Kamis, 21 Mei 2015

Akhirnya Mengerti Juga : Manfaat di balik Larangan Allah SWT

Sungguh manusia itu bersifat bodoh, ia merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh. Orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam ketaqwaan. orang-orang yang senantiasa dihatinya mengharapkan keridhaan Allah. Selama ini, aku mengikuti sebagian besar aturan Islam dan aku ikhlas karenanya bukan pula karena pandangan orang atau apa. Namun, karena kesadaran diri atas keberadaan ilahi. Sayangnya, aku masih sulit berhenti untuk urusan ini sampai aku mengerti sendiri. Aku mengerti mengapa pada sebuah promosi kondom di masa Valentine orang menyertakan Coklat. Aku mengerti mengapa Islam sangat amat menganjurkan menikah. Sampai akhirnya aku mengerti bahwa di balik larangan zina mata, telinga, maupun hal lainnya itu semata-mata diberikan untuk kebaikan manusia. Dia yang menciptakan manusia, maka dia yang paling tahu rumusan tubuh manusia. Aku merasakan respon biologis tidak sesuai dengan kontrol di akal. Dalam hal ini, aku khawatir bahwa badan sudah terbiasa dan punya kecenderungan negatif. Hari ini, saya sudah keterlaluan karena tidak mampu mengontrol emosi lagi. Semoga tulisan ini menjadi prasasti bahwa hal tersebut benar-benar tidak terjadi lagi. setahun, atau dua tahun lagi untuk bersabar. Lalu sempurnakanlah agama, jadilah pribadi yang baik. Mohon ampun atas segala dosamu. Jadilah seorang seperti yang sebenarnya kau inginkan. bukan orang yang dapat dikendalikan dengan hawa nafsu.

Berjanjilah.

Jumat, 15 Mei 2015

Gie dan Realitas Kehidupan Manusia-manusia Kecil


           Kisah Gie atau Soe Hok Gie merupakan kisah yang selalu diceritakan berulang-ulang oleh kebanyakan mahasiswa, bahkan menjadi narasi para mahasiswa untuk berani memperjuangkan rakyat-rakyat kecil. Saya masih ingat betul, bagaimana saya disodori buku Soe Hok Gie oleh kakak kelas semasa SMA. “Ini kitabnya mahasiswa” katanya. Meskipun, saya belum membaca buku tersebut. Hari ini, melalui film Gie saya sadar semangatnya sama dengan semangat saya.
Dalam kisah tersebut, Gie adalah sosok yang berani berdiri atas nama kebenaran tanpa syarat; pandangan agama, suku, dll. Gie adalah aktivis yang sangat akrab dengan lingkungan, menurutnya alam adalah teman jiwanya. Gie adalah pendiri Mapala UI. Kebenaran adalah sebuah hal yang selalu ia upayakan dalam mengkritik pemerintah melalui surat kabar. Perjuangannya mengundang ketertarikan beberapa golongan untuk bekerja sama, namun Gie menolak upaya menarik simpati masyarakat untuk kepentingan segelintir kelompok. Gie memilih membela manusia-manusia kecil yang tidak diperhatikan pemerintah, ketika suara kebenaran nyaris tidak memiliki tenaga. Gie tak peduli resikonya. Gie melawan pemerintah.
Presiden Soekarno terjungkal, Partai Komunis menjadi tumbal, dan saat itu negara dikuasai oleh militer. Beberapa penjagalan kelompok komunis dilakukan dibeberapa titik dinegeri ini. Kita tidak berbicara mengenai identitas, karena mereka juga adalah manusia yang ‘seharusnya’ tidak bersalah dalam menyampaikan pendapatnya. Manusia-manusia kecil yang tertarik ikut gerakan komunis karena kesusahan hidup itu akhirnya ikut dibunuhi. Gie merasa bahwa dirinya ikut bertanggung jawab atas kematian orang-orang tersebut.
Pada 16 Desember 1969, Gie berangkat ke Semeru menuju tempat dimana dia merasa damai. Hidup di kota membuatnya jengah, lampu-lampu kota di Jakarta yang menyinari bis yang dinaikinya terasa kosong. Kedamaian yang kosong. Dalam Film tersebut, Gie mengirimi Ira, wanita yang disukainya, sebuah surat yang menyatakan bahwa dia ingin tenang bersamanya selamanya. Namun, Dalam referensi yang saya cari di Internet Gie meninggal bersama Idhan Lubis sehari sebelum hari ulang tahunnnya pada tanggal 17 Desember akibat mengirup gas beracun.

Selasa, 14 April 2015

Refleksi Selasa

Dari tujuh hari dalam seminggu, hari selasa selalu menjadi hari yang spesial.Karena di hari selasa aku memiliki waktu luang dipagi hari, meskipun sering juga telat masuk kelas pukul 12.10. Tapi hari selasa selalu istimewa, karena dihari itu ada kumpul properti, Gema Publika, Latihan Bulutangkis, dan jadwal khusus bareng temen-temen di nangor. Oleh karena itu, hari selalsa memiliki energi yang berbeda dari hari-hari yang lainnya. 

Tapi, diselasa hari ini semua terasa lebih istimewa. Seseorang mengirimkan hadiah dan dorongan untuk semangat UTS, dan seorang yang lain menunjukkan antusias yang tidak biasa ketika melihat   kertas yang berisi pesan hadiah itu. Terlebih lagi ketika temannya menunjukkan kertas tersebut dengan nada sindiran dan aku menangkap sendiri ekspresinya. 90% aku semakin yakin kerinduan selama ini menjadi benar. 

Dia adalah seorang yang bahkan belum bertemu secara langsung aku merasa telah menemukannya, Dia juga seorang aktivis, atau setidaknya peduli dan berbaur dengan rakyat miskin, Hebatnya, dia seseorang yang mampu masuk ke berbagai golongan -seperti yang aku idam-idamkan-. Dia adalah pribadi yang cerdas, yakni syarat lain selain agamanya baik dan menyenangkan hati. Dia yang enak diajak untuk mengikuti kompetisi. Dia yang membuatku pernah melakukan usaha lebih, dan dia juga yang menarik dan bisa ditarik. akankah setia? waktu akan berjalan.

Waktu akan berjalan dan menunjukkan kesetiaan akan berada dimana, selama itu aku berjanji akan menyiapkan diri, aku tidak akan lari kala kau memintanya. aku ingin jadi salah satu pembahagiamu, tapi aku tak mau aku jadi kesedihanmu. tentang dunia, politik, pengabdian masyarakat, bahkan waktu, darah, dan air mata mungkin akan lebih banyak merengguhku darimu. Malam ini juga ku menonton film Guru Bangsa Cokroaminoto, layaknya Habibie, aku merasa itu cerita kita berdua. Maka, jika boleh kuberi tahu berat rasanya bagiku memilihmu, karena yang kau terima akan lebih banyak penderitaan. kecuali kau menyukain penderitaan disini dan kebahagiaan dinegeri kelak. 

Selamat malam yang terlalu malam, Selamat pagi yang terlalu pagi! 
Boleh aku panggil kau Sayang?

Jumat, 10 April 2015

#Flashback21tahun


Kita akan berpulang tak tau arah,
Kita akan berpulang untuknya,
entah karena apa, rindu?
barangkali agar tau arah saja.
#Flashback21tahun

1994, belum ada ingatan apa-apa. baru lahir kedunia, seorang yang ditunggu-tunggu oleh orang tuanya: Semoga bisa memberikan bahagia!
1995, Apa yang biasa dilakukan bayi umur 1 tahun? rasanya tidak beda jauh. Saya sudah bisa naik pesawat Hercules waktu itu! Opa meninggal.
1996, Hidup tak boleh bersedih. Ayah berpesan untuk jadi kuat, ibu mendoa. sudahkah berlari? yang pasti ayah baru membangun rumah waktu itu.
1997, waktu itu masih senang main kuda-kudaan di punggung ayah, aku atau ayah menyenggol meja, pecah kacanya, tapi kata ibu tidak apa-apa:)
1998, Sebagian besar orang beli panci dan ditaruh didepan pintu katanya sih mau Kiamat, ternyata itu namanya krisis moneter. Berat-berat.
1999, Krisisnya berakhir, tapi siapa tau nasib bayi ini? ah balita. kami balita-balita reformasi. Menagih janjimu wahai pejabat negeri!

"Kutimang si buyung belaian sayang, anakku seorang tidurlah tidur. janganlah kau lupa ibu menjaga ayah mendoa, agar kau kelak tumbuh dewasa"

Kamis, 09 April 2015

Bersyukur jangan Mengeluh

Banyak yang menghilang jika kita tidak bersyukur,
termasuk tentang perjalanan hidup ini.
Terkadang saya menggambar kesalahan terlalu dramatis, tragis, dan berbagai ungkapan lainnya.

Sesekali berilah penghargaan terhadap dirimu sendiri.
Biarkanlah dirimu tersenyum puas,
meskipun satu dua kesalahan terletak didalamnya.

Mengertilah,
Hidup ini bukan tentang maju atau mundur,
melainkan bagaimana kita mengemudikannya dengan benar.
Kini, yang lalu, dan masa depan akan terus berjalan.

Mengapa engkau berhenti?
Mengapa engkau menepi?
Mengapa engkau berkeras hari?
Mengapa melamun sendiri?


Asrama dan Asmara

Malam sudah tak terlalu malam,
Pagi sudah tak terlalu pagi
Semenjak aku diasrama ini
Melayang penuh keteguhan hati.
Malam sudah tak terlalu malam,
Pagi sudah tak terlalu pagi
Kalau sudah bertemu jati diri
Tunggu dan jangan berlari-lari lagi
Malam sudah tak terlalu malam,
Pagi sudah tak terlalu pagi
Berbisik tegas kepada diri
Jadilah Muslim sejati!
Malam sudah tak terlalu malam,
Pagi sudah tak terlalu pagi
Kalau yakin cinta itu suci
Maka penantiannya jangan kau nodai
Malam sudah tak terlalu malam,
Pagi sudah tak terlalu pagi
Sekali-kali mesti berhati-hati
Jangan lupa kesehatan diri sendiri
Malam sudah tak terlalu malam,
Pagi sudah tak terlalu pagi
Berhati-hatilah
Tak ingin kurobek senyumnya lagi


Asrama dan Asmara.

Senin, 06 April 2015

Hentikan hal itu diriku


Bagaimana cara memberitahukanmu tentang sesuatu yang tabu?
Tentang keinginan mendasar yang kau inginkan dari belaian kasih yang nyata?
Tentang seseorang yang sedikit banyak bisa meningkatkan rasa syukur kepada ilahi?
Tentang harga dari semua itu?

Bagaimana cara memberitahukanmu tentang sesuatu yang tabu?
Ketika jalanan itu penuh batu dan berduri sementara kau tidak pernah merasa sakit
Yang kau tahu kelak tinggal luka yang tersisa
Dan kini sebagian yang tersisa telah terluka dan sebagian lagi masih tersisa

Bagaimana cara memberitahukanmu tentang sesuatu yang tabu?
Aku ingin engau tahu bahwa itu tidaklah baik untukmu dan dirimu
Dengarkan lah itu kawanku dirimu begitu berharga.
Hentikanlah hal itu diriku!

Sadang Serang, dipenghujung malam sambil mengerjakan UTS yang dibawa pulang,
6 April 2015


Selasa, 31 Maret 2015

Ikhlaskan Indonesia


Ikhlaskan Indonesia
Ikhlaskan Indonesia Jika Dia Bubar
Ikhlaskan Indonesia Jika Pemerintah Menjualnya

Ikhlaskan Indonesia Betapapun Kau Mencintainya
Ikhlaskan Indonesia Jika Nanti pun Sudah Tiada
Ikhlaskan Indonesia Jika Nanti Tinggal Sejarah
Ikhlaskan Indonesia Tempat Dulu Bercengkerama
Ikhlaskan Indonesia Karena Perjuangan berarti Menang dan Kalah
Ikhlaskan Indonesia Karena Tidak Semua Orang Sama
Ikhlaskan Indonesia, Karena 'Pesan' Kita untuk Senantiasa memberi manfaat kepada sesama, bukan menggulingkan pemerintah untuk kekuasaan orang lain. Ikhlaskan Indonesia. Ini kata-kata yang dapat saya ucapkan untuk meneguhkan diri untuk bertahan sesaat, melihat perkembangan, dan tetap bergerak memberi manfaat. juga kata-kata bagi mereka yang mencibir perjuangan saat ini, juga kata-kata bagi mereka yang berjuang di jalan agar tidak salah tujuan. Kalau salah, orang yang miskin akan tetap miskin yang lapar tetap lapar.

Ikhlaskan Indonesia kalau nanti sudah tiada.

Sabtu, 28 Maret 2015

Dinda dimana?

Dinda dimana?
Keresahan pemuda -juga pemudi untuk kanda- tingkat tinggi.
Masih berapa jauh lagi dirimu?
Seorang yang sama mengharapkannya dengan diriku

Oh, aku hampir lupa,
Allah maha mendengar, jadi tak usahlah ragu
ah, aku jadi ingat,
Allah juga melihat, seberapa jauh usaha mu?

Selasa, 24 Maret 2015

Sarapan Sehat ala Rasulullah

Rasulullah telah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Prof. Dr. Musthofa Rimadhon memberikan beberapa gambaran pola hidup sehat Rasulullah berdasarkan berbagai riwayat yang bisa dipercaya, sebagai berikut:
  1. Asupan awal kedalam tubuh Rasulullah adalah udara segar pada waktu subuh. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan qiyamul lail. Para pakar kesehatan menyatakan, udara sepertiga malam terakhir sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh. Hal itu sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya selama seharian punuh.
  2. Di pagi hari pula Rasulullah saw membuka menu sarapannya dengan segelas air dingin yang dicampur dengan sesendok madu asli. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.
  3. Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah senantiasa mengonsumsi tujuh butih kurma.
  4. Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak zaitun. Selain itu, Rasulullah juga mengonsumi makanan pokok seperti roti. Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan. Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.
  5. Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.
  6. Rasulullah saw tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna.

Kamis, 19 Maret 2015

Bahwa gelap tak selalu jahat!

Aku teringat perkataan Rere, katanya "Wajahmu terlihat dewasa syad, tapi enggak tau yang lainnya". Aku sendiri merasa ada sesuatu yang keluar dari diriku, sebuah hal yang hitam namun memberikan pondasi pada pribadi yang lebih teguh. Terutama setelah membaca buku 'Senja di Jakarta' karya Mochtar Lubis. Dalam bukunya dibahas bagaimana kehidupan yang sebenarnya, kehidupan di kala senja. Rasanya aku telah membangkitkan hitamku, membuat garis diwajahku menjadi berbeda. Akan tetapi, kerinduan itu akan selalu ada. Entah untuk siapa. 

Bedanya kali ini aku lebih tenang, aku lebih bisa menguasai diriku. Rasanya nyaman terbebani seperti ini. Ini sisi gelapku, dan aku mulai bisa memakluminya; Bahwa gelap tak selalu jahat!

Rabu, 18 Maret 2015

18 Maret 2015

Rumah Inspirasi, Rumah Kepemimpinan, Rumah Imperium
semuanya bergerak ke arah perbaikan negeri ini.
Mungkin tidak banyak orang yang akan berfikir seperti kita,
dan untuk itulah kita harus berjuang untuk menjadi lebih kuat.

Aku harus lebih kuat,
aku harus lebih hormat,
dan aku harus lebih taat.
Ini tentang Sinergi antara pencapaian dunia dan kedekatan dengan ilahi.

Aku tidak akan berlambat-lambatan lagi,
Aku akan bekerja keras untuk semuanya,
Bahkan jika nanti tidak juga kutemukan teman hidup itu,
Aku yakin tuhan akan selalu menyimpannya.

Memimpin adalah menderita, Leiden.
Tapi itulah aku dan memang disana diriku.
Aku masih tak tahu bagaimana mengucapkannya.
Aku akan berjuang benar-benar berjuang.

Selasa, 17 Maret 2015

Mochtar Lubis, dan Indonesia Kini

Mochtar Lubis wartawan yang  independen menulis berita, tidak pernah mau jadi anggota partai politik, keras kepala ["memilih" dipenjara sembilan tahun semasa rezim Presiden Soekarno dan korannya, Indonesia Raya, diberedel sampai tujuh kali daripada tidak menulis kebenaran karena disuap penguasa], benci dengan kemunafikan orang Indonesia, dsb. Tetapi, tentu saja yang kuperbuat dalam jurnalisme tidak seberapa dibandingkan dengan yang Mochtar telah lakukan selama hidupnya. (Baca Lebih Jauh) 

Pada bagian awal buku 'Senja di Jakarta' dikisahkan empat cerita dengan tokoh yang berbeda; Dua orang sahabat yang berprofesi sebagai pemulung di pusat pembuangan sampah akhir, bapak kusir delman yang berjuang demi membiayai keluarganya, diplomat muda yang main belakang dengan istri kedua ayahnya, dan keluarga yang kesusahan untuk mendapatkan rumah yang layak karena mempertahankan idealisme 'anti-korupsinya'. Semua kisah yang berbeda-beda itu terjadi di ibukota, pada sebuah Senja di Jakarta. 

Lewat tulisan-tulisannya saya melihat kebobrokan moral yang terjadi di berbagai kalangan; kebanyakan golongan kaya adalah kalangan paling bejat di Ibukota, kebanyakan mereka memanfaatkan jabatan lewat jalur kepartaian dan memakan kesempatan orang dibawahnya tapi harus bersiap-siap dimakan juga, sementara orang yang miskin makin miskin tak sanggup membayar hutang makan siangnya yang sudah berminggu-minggu, pegawai negeri yang idealis itupun akhirnya terpaksa melanggar tekadnya demi kebahagiaan isterinya dan kebaikan keluarganya. 

Jika dalam survei 100 orang memerlukan serendah-rendahnya 10 orang yang disurvei, maka Jakarta adalah Indonesia karena mendapat kucuran dana 70triliun dari 636triliun total dana yang di transfer ke daerah belum lagi proyek nasional yang dilakukan di Jakarta. Itulah Jakarta dimana para politikus dan orang yang berkuasa di Indonesia berkumpul didalamnya, kejadian KPK, masalah makroekonomi dan hiruk pikuk berita nasional hari ini adalah akumulatif dari permasalahan masa lalu. Inilah negeri kita yang memang sudah banyak masalah kenapa kita masih bertegang pendapat? 

Banyak orang yang bicara tentang masalah negeri tanpa beraksi layaknya keburukan-keburukan  dalam buku Senja di Jakarta karya Mochtar Lubis yang ditutup-tutupi. Masalah akan tetap menjadi masalah jika tidak diimbangi tanpa solusi. Jika diibaratkan sebuah pensil, Aku khawatir perdebatan yang semakin meruncing namun tidak ditindak lanjuti dengan aksi kemudian hanya akan membuat pensil itu habis sebelum digunakan untuk membuat karya bernama Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

Maka renungkanlah dalam-dalam kata 'mulai dari diri sendiri' dan 'mulai dari saat ini' karena perbaikan dimulai dari situ, bersyukurlah anda dikarunia keprihatinan terhadap bangsa ini dan jangan sombong. Aku disini siap berdiskusi dan mulai menyusun langkah, ada yang sudah aku kerjakan dan ada yang masih dalam persiapan. Andai kita semua bergerak untuk tujuan yang sama maka mudah-mudahan kelak kita akan bertemu pada tempat yang sama.

Senin, 16 Maret 2015

Tanggung Jawab

Hari ini aku menemukan kondisi dimana sebuah tanggung jawab merupakan bagian tanggung jawab lainnya. Ceritanya hari ini seorang dosen menyampaikan betapa banyaknya informasi keagamaan yang berisi nilai-nilai keagamaan justru menjurus pada hal provokatif. Kemudian, beliau menegaskan bahwa tanggung jawab memberitahukan adalah tanggung jawab orang tua jadi tidak perlu saling memperdebatkan prinsip. Lantas, bagaimana tanggung jawab atas ilmu dan pengetahuan yang kita miliki?. Apa lebih baik jika tidak memiliki ilmu saja, tapi bagaimana tanggung jawab atas waktu yang tidak kita gunakan untuk mencari ilmu?.

Dalam kisah Sahabat Rasullullah, dia menjelaskan bahwa kehidupan didunia itu harus berhati-hati layaknya kita berjalan di taman berduri. Semua hal perlu dipikirkan matang-matang landasannya agar tidak salah langkah. Inilah hidup yang harus penuh tanggung jawab atas amanah, Inilah kesempatan mengambil pelajaran berharga agar bertanggung jawab atas jabatan yang selama ini diberikan; Jiwa Raga, Islam, dan Mahasiswa. Semoga aku ingat betul amanah tersebut.

Rabu, 18 Februari 2015

Resume Buku: Potret Singapura dalam Kacamata Permasalahan Bangsa

Singapura telah menjadi tujuan destinasi kunjungan dinas dikalangan pemerintah pusat dan daerah, biasanya kebanyakan birokrat ingin menerapkan sistem kebersihan dan ketertiban yang serupa di Indonesia. Persoalan negeri ini bukan terletak pada sumber keuangan, tidak juga pada tenaga ahli yang bisa disewa, maupun rekayasa peraturan yang bisa dilakukan agar bisa mensejajarkan diri setara dengan Singapura.

Permasalahan bangsa ini – jika dibandingkan dengan Singapura – terletak pada ketahanan nasional yang belum dapat dibentuk dengan baik karena tidak adanya kesepahaman antara semua kekuatan politik bangsa dengan pemerintah yang berkuasa. Di bidang politik luar negeri, Singapura mampu bersikap Pragmatis dengan menghargai perkembangan apapun dan terbebas dari ideologi atau dogma mana pun; Waspada atas perubahan apapun di dunia, seperti struktur politik dan ekonomi global; dan memiliki perencanaan kedepan (futuris) dengan melakukan berbagai pengkajian skenario masa depan.

Jumat, 13 Februari 2015

Prasangka

Maha suci Allah dengan segala pemberian prasangkanya
dengan segala hal yang sempat kami kira kebetulan
adalah Engkau yang menciptakan manusia
maka engkau yang maha mengerti tentang cinta

Maafkan kami yang lebih sering sok tahu
Bahkan-bahkan hingga melupakan perintah Mu
Maafkan kami yang lebih sering teralihkan dari Mu
padahal cinta nyatanya berasal dari Mu

Semoga Engkau mengampuni kami
dosa-dosa orang yang mau jujur akan dirinya sendiri
sering kami tak kuasa hingga bertanya pada diri sendiri
Apakah ini akan berakhir atau justru baru dimulai?

Senin, 09 Februari 2015

Mata Air Ilmu

Belakangan sering timbul keinginan untuk lebih banyak membaca buku seperti kehausan akan ilmu. akan tetapi, sampai saat ini memang belum berhasil menemukan mata air ilmu tersebut. Memang ada tapi hanya saja belum ditemukan. Dan kembali lagi saya membuat tulisan sebagai rangkaian pertanyaan-pertanyaan, Apa yang dapat menghapus dahaga tersebut?

1. Membaca Al-Quran beserta artinya
2. Membaca risalah kehidupan Rasulullah dan Sahabat
3. Membaca karya sastra?
4. Mendengarkan musik bersemangat??
5. Berlari, berjalan, berteriak???
6. Berkunjung ketempat-tempat lain.

Mata air itu abadi, ilmu juga seperti itu. Alhamdulillah, sepertinya musik yang bersemangat yang menemani penulisan ini dapat mengantarkan diri ini menuju mata air tersebut. Maha suci Allah.



Menurutmu mata air ilmu seperti apa yang dapat menghapus dahaga ketika kalian haus akan ilmu?

Rabu, 28 Januari 2015

Kamis, 22 Januari 2015

Yakin jadi Developer

Bismillahirrahmanirrahim, Insyaallah dengan ini saya yakin untuk terjun di dunia developer properti. Karena beberapa alasan yang sangat kuat:

1. Merupakan passion saya
2. Menjadi modal finansial untuk membangun sebuah keluarga
3. Untuk mendukung berbagai kegiatan sosial saya, terutama terkait pelaksanaan harian Taman Bacaan 'Jedun'
4. Mengisi waktu kosong selama kuliah agar lebih bermanfaat

Semoga semakin jelas dan semakin mantap tekadnya. Bismillahirrahmanirrahim :)

Jumat, 16 Januari 2015

Sekoteng Bandrek

Pernahkah kau berada dalam situasi yang buntu, semua terasa begitu sulit, begitu tidak menyenangkan, hambar, kosong bahkan menakutkan?
Itu adalah saat اللّه mengizinkan kau untuk diuji, Dan اللّه ingin mendengar rintihan serta do'amu agar kau menyadari akan keberadaan-NYA....
Karena Ia tahu kau sudah mulai melupakan-NYA dalam kesenangan
(QS 47:31, 32:21).

Sekoteng dan perjalanan mengejar harapan

Setelah selesai bermain futsal rasanya enak sekali jika bisa menemukan tukang sekoteng, obrolan dengan kang Madi yang melatarbelakangi semua ini. Setelah mengantar kang Madi ke asrama, saya langsung mencari dimana kira-kira tukang sekoteng mangkal. Kalau di Bandar Lampung memang ada yang khusus mangkal. Dengan optimisme saya mengendarai motor tenang dengan target menuju simpang Dago. Sebelum pertigaan, masih di jalan tubagus ismail saya berfikir begini mungkin perjuangan mengejar seseuatu atau seseorang yang kita inginkan, secerdas apa kita mencarinya. Fikiran pun mulai memetakan kondisi saat itu dengan permasalahan yang saya hadapi saat ini. Jangan-jangan ini kesempatan dari Allah bagi saya untuk mengambil pelajaran.