berfirman:

أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Az-Zumar: 23)

Berangkat dari berbagai diskusi bersama teman serta membaca referensi yang tersedia, dapat diketahui bahwa kita baru memahami nilai-nilai agama dalam jumlah yang minim. Ibadah shalat kita masih perlu dipertanyakan kesempurnaannya, apakah kita menghayati betul arti bacaan shalat kita? barangkali itulah satu hal utama yang membuat segalanya kacau seperti sekarang. Mengingat Rasulullah Saw sangat mewanti-wanti umat Islam untuk tidak terjebak pada tindakan ekstremisme (at-tatharuf al-diniy), berlebihan (ghuluw), berpaham sempit (dhayyiq), kaku (tanathu’/rigid), dan keras (tasyaddud).
Tulisan ini juga menjadi media pengingat bagi penulis dan pembaca. Kemungkinan bahwa Agama mulia ini akan ditinggalkan oleh sebagian besar umatnya adalah selalu ada, maka untuk itu kita perlu untuk saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Kala agama mulai ditinggal-tanggalkan, yang aku inginkan adalah dapat bisa bersama sahabat-sahabatku yang beriman, bersama pengingat hati yang menguatkan, serta bersama keluarga yang menenangkanku, dan tetap bersama agama ini sampai akhir hayat nanti. Semoga kita bersama kawan, Aamiin

Jumat, 17 Oktober 2014

Hari ini sangat berenergi d

Bismillahirrahmanirrahim,
Ada baiknya untuk rutin mentadaburi hidup.
Khususnya hari ini, mata masih terbuka dengan bersemangat.

Mari kita urutkan, bangun pagi pukul 4 membuat saya hanya sempat shalat tahanud sendiri, setelah shalat subuh ada kegiatan deep introduction di asrama dan sampai pukul setengah 7 merevisi opini yang akan dimasukkan koran (mohon doanya). Dalam kondisi tidak tertekan saya baru sadar ada tugas uts poldun yang harus dikerjakan dan dikumpul pada matkul poldun; sementara ada kuliah jam 8. Akhirnya, terpaksa nggak masuk satu matkul.

Dalam kondisi stress pukul 9.30 saya terpancing untuk merilekskan badan dengan ritual dzalim yg gagal saya hindari. Beruntung saya tepat waktu mengumpulkan tugasnya.

Selain itu, td ada kerja bareng temen2 kelompok kuanti yang mengagumkan. Masa bodoh apa kata orang, tapi alhamdulillah kontribusi anggota tim luar biasa. Meskipun,  kuliah kua.ti di dago enggak ada dan membuat kesal yg sudah berangkat ke dago.

Ternyata setelah difikir-fikir adalah banyaknya interaksi saya kepada Allah dan Temen2 di nangor. Akibat tidak kuliah, saya terlibat obrolan hangat dengan raafi, dan fadhil. Termasuk proses mengerjakan tugas kuantitatif, semuanya menambah hari ini menjadi istimewa. Sementara itu,diakhir hari ini saya menuntaskan odoj dan al matsurat dalam keadaan tertunduh. Kemudian saya pun berdiri takut memperburuk keadaan.

Jadi, kesimpulannya hari ini bisa menjadi indah berkat terciptanya hubungan kepada allah dan juga kepada manusia. Alhamdulillah

Rabu, 15 Oktober 2014

Waktunya mewujudkan!


Rasa-rasanya saya tahu mengapa kehidupan saya belakangan tidak bersemangat, alhamdulilllah dalam sesi dialog bersama kang wildan (pres kema unpad 2013) saya mengamati bahwa saya hampir kehilangan cita-cita setelah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan upaya menempuh studi perencanaan wilayah dan tata kota. terkatung-katung dalam beberapa perkuliahan yang perlu ditanyakan kejelasannya,  saya semakin tidak termotivasi.

Permasalahan tersebut saya cermati mencapai puncaknya pada satu minggu belakangan ini, akhirnya saya mencoba untuk menggambarkan akan menjadi seperti bagaimana kelak.

Enggak harus langsung bangun kota.

Sebuah pemahaman yang alhamdulillah saya bisa capai di waktu itu juga, saya ikhlas dan bersyukur tidak masuk perencanaan wilayah kota, dan bersegeralah saya mencoba mencari gambar seperti apa yang saya mau. kemudian, saya temui sangat senang  berlama-lama di masjid untuk membaca al-quran (terutama di mesjid yg suasananya nyaman), dan referensi lainnnya atau sekedar beristirahat. ada kenikmatannya tersendiri yang saya bisa dapatkan. selain itu, saya juga senang mempelajari hal-hal baru dari berbagai buku untuk menjawab permasalahan diri saya sendiri maupun masalah sosial yang sedang terjadi. berangkat dari situ, saya bertekad memiliki sebuah meja kerja, dan lemari buku untuk menemani saya merumuskan berbagai solusi dan langkah kerja. terakhir, saya sangat amat senang dan bahagia bila dapat membantu orang lain, akan tetapi memang saya lebih suka aktivitas sosial yang efektif dan  efisien, sehingga sampai saat ini masih sering pilih-pilih.

Masjid, MejaKerja+buku, dan Lingkungan

Masji, Kantor, dan Lingkungan. Menjadi pemilik perusahaan atau bukan sudah tidak lagi menjadi masalah bagi saya, saya fikir ketika kita bersaing mengejar harta meskipun tujuannya akhirat bahayanya kita bisa lupa. simpel saja, selama pekerjaan itu tidak menghambat aktivitas saya di Masjid, MejaKerja+buku, dan Lingkungan saya akan pertimbangkan untuk mengambilnya. dengan begitu ini berarti memastikan bahwa saya memerlukan pekerjaan atau membuat pekerjaan yang waktu kerjanya tidak boleh lebih dari 8 jam, lalu biarlah kita berprestasi disana. tapi saya berjanji tidak akan cepat puas.

Memahami Indonesia dan menyelaminya hingga kedasar

Meskipun menjadi anak HI yang notabenenya harus keluar negeri, saya justru tertarik dengan urusan dalam negeri. bagi saya keinginan tersebut selalu ada, mengendarai kendara vw combi bersama-sama meninjau masih adakah kearifah lokal di negeri kaya gemah ripah loh jinawi gambaran zamrud khatulistiwa ini terancam tertinggal dan hancur jika tidak segera diperbaiki. menyelaminya, kemudian menuliskannya, saya fikir hal tersebut akan menjadi satu bagian indah dalam kehidupan saya, dan akan menarik untuk membagi ceritanya di negeri surga sana.

Mengawali semuanya dengan membangun sekolah dengan tagline sekolah akhlaq dan cita-cita insyaallah akan saya perjuangkan dalam waktu kurang dari 5 tahun lagi, menerapkan aplikasi potensi bakat peserta didik melalui serangkain tes, diharapkan peserta didik dapat menemukan cita-cita sejatinya semenjak smp, dan fokus mengembangkannya pada tahap awal di SMA, serta memberikan contoh luhur bagaimana seorang islam menjaga akhlaknya secara praktikal. kemudian membangun kampus bertagline kampus akhlaq dan cita-cita untuk persiapan akhir menuju tahapan kehidupan berikutnya. mempertajam kajian ilmu, meningkatkan kapasitas organisasi, dan penelitian, serta pengabdian masyarakat. SDM diakui sebagai masalah utama negeri ini, dan diharapkan kampus ini dapat menjadi harapan bagi perbaikannya.

Membangun kota yang baik, yang mengintegerasikan nilai-nilai profesionalisme, dan kepekaan sosial diharapkan bisa menjadi bukti nyata untuk menunjukan bahwa islam memberikan ajaran mulia. tidak sebagaimana yang salama ini dituduhkan oleh berbagai pihak.

kesemua hal ini akhirnya sudah dituliskan, kini waktunya mewujudkan!

Selasa, 14 Oktober 2014

Clarity?

Sudah lama dan mungkin akan lebih lama lagi saya menuliskan sesuatu di blog ini.

Rutinitas yang semakin padat benar-benar membuat saya nyaris tak sempat untuk bertutur kata di blog ini. akan tetapi, sebisa mungkin akan saya bagikan pengalaman atau pelajaran yang saya dapatkan.

Satu hal yang paling banyak saya berikan perhatian adalah soal cinta. karena cinta itu sifatnya misterius, tanpa diduga datangnya dan kadang kita tidak tahu mengapa itu bisa datang. tapi cinta itu  yang membuat kita berhenti sejenak dan meninjau ulang, karena kadang logika saja belum bisa membuat manusia yang maha bodoh ini mengerti. sampai pada suatu saatnya, kita akan bisa mengerti mengapa kita jatuh cinta. -dan pada tahapan itu, kita baru mengerti semua terjadi karena alasan.

kelak, cinta akan menjadi hal yang aku pertaruhkan. segera setelah menamatkan perkuliahan ini, saya tidak ingin menunda-nunda pernikahan jika memang sudah dipertemukan yang membuat saya yakin. betul, karena saya ingin segera menyempurnakan agama saya tanpa tergesa-gesa. Alhamdulillah Allah berikan kesempatan aku mengenal cinta ini, dan aku baru mengerti bagaimana benar-benar mencintai seseorang. tapi cinta bukanlah keharusan untuk menikah. dan menikah adalah sebuah keharusan. jadi ini adalah sebuah kejelasan, atau clarity.

sebentar lagi, mungkin tak sampai dua tahun.

Semoga yang membaca mengerti apa yang saya sampaikan, apabila yang mau didiskusikan silahkan.

Kamis, 09 Oktober 2014

Bagaimana hari ini tidak luar biasa?

Sembilan oktober dua ribu empat belas, Saya berkesempatan mengunjungi seminar nasional di Graha Sanusi bersama ratusan siswa seskoad (TNI AD) dan tamu undangan yang berasal dari kalangan akademisi. Tapi sebelum itu, dokumentasi beasiswa LPDP melelehkan hati saya dan mengocorkan air mata. (maaf untuk kata 'mengocorkan', tapi memang begitu adanya). ditambah lagi perbincangan menakjubkan bersama teh ilmi, deska, bella, gia, dan william tentang kita, dan tuhan.

Diawali dengan rasa malu yang teramat dalam, ketika gagal membangunkan teman-teman untuk persiapan sahur bersama puasa sunah senin-kamis di asrama. sempat tertidur dalam sesi pertanyaan sekitar 10 menit-an pada deep introduction Ucup, saya bersyukur itu bukanlah pertanda hari yang buruk. "Jangan percaya tahayul, itu dosa syirik sughro" saya teringat kata-kata kang imam malam ini, alhamdulillah hari ini begitu berkesan. berikut beberapa hal yang saya dapatkan hari ini;

0. Beasiswa LPDP

Lupa dari mana saya bisa liat video ini, tapi saya langsung banjir air mata saat menyaksikan video ini
https://www.youtube.com/watch?v=TlwS93_9kUw

1. Seminar Nasional
a. Ikut Seminar Nasional yang dihadiri beserta ratusan hampir mendekati ribuan prajurit Seskoad
b. Nyempetin solat duha
c. dapet sertifikat (mission completed (Certificate=1/3))

2. Perjalanan Pulang
a. ngobrol bareng teh ilmi dan desca
b. nyempetin ke chattime
c. dapet masukan untuk meningkatkan usaha dan kerja keras, temukan motivasi
d. dengerin curhatan dan ikutan curhat haha ditutup dengan desca nyanyi selamat ulang tahun teh ilmi

3. di kampus
a. Nyempetin ikut kajian ilmiah pandangan politik dalam islam
b. ngobrol sama bella tentang banyak hal, juga tentang kabar osa
c. gagal dengerin dosen, tapi lebih akrab dengan anak-anak belakang

4. perjalanan pulang
a. numpang william
b. diskusi dari orang tua, kekasih, sampai tuhan.

5. Berangkat lagi
a. koneksi lagi dengan dewi
b. nulis ini blog
c. mandi saat lima belas menit lagi harus Bagaimana hari ini tidak luar biasa?

Minggu, 05 Oktober 2014

Bandung 5 Oktober

Titik terendah dalam hidup,
seringkali membawa diri ini pada penemuan-penemuan baik.
Tapi tak lama dia selalu jatuh lagi.
Hari ini juga sama, batu pijakkan seperti apa yang harusnya kutemukan?

Melangkahkan kaki
menyusuri ingatan-ingatan, dan
menyelami semua pengalaman
aku masih juga tak mengerti.

Ku coba hafalkan arti bacaan shalat
supaya memaknai apa arti shalat itu sendiri
dari situ aku sadar
aku sering tak menyegerakan menyelesaikan sesuatu

Senin, 29 September 2014

Pencapaian Luar BIasa atas Waktu


Waktu adalah sesuatu yang sangat berharga bagi kami, nyaris tak ada kegiatan yang sia-sia yang dapat kita kerjakan jika ingin targetan asrama tercapai dengan baik. remuk-remuk diawalnya, lalu bertumbuh justru malah menguatkan diri ini. tak terasa rasa kantuk pun sekedarnya saja, waktu benar-benar berharga bagi kami. jadi untuk memaksimalkannya saya mulai dengan membuat targetan setiap harinya:


Hari Berganti rupanya saya lebih sering melanggar apa-apa yang ingin saya lakukan dihari itu, karena melakukan hal sia-sia, atau bahkan karena memang targetnya yang tidak masuka akal.. Tapi, hari ini alhamdulillah untuk pertama kalinya saya dapat menyelesaikkan targetan yang telah dibuat dengan baik. Kuncinya satu, agar mudah dilaksanakan alokasikan waktu pada setiap kegiatan dan sesuaikanlah dengan kemampuan kita.


 Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua :)

Selasa, 22 Juli 2014

Bensal

Perangkat hati mungkin salah satu bagian paling unik dari ciptaan tuhan bernama manusia ini
bersih atau kotornya akan menentukan persepsinya kepada dunia luar
begitupula firasatnya, meskipun kemudian tertuju pada seseorang
akan tetapi benar atau salahnya sulit untuk dicari tahu

Rabu, 16 Juli 2014

Musuh bukan untuk dikawani, Bung!


Tulisan “Musuh bukan untuk dikawani” ini, akan berbicara mengenai kegagalan seorang manusia untuk mengerti dan menghayati betul betul bahwa hawa nafsu yang harusnya dia perangi ini harus segera di kalahkan. Dalam bagian yang lain akan dijelaskan juga bagaimana kemudian dia berusaha berunding dengan musuh ini karena ia merasa tidak berdaya. Akan tetapi, ia sadar bahwa perundingan itu mempunyai konskuensi yang berat baginya. Ia masih berharap Allah masih terus membantunya, tapi kini ia khawatir mengapa hatinya terlalu berat untuk melangkah. Perlahan-lahan dia akan merangkainya dalam tulisan ini yang kemudian akan dibagi dalam beberapa bagian.

Saat tulisan ini di buat bertepatan dengan bulan Ramadhan 1435. Bulan Ramdhan adalah bulan yang penuh dengan ampunan, dan limpahan rahmat. Sebuah bulan dimana setan di belenggu oleh Allah SWT, Salah satu alasannya ditujukan kepada umat manusia agar mendapatkan kemudahan mengerjakan ibadah-ibadah di bulan ramadhan. Saat setan telah terbelunggu, muncul pertanyaan masihkah ada diantara kita yang melanggar perintah dari Allah SWT.  Tulisan ini sedikit banyak akan membahas tentang kesulitan bagi beberapa golongan manusia untuk mengikuti ibadah (khususnya ibadah bulan Ramadhan) dengan sebaik-baiknya.

Penulis kurang mengetahui seberapa banyak umat manusia yang gagal menjalankan perintah-perintah Allah SWT dalam bulan Ramadhan ini. Setiap Manusia memiliki permasalahan yang berbeda-beda dalam beribadah kepada Allah. Akan tetapi, dengan masuknya kita pada bulan Ramadhan maka kita kan mengetahu darimana sebenarnya dosa itu berasal. Bisa jadi sepanjang tahun kita sering melakukan dosa-dosa tertentu dan menyalahkan setan, akan tetapi saat bulan Ramadhan datang kita harus mengintrospeksi diri bahwa ada setan-setan dalam bentuk lain.

Setan dalam bentuk lain ini diartikan sebagai kebiasaan-kebiasaan buruk yang telah melekat dalam diri manusia. Sebagaimana kita ketahui, hal ini bisa terjadi karena memiliki Hawa Nafsu. (Mohon Maaf) Hawa nafsu bukan hanya tentang hasrat seksual, ada juga sifat kesombongan, ketamakkan, kedzaliman, dsb. Nah, Allah memperingatkan manusia agar tidak terjebak dengan hawa nafsu yang justru akan membawa manusia kepada keburukan. Sedikit beruntung, bagi individu yang masih merasa berdosa karena melanggar perintah-perintah Allah karena pintu taubat masih terbuka. Kondisi yang paling berbahaya adalah apabila kemudian hati kita telah ditutup dari petunjuk Allah S.W.T.