Rabu, 28 Januari 2015

Selasa, 27 Januari 2015

Hai!



Sudah cukup sejauh ini, aku sudah melakukan hal yang hebat. Agak susah juga meyakini itu. tapi kau sudah melakukannya, dan tentang hati itu biarlah...

Minggu, 25 Januari 2015

Sebaris Kalimat

Kadang yang sedikit itu lebih berarti, memang tidak banyak jumlah katanya tapi tetap mendalam maknanya.

Minggu, 25 Januari 2015
"Bersikukuh untuk berkontribusi menjadi bupati di kabupaten termiskin di negeri ini, bersyukur tergabung di asrama ini."
"Kita tidak tau masa depan, dan aku tak tau apa yang harus kulakukan sekarang. Ah Cinta"
bersambung...

Kamis, 22 Januari 2015

Yakin jadi Developer

Bismillahirrahmanirrahim, Insyaallah dengan ini saya yakin untuk terjun di dunia developer properti. Karena beberapa alasan yang sangat kuat:

1. Merupakan passion saya
2. Menjadi modal finansial untuk membangun sebuah keluarga
3. Untuk mendukung berbagai kegiatan sosial saya, terutama terkait pelaksanaan harian Taman Bacaan 'Jedun'
4. Mengisi waktu kosong selama kuliah agar lebih bermanfaat

Semoga semakin jelas dan semakin mantap tekadnya. Bismillahirrahmanirrahim :)

Jumat, 16 Januari 2015

Sekoteng Bandrek

Pernahkah kau berada dalam situasi yang buntu, semua terasa begitu sulit, begitu tidak menyenangkan, hambar, kosong bahkan menakutkan?
Itu adalah saat اللّه mengizinkan kau untuk diuji, Dan اللّه ingin mendengar rintihan serta do'amu agar kau menyadari akan keberadaan-NYA....
Karena Ia tahu kau sudah mulai melupakan-NYA dalam kesenangan
(QS 47:31, 32:21).

Sekoteng dan perjalanan mengejar harapan

Setelah selesai bermain futsal rasanya enak sekali jika bisa menemukan tukang sekoteng, obrolan dengan kang Madi yang melatarbelakangi semua ini. Setelah mengantar kang Madi ke asrama, saya langsung mencari dimana kira-kira tukang sekoteng mangkal. Kalau di Bandar Lampung memang ada yang khusus mangkal. Dengan optimisme saya mengendarai motor tenang dengan target menuju simpang Dago. Sebelum pertigaan, masih di jalan tubagus ismail saya berfikir begini mungkin perjuangan mengejar seseuatu atau seseorang yang kita inginkan, secerdas apa kita mencarinya. Fikiran pun mulai memetakan kondisi saat itu dengan permasalahan yang saya hadapi saat ini. Jangan-jangan ini kesempatan dari Allah bagi saya untuk mengambil pelajaran.

Lantas, perjalanan pun saya lanjutkan menuju dipati ukur hingga nyaris masuk ke jalan tembusan via rumah sakit Borromeus, sayangnya sudah tutup semua memang sudah larut malam. Inilah mengapa saya sebutkan bahwa kita bisa meraih harapan kita jika kita bisa bekerja cerdas karena kerja keras saja tak cukup.Saya pun menyadari bahwa untuk menemukan seseorang yang diharapkan itu harus pada tempat dan waktu dimana ia berada, Terlepas dari kejadian tak terduga, Perlu sekali di visualisasikan biar tau dimana nanti ia harus ditemukan. Toh sampai saat itu saya belum menemukan tukang sekoteng secara tiba-tiba. 

Tenggat waktu dan urusan Ibadah
Waktu menunjukan pukul 11 kurang 20 menit, Saya fikir ini harus segera diakhiri karena masih ada targetan ODOJ, Fikiran itu langsung saya konversikan ke kehidupan nyata bahwa saya harus memiliki target kapan menikah (Dalam fikiran maksiman 1tahun setelah lulus) Ah, ngantuk sekali. Pentingnya membuat target ini agar fikiran kita terarah dan bisa lebih tenang dalam beribadah.

Eksperimen Bandrek roti ala Sekuteng
Akhirnya aku coba melewati jalur yang berbeda via RSGM, karena sebagaimana prinsip mencari semakin banyak lokasi yang dicari kemungkinan ditemukan akan semakin besar dibanding kan jika hanya melewati jalur yang sama. Sebelum pulan saya berputar arah duluu ke Indomaret, "Cari saja yang rasanya mirip" Pikirku. Setelah itu aku beli Roti dengan bandrek. Dirumah aku potong roti itu mirip potongan roti di Sekoteng. Rasanya? cukup enak namun aga membuat mual karena rotinya terlalu lama terendam dalam air. Awalnya aku fikir cari saja yang rasanya mirip jadi saya tinggal tambahkan toppingnya, aku fikir begitu juga pilihan didunia nyata ini. Tapi tambahannya juga mesti yang cocok biar nggak merusakkan suasana yang telah berhasil di bangun.

Inilah pelajaran yang saya dapat dari usaha mencari sekoteng. Sekotong untuk Cinta, Bandrek untuk Ibadah. Roti untuk pelengkapnya. Penuh pertanyaan? aku juga bingung mengambil keputusan. Tapi katanya tidak ada yang kebetulan bro.


Sekali lagi, TIDAK ADA YANG KEBETULAN...
Beberapa menit ini tenangkanlah dirimu, rasakan kehadiran-NYA..., dengarkan suara-NYA yang berkata:
"Jangan khawatir, AKU di sini bersamamu"
(QS 2:214, 2:186)

Sabtu, 10 Januari 2015

Dewasa

Pelajaran luar biasa yang didapat dari sahabat yang sejak lama terus mendukung agar dapat lebih berkontribusi dimana saja, semoga Allah memberikan limpahan rahmat agar ia dapat berkontribusi dimanapun dia berada dan segera dilapangkan langkahnya untuk dapat merealisasikan cita-citanya. Karena semua tahu dia bisa dan punya kapasitas yang cukup.

Belajar dewasa adalah ketika kita dapat menggunakan akal fikiran kita apakah akan melakukan sebuah hal dinilai dari tingkat manfaatnya kepada kita sendiri dan juga orang lain. Menjadi dewasa juga bisa berarti menahan ego kita dan belajar menjadi bijaksana. Di Al-quran dijelaskan bahwa tidak akan seseorang menjadi bijaksana ketika dia tidak rela memberikan sebagian atau seluruhnya dari apa-apa yang dia cintainya. Begitulah yang disebutkan al-quran, saya melihatnya dalam kacamata tersurat. Belajar menjadi Dewasa. Menjadi dewasa dengan tidak mengumbar-umbar perihal yang akan terus berulang-ulang sampai aku memutuskan siapa yang akan dipinang. Insyaallah belajar menjadi dewasa. Maafkan yang telah lalu, Ampuni dosaku.

Minggu, 04 Januari 2015

Aku, Dirimu, Dirinya

Belum lama berkenalan, dan seperti biasa gampang kegeeran sampai sudah merasa menemukan. Banyak sekali kebetulan-kebetulan yang tidak disengaja justru mempertemukan. Awalnya terasa dekat, lalu setelah minggu-minggu yang luar biasa itu aku niatkan untuk menjauh. Ternyata waktu berkata lain, pelan-pelan dipertemukan lagi dan terjadi saling pandang yang 'ah sudahlah' haha. 

Saya coba membuka lagi pesan-pesan lama, untuk menemukan cara bagaimana harus meyakinkan langkah yang selanjutnya harus diambil. Sayang ternyata sudah hilang semua. Sampai akhir-akhir ini selalu terngiang lagu yang liriknya 'aku, dirimu, dirinya' entah dari mana pertama kali mendengarnya. Baru saja aku cari di internet potongan lirik yang teringat yaitu aku, dirimu, dirinya; dan ternyata memang itu judul lagunya. Lalu setelah nonton videonya untuk pertama kali, video lagu ini sangat saya sekali. Subhanallah.

Ini saya bagikan, Selamat menyaksikan :)

Rabu, 31 Desember 2014

Sebungkus Cerita Perjalanan ke Malaysia Bersama PPSDMS Regional 2 Bandung

Bismillahirrahmanirrahim,

Pada akhir bulan desember ini saya bersama rombongan PPSDMS Regional 2 Bandung angkatan VII mengunjungi Malaysia dengan tujuan saling mengenal lebih dalam berbagai aspek mengenai Indonesia dan Malaysia. Akan tetapi, kegiatan ini juga didorong oleh keinginan kami agar dapat bersama-sama keluar negeri melanjutkan program "Bandung Go to Sky" yang telah dirintis angkatan sebelumnya ke Turki. Banyak sekali hal yang dapat kami ambil sebagai pelajaran dari Malaysia, beberapa hal seperti perjuangan untuk sebelum ke Malaysia, di Malaysia, dan sesudahnya akan saya sampaikan disini. Selamat Menikmati :)

Sebelum ke Malaysia

Perjalanan ke Malaysia ini sebetulnya dimulai dari deklarasi kami semua yang akan mengunjungi dua negara yaitu Malaysia dan Jepang bersama-sama. Kami semua memberikan tanda tangan dengan semangat dan saling berjanji untuk mewujudkannya (Walau enggak sedramatis itu sih hehe). Sampai suatu waktu kesepakatan forum memutuskan kita akan berangkat ke Malaysia lewat kerjasama  dengan elemen mahasiswa dari Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) untuk mengenalkan budaya satu dengan yang lain, waktu itu rancangan kegiatannya akan diisi festival kuliner Indonesia-Malaysia, Penampilan budaya (Kami sendiri membawa angklung) dan diskusi tematik.


Cerita paling seru di episode ini menurut saya terletak pada keputusan pribadi untuk berangkat ke Malaysia sementara belum ada kepastian lebih lanjut mengenai rangkaian kegiatannya. Sebelumnya, saya sempat menyampaikan keberatan karena kegiatan ini seperti terlalu dipaksakan . akan tetapi, momentum perubahan terjadi ketika saya tahu bahwa rencana Bandung Boys -panggilan peserta PPSDMS R2 Bandung- untuk ke Malaysia sudah terpublikasi secara nasional di lingkup PPSDMS pusat. Nah, silahkan berkomentar tapi waktu itu yang terbersit dalam benak saya adalah "Ini soal nama baik". Alhamdulillah pada bulan oktober itu juga saya masih mempunyai endapan uang di rekening uang sekitar 1 juta untuk membeli tiket. 

Sudah hampir 2 bulan dan tak terasa begitu saja 10 hari lagi kami akan berangkat, Alhamdulillah saya sudah beli sejak lama. Benar sekali pepatah lebih baik bersusah susah dahulu baru kemudian bersenang-senang. Akhirnya, berbagai dokumen pun seperti paspor dan e-ticket pesawat saya siapkan. Barang-barang seperti pakaian, perlengkapan dokumentasi, makanan secukupnya, dan barang pendukung lainnya satu persatu saya masukan ke tas Carrier, Kita siap berangkat jom! haha.

FYI: saya berangkat dari Jatinangor menggunakan bus Primajasa dan dilanjutkan damri Bandara, estimasinya per desember 2014 kurang dari 100.000 rupiah. Hemat banget bos hehe :)) 

Saat di Malaysia

"Kalau perlu tidak tidur di Malaysia"

Cuma kalimat itu yang ada dikepala saya karena di Malaysia hanya 3 hari 2 malam saja. Dengan keterbatasan waktu itu saya berharap mendapatkan pengalaman yang maksimal. Alhamdulillah, akhirnya kami tiba di bandara Malaysia tepat waktu. tepat waktu dini hari pukul 1;55 ketika nyaris tak ada aktivitas lagi. Apa yang bisa dilakukan? tidur? yak tepat. Kami bersebelas yang berangkat tanggal 25 malam itu memutuskan tidur terlebih dahulu sebelum menyusul kloter 1, dan 2.

Saking tidak mau tidurnya baru satu jam saya terbangun dan pelan-pelan membangunkan teman yang lain. Setelah sholat tahajud saya bersama firman, dan iki berangkat untuk mencari tiket kereta KLIA transit ke Kuala Lumpur yang transit di Putra Jaya agar lebih murah. Ketika 7 menit lagi kereta akan berangkat Pimgi masih belum selesai sholat karena sebelumnya menjaga tas kami. luar biasanya sudah lari-lari rupanya kami salah masuk lift, jadi kami harus naik ekskalator untuk masuk ke stasiun yang tepat berada disisi kanan kami. Begitu kami sampai ekskalator untuk turun ke stasiun terdengar suara kereta yang akan berangkat, dan benar saja itu merupakan kereta yang seharusnya kami naiki.
Pelajaran #1 Jangan telat sedikitpun.


Sampai di Kuala Lumpur ternyata kami harus ke Taman Melati karena ada perubahan jadwal, Pada kesempatan itu kami mengunjungi Komunitas Merah Putih Indonesia dan berdiskusi mengenai banyak hal terutama mengenai nasib WNI di Malaysia. Komunitas Merah Putih Indonesia adalah yayasan yang terdaftar secara resmi di bawah kedutaan Indonesia di Malaysia sebagai organisasi sosial yang aktif dalam memperjuang nasib WNI.

Sayang di hari itu banyak waktu terbuang dalam perjalanan. Pelajaran #2 Perencanaan harus matang dan jangan berubah mendadak-dadak. oleh karenanya beberapa dari kami yang akan pulang lebih cepat memutuskan untuk mengunjung Kuala lumpur larut malam untuk setidaknya mengambil gambar di menara Petronas. alhamdulillah semuanya dapat, semua dari kami menuliskan pesan-pesan untuk keluarga, organisasinya dengan latar belakang menara Petronas. Setelah itu, kami menyempatkan diri makan di Up Town. Malam yang hebat.

Besoknya kami berangkat ke Melaka, disana kami berencana akan bermain angklung dan mengunjungi situs-situs bersejarah. Sekitar jam 17.00 kita sampai di jantung pariwisata kota melaka, wilayah bangunan merahnya. Setelah itu kami menyiapkan diri untuk menampilkan angklung bersama-sama didepan kincir air. Disana kami membawakan dua lagu, namun karena hujan juga yang semakin deras dan waktu yang kian mengkhawatirkan kami menyegerakannya. Alhamdulillah respon dari turis lain juga cukup tinggi, mungkin lain kali kita perlu bawa kota sumbangan itu karena banyak diantara mereka tertarik dan ingin tau lebih jauh soal angklung. dibawah ini ada beberapa foto kami. 







Menjelang maghrib, saya berpisah dengan rombongan yang mulai meninggalkan Melaka melalui jalur Jongker street. Ternyata di jalur Jongker street tersebut banyak sekali pengunjung yang berasal dari berbagai ras terutama didominasi ras asia, disana saya 'seakan-akan' bisa membedakan mana orang Tiongkok, Jepang, Korea, bahkan Thailand. Meskipun sama-sama sipit, terdapat perbedaan yang khas dari mata mereka. Tanpa sadar langkah saya sudah membawa saya sampai ke surau didepan bangunan merah, disana juga terlihat rombongan pelajar dari Jepang yang benar-benar menghabiskan ruang trotoar dengan jumlahnya yang lebih dari 300 orang sambil bernyanyi-nyanyi. Kawai-Kawai.

Waktu sudah agak malam dan saya juga belum sholat maghrib, Bukannya tidak mau meng-qada shalat karena ada kemudahan yang disediakan oleh Allah namun masih ada situasi yang lebih darurat yang lebih pantas kita qada shalatnya seperti menggunakan bis umum atau sedang di pesawat terbang. Mencari mesjid atau surau yang sekelas musholla cukup sulit baik di Kuala Lumpur maupun di Melaya, saya perlu melewati kawasan museum dan taman kota yang sangat rindang yang dipenuhi kendaraan wisata yang diberi lampu terang dan lengkap dengan musiknya. Sebuah menara bernama TamingSari menggoda saya untuk naik, menara tersebut memiliki sebuah bagian oval yang dapat bergerak naik turun dan berputar 360% sesuai dengan harganya yang 20 ringgit.

Setelah puas melihat pemandangan kota Melaka dari bukit ke sungai hingga lautnya dari atas saya berkunjung ke pusat kuliner seafood dan kerajinan tangan. Pertama, saya langsung membeli oleh-oleh gantungan kunci karena khawatir besok akan padat sekali, kemudian saya memesan telor ikan karena banyak pengunjung disana memesan itu juga. Ternyata rasanya enak bahkan saya sampai tambah nasi (seharga RM 3), dan ketika hampir habis setengah saya berfikir ini ikan apa yang crispynya sampai seperti ini dan punya banyak bulatan-bulatan kecil. Ya Allah, rupanya pesanan telor ikan saya itu benar-benar telur ikan. saya fikir itu adalah ikan tenggiri saja karena ada telur asin juga dalam nasi yang disajikan. akhirnya, nafsu makan saya hilang seketika.

Setelah sholat Isya disebuah pusat perbelanjaan saya memutuskan untuk menginap di McD Melaka yang 24 jam karena saya belum sempat memesan hotel dan saya fikir pasti sudah banyak yang 'full booked'. Oleh karena itu, setelah saya memesan kentang goreng dan cola saya langsung mengambil posisi tidur duduk dengan buku dihadapan saya agar terlihat tidak sengaja tertidur. Alhamdulillah saya bisa tidur juga walaupun sesekali Aa tukang bersih-bersihnya mendehem atau mengeraskan suara ketika memberesken meja disamping meja saya. Tapi tak apalah :)


Akhirnya, setelah tidak kuat lagi membohongi diri karena dari pukul 3-4 pagi tidak bisa tidur juga mungkin karena cemas. saya memutuskan untuk mencari mesjid untuk sembahyang tahajud. Sayangnya, setelah berjalan nyaris 1 kilometer saya belum juga menemukan mesjid saya memutuskan untuk pergi ke surau di dekat menara Tamingsari. Itupun di kunci. Apa boleh buat saya gelar alas untuk sholat di depan surau tersebut. Dalam suasana pagi tersebut saya merasakan malam yang tenang, beberapa saung dan bangku taman diisi oleh orang yang kelihatannya punya nasib kurang baik. Aku terus berjalan kembali ke arah bangunan merah untuk menantikan subuh di Surau bangunan merah agar dapat sekaligus mengunjungi Museum-museum yang terkenal disana. Ternyata hasilnya sama, tidak ada adzan di surau itu dan saya tidak tahu ada mesjid di mana lagi. ketika hampir seluruh badan mengiyakan untuk melanjutk
an istirahat, dorongan tekad dan suasana sekitar mendukung saya untuk melangkah. Saat itu, total saya sudah di Malaysia selama 2 hari dan baru tidur maksimal 5 jam. Menurut saya, ini adalah prestasi bagi saya yang memerlukan banyak istirahat.


Setelah dicari-cari saya menemukan Mesjid Keling untuk solat Subuh sekitar pukul 6 di Melaka. Mesjidnya sangat Indah dengan ornamen-ornamen India dan ada Wi-Finya, Wi-Fi bro subhanallah. tapi badan rupanya tidak bisa bohong, saya terlelap hingga pukul 7.30. Langsung saya menuju jalur bangunan merah lagi untuk mengecek informasi museum akan dibuka. Sayangnya Museum-museum tersebut baru dibuka pukul 09.00. Saya mengkhawatirkan diri saya akan ketinggalan jadwal pesawat  dan bakal tambah kesulitan.Kemudian  saya berjalan-jalan untuk mencari sarapan dan pengganjal perut, kebetulan tempatnya dekat dengan museum kapal jadi saya bisa lihat-lihat dulu. Sesudaj itu, saya putuskan untuk melangkah pulang ke Kuala Lumpur International Airport 'KLIA'! Sepanjang perjalanan ini saya sangat mengagumi dengan kehebatan pemerintah Malaysia dalam mengatur transportasi  disana.

Sesudah di Malaysia
Banyak cerita yang mungkin tidak tersampaikan disini, banyak hal yang luar biasa yang saya dapatkan dari Malaysia. tapi hal paling luar biasa adalah kesadaran saya bahwa kalau saja fasilitas transportasi dan fasilitas pendukung pariwisata lainnya diperbaiki Indonesia jauh lebih luar biasa. percayalah kawan :) Dulu, saya punya tekad pulang membawa janji-janji kota 1 dan berhasil membuat taman bacaan. Sekarang saya pulang dengan membawa janji-janji kota jilid II Semoga lebih bermanfaat.

Terima kasih perhatiannya. :)) 

Senin, 29 Desember 2014

Lulus lulus


Berlari dan bersepeda mengajari bahwa hidup ini tidaklah selalu seperti yang kita bayangkan, banyak hal baru yang dapat kita temui di jalan. Selama ini aku hanya tenggelam dalam khayal dan bayang-bayang. Harusnya segera kuakhiri cita-cita membangun kota mandiri itu, tapi cita-cita itu mengekal dalam diri. Pemikiran yang harusnya dimiliki oleh seorang dengan kapasitas Walikota atau pemilik bisnis properti hebat. Kau? mungkin masih bakal calon.

Sekarang ini status ku mahasiswa, aku sulit sekali menyadari hal itu. aku mengakuinya. Padahal itu merupakan satu-satunya amanat orang tua yang pernah ku ingat selama ini selain menjadi anak yang soleh. Di Kuliah maupun Di PPSDMS Ambil bekal secukupnya. Tugas kesini adalah belajar, Lakukan yang terbaik lalu lulus. Totalitas setelah lulus kelak.

Bandung ini cocok sekali dengan Lampung Tengah karena tidak memiliki daerah pantai atau "Landlock", untuk soal perdagangan Lampung Tengah masih bisa diandalkan karena lokasinya yang strategis. Aku ingin mengembangkan Lampung Tengah dengan Properti, Industri, Pendidikan, dan Pariwisata yang baik. Semua itu bisa dipelajari dari Bandung. 

1. Bisnis Pariwisata: Potensinya luar biasa sayang permasalahan dominan di Indonesia dari Infrastruktur dan promosinya, Fokus pada sektor transportasi alternatif, promosi, dan sarana penunjang lainnya. Yang bisa dilakukan di Bandung dalam 2 tahun: Bisnis Souvenir Bandung, dan Jasa Wisata.

2. Bisnis Pendidikan : Kebutuhannya sangat luar biasa sayang kualitasnya masih rendah kalaupun ada biayanya tinggi. Fokus pada penyediaan lembaga pendidikan berorientasi pengembangan kepribadian sesuai potensi yang memiliki kapabilitas baik. Yang bisa dilakukan di Bandung dalam 2 tahun: Buat Comdev Kelas Akhlaq dan Cita-cita.

3. Bidang Properti : Kebutuhan dalam skala nasional sangat potensial, tapi di Bandung perlu pengembangan bangunan vertikal. Yang bisa dilakukan di Bandung dalam 2 tahun: Membuat minimal satu saja rumah susun yang nyaman dengan ruang tamu dan 3 kamar.

4. Bidang Industri : Saya melihat Industri sebagai solusi dan juga ciri khas untuk mengembangkan perekonomian sebuah daerah. Lampung punya potensi dalam sektor agribisnis. Yang bisa dilakukan di Bandung dalam 2 tahun: Pelajari perdagangan internasional dan bangun jaringan kuat untuk merintis Industri di Lampung. Industri pertama Industri dirgantara yang punya standar keselamatan tinggi.

Sekian, tolong di Aamiin kan ya teman-teman. dan apabila ada yang tertarik untuk bekerja sama  atau berjuang bersama? silahkan kirim pesan ke irsyaadyadi@gmail.com. Terima Kasih