Selasa, 24 Maret 2015

Sarapan Sehat ala Rasulullah

Rasulullah telah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Prof. Dr. Musthofa Rimadhon memberikan beberapa gambaran pola hidup sehat Rasulullah berdasarkan berbagai riwayat yang bisa dipercaya, sebagai berikut:
  1. Asupan awal kedalam tubuh Rasulullah adalah udara segar pada waktu subuh. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan qiyamul lail. Para pakar kesehatan menyatakan, udara sepertiga malam terakhir sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh. Hal itu sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya selama seharian punuh.
  2. Di pagi hari pula Rasulullah saw membuka menu sarapannya dengan segelas air dingin yang dicampur dengan sesendok madu asli. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.
  3. Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah senantiasa mengonsumsi tujuh butih kurma.
  4. Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak zaitun. Selain itu, Rasulullah juga mengonsumi makanan pokok seperti roti. Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan. Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.
  5. Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.
  6. Rasulullah saw tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna.

Kamis, 19 Maret 2015

Bahwa gelap tak selalu jahat!

Aku teringat perkataan Rere, katanya "Wajahmu terlihat dewasa syad, tapi enggak tau yang lainnya". Aku sendiri merasa ada sesuatu yang keluar dari diriku, sebuah hal yang hitam namun memberikan pondasi pada pribadi yang lebih teguh. Terutama setelah membaca buku 'Senja di Jakarta' karya Mochtar Lubis. Dalam bukunya dibahas bagaimana kehidupan yang sebenarnya, kehidupan di kala senja. Rasanya aku telah membangkitkan hitamku, membuat garis diwajahku menjadi berbeda. Akan tetapi, kerinduan itu akan selalu ada. Entah untuk siapa. 

Bedanya kali ini aku lebih tenang, aku lebih bisa menguasai diriku. Rasanya nyaman terbebani seperti ini. Ini sisi gelapku, dan aku mulai bisa memakluminya; Bahwa gelap tak selalu jahat!

Rabu, 18 Maret 2015

18 Maret 2015

Rumah Inspirasi, Rumah Kepemimpinan, Rumah Imperium
semuanya bergerak ke arah perbaikan negeri ini.
Mungkin tidak banyak orang yang akan berfikir seperti kita,
dan untuk itulah kita harus berjuang untuk menjadi lebih kuat.

Aku harus lebih kuat,
aku harus lebih hormat,
dan aku harus lebih taat.
Ini tentang Sinergi antara pencapaian dunia dan kedekatan dengan ilahi.

Aku tidak akan berlambat-lambatan lagi,
Aku akan bekerja keras untuk semuanya,
Bahkan jika nanti tidak juga kutemukan teman hidup itu,
Aku yakin tuhan akan selalu menyimpannya.

Memimpin adalah menderita, Leiden.
Tapi itulah aku dan memang disana diriku.
Aku masih tak tahu bagaimana mengucapkannya.
Aku akan berjuang benar-benar berjuang.

Selasa, 17 Maret 2015

Mochtar Lubis, dan Indonesia Kini

Mochtar Lubis wartawan yang  independen menulis berita, tidak pernah mau jadi anggota partai politik, keras kepala ["memilih" dipenjara sembilan tahun semasa rezim Presiden Soekarno dan korannya, Indonesia Raya, diberedel sampai tujuh kali daripada tidak menulis kebenaran karena disuap penguasa], benci dengan kemunafikan orang Indonesia, dsb. Tetapi, tentu saja yang kuperbuat dalam jurnalisme tidak seberapa dibandingkan dengan yang Mochtar telah lakukan selama hidupnya. (Baca Lebih Jauh) 

Pada bagian awal buku 'Senja di Jakarta' dikisahkan empat cerita dengan tokoh yang berbeda; Dua orang sahabat yang berprofesi sebagai pemulung di pusat pembuangan sampah akhir, bapak kusir delman yang berjuang demi membiayai keluarganya, diplomat muda yang main belakang dengan istri kedua ayahnya, dan keluarga yang kesusahan untuk mendapatkan rumah yang layak karena mempertahankan idealisme 'anti-korupsinya'. Semua kisah yang berbeda-beda itu terjadi di ibukota, pada sebuah Senja di Jakarta. 

Lewat tulisan-tulisannya saya melihat kebobrokan moral yang terjadi di berbagai kalangan; kebanyakan golongan kaya adalah kalangan paling bejat di Ibukota, kebanyakan mereka memanfaatkan jabatan lewat jalur kepartaian dan memakan kesempatan orang dibawahnya tapi harus bersiap-siap dimakan juga, sementara orang yang miskin makin miskin tak sanggup membayar hutang makan siangnya yang sudah berminggu-minggu, pegawai negeri yang idealis itupun akhirnya terpaksa melanggar tekadnya demi kebahagiaan isterinya dan kebaikan keluarganya. 

Jika dalam survei 100 orang memerlukan serendah-rendahnya 10 orang yang disurvei, maka Jakarta adalah Indonesia karena mendapat kucuran dana 70triliun dari 636triliun total dana yang di transfer ke daerah belum lagi proyek nasional yang dilakukan di Jakarta. Itulah Jakarta dimana para politikus dan orang yang berkuasa di Indonesia berkumpul didalamnya, kejadian KPK, masalah makroekonomi dan hiruk pikuk berita nasional hari ini adalah akumulatif dari permasalahan masa lalu. Inilah negeri kita yang memang sudah banyak masalah kenapa kita masih bertegang pendapat? 

Banyak orang yang bicara tentang masalah negeri tanpa beraksi layaknya keburukan-keburukan  dalam buku Senja di Jakarta karya Mochtar Lubis yang ditutup-tutupi. Masalah akan tetap menjadi masalah jika tidak diimbangi tanpa solusi. Jika diibaratkan sebuah pensil, Aku khawatir perdebatan yang semakin meruncing namun tidak ditindak lanjuti dengan aksi kemudian hanya akan membuat pensil itu habis sebelum digunakan untuk membuat karya bernama Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

Maka renungkanlah dalam-dalam kata 'mulai dari diri sendiri' dan 'mulai dari saat ini' karena perbaikan dimulai dari situ, bersyukurlah anda dikarunia keprihatinan terhadap bangsa ini dan jangan sombong. Aku disini siap berdiskusi dan mulai menyusun langkah, ada yang sudah aku kerjakan dan ada yang masih dalam persiapan. Andai kita semua bergerak untuk tujuan yang sama maka mudah-mudahan kelak kita akan bertemu pada tempat yang sama.

Senin, 16 Maret 2015

Tanggung Jawab

Hari ini aku menemukan kondisi dimana sebuah tanggung jawab merupakan bagian tanggung jawab lainnya. Ceritanya hari ini seorang dosen menyampaikan betapa banyaknya informasi keagamaan yang berisi nilai-nilai keagamaan justru menjurus pada hal provokatif. Kemudian, beliau menegaskan bahwa tanggung jawab memberitahukan adalah tanggung jawab orang tua jadi tidak perlu saling memperdebatkan prinsip. Lantas, bagaimana tanggung jawab atas ilmu dan pengetahuan yang kita miliki?. Apa lebih baik jika tidak memiliki ilmu saja, tapi bagaimana tanggung jawab atas waktu yang tidak kita gunakan untuk mencari ilmu?.

Dalam kisah Sahabat Rasullullah, dia menjelaskan bahwa kehidupan didunia itu harus berhati-hati layaknya kita berjalan di taman berduri. Semua hal perlu dipikirkan matang-matang landasannya agar tidak salah langkah. Inilah hidup yang harus penuh tanggung jawab atas amanah, Inilah kesempatan mengambil pelajaran berharga agar bertanggung jawab atas jabatan yang selama ini diberikan; Jiwa Raga, Islam, dan Mahasiswa. Semoga aku ingat betul amanah tersebut.

Rabu, 18 Februari 2015

Resume Buku: Potret Singapura dalam Kacamata Permasalahan Bangsa

Singapura telah menjadi tujuan destinasi kunjungan dinas dikalangan pemerintah pusat dan daerah, biasanya kebanyakan birokrat ingin menerapkan sistem kebersihan dan ketertiban yang serupa di Indonesia. Persoalan negeri ini bukan terletak pada sumber keuangan, tidak juga pada tenaga ahli yang bisa disewa, maupun rekayasa peraturan yang bisa dilakukan agar bisa mensejajarkan diri setara dengan Singapura.

Permasalahan bangsa ini – jika dibandingkan dengan Singapura – terletak pada ketahanan nasional yang belum dapat dibentuk dengan baik karena tidak adanya kesepahaman antara semua kekuatan politik bangsa dengan pemerintah yang berkuasa. Di bidang politik luar negeri, Singapura mampu bersikap Pragmatis dengan menghargai perkembangan apapun dan terbebas dari ideologi atau dogma mana pun; Waspada atas perubahan apapun di dunia, seperti struktur politik dan ekonomi global; dan memiliki perencanaan kedepan (futuris) dengan melakukan berbagai pengkajian skenario masa depan.

Jumat, 13 Februari 2015

Prasangka

Maha suci Allah dengan segala pemberian prasangkanya
dengan segala hal yang sempat kami kira kebetulan
adalah Engkau yang menciptakan manusia
maka engkau yang maha mengerti tentang cinta

Maafkan kami yang lebih sering sok tahu
Bahkan-bahkan hingga melupakan perintah Mu
Maafkan kami yang lebih sering teralihkan dari Mu
padahal cinta nyatanya berasal dari Mu

Semoga Engkau mengampuni kami
dosa-dosa orang yang mau jujur akan dirinya sendiri
sering kami tak kuasa hingga bertanya pada diri sendiri
Apakah ini akan berakhir atau justru baru dimulai?

Senin, 09 Februari 2015

Mata Air Ilmu

Belakangan sering timbul keinginan untuk lebih banyak membaca buku seperti kehausan akan ilmu. akan tetapi, sampai saat ini memang belum berhasil menemukan mata air ilmu tersebut. Memang ada tapi hanya saja belum ditemukan. Dan kembali lagi saya membuat tulisan sebagai rangkaian pertanyaan-pertanyaan, Apa yang dapat menghapus dahaga tersebut?

1. Membaca Al-Quran beserta artinya
2. Membaca risalah kehidupan Rasulullah dan Sahabat
3. Membaca karya sastra?
4. Mendengarkan musik bersemangat??
5. Berlari, berjalan, berteriak???
6. Berkunjung ketempat-tempat lain.

Mata air itu abadi, ilmu juga seperti itu. Alhamdulillah, sepertinya musik yang bersemangat yang menemani penulisan ini dapat mengantarkan diri ini menuju mata air tersebut. Maha suci Allah.



Menurutmu mata air ilmu seperti apa yang dapat menghapus dahaga ketika kalian haus akan ilmu?

Rabu, 28 Januari 2015

Kamis, 22 Januari 2015

Yakin jadi Developer

Bismillahirrahmanirrahim, Insyaallah dengan ini saya yakin untuk terjun di dunia developer properti. Karena beberapa alasan yang sangat kuat:

1. Merupakan passion saya
2. Menjadi modal finansial untuk membangun sebuah keluarga
3. Untuk mendukung berbagai kegiatan sosial saya, terutama terkait pelaksanaan harian Taman Bacaan 'Jedun'
4. Mengisi waktu kosong selama kuliah agar lebih bermanfaat

Semoga semakin jelas dan semakin mantap tekadnya. Bismillahirrahmanirrahim :)

Jumat, 16 Januari 2015

Sekoteng Bandrek

Pernahkah kau berada dalam situasi yang buntu, semua terasa begitu sulit, begitu tidak menyenangkan, hambar, kosong bahkan menakutkan?
Itu adalah saat اللّه mengizinkan kau untuk diuji, Dan اللّه ingin mendengar rintihan serta do'amu agar kau menyadari akan keberadaan-NYA....
Karena Ia tahu kau sudah mulai melupakan-NYA dalam kesenangan
(QS 47:31, 32:21).

Sekoteng dan perjalanan mengejar harapan

Setelah selesai bermain futsal rasanya enak sekali jika bisa menemukan tukang sekoteng, obrolan dengan kang Madi yang melatarbelakangi semua ini. Setelah mengantar kang Madi ke asrama, saya langsung mencari dimana kira-kira tukang sekoteng mangkal. Kalau di Bandar Lampung memang ada yang khusus mangkal. Dengan optimisme saya mengendarai motor tenang dengan target menuju simpang Dago. Sebelum pertigaan, masih di jalan tubagus ismail saya berfikir begini mungkin perjuangan mengejar seseuatu atau seseorang yang kita inginkan, secerdas apa kita mencarinya. Fikiran pun mulai memetakan kondisi saat itu dengan permasalahan yang saya hadapi saat ini. Jangan-jangan ini kesempatan dari Allah bagi saya untuk mengambil pelajaran.

Minggu, 04 Januari 2015

Aku, Dirimu, Dirinya

Belum lama berkenalan, dan seperti biasa gampang kegeeran sampai sudah merasa menemukan. Banyak sekali kebetulan-kebetulan yang tidak disengaja justru mempertemukan. Awalnya terasa dekat, lalu setelah minggu-minggu yang luar biasa itu aku niatkan untuk menjauh. Ternyata waktu berkata lain, pelan-pelan dipertemukan lagi dan terjadi saling pandang yang 'ah sudahlah' haha. 

Saya coba membuka lagi pesan-pesan lama, untuk menemukan cara bagaimana harus meyakinkan langkah yang selanjutnya harus diambil. Sayang ternyata sudah hilang semua. Sampai akhir-akhir ini selalu terngiang lagu yang liriknya 'aku, dirimu, dirinya' entah dari mana pertama kali mendengarnya. Baru saja aku cari di internet potongan lirik yang teringat yaitu aku, dirimu, dirinya; dan ternyata memang itu judul lagunya. Lalu setelah nonton videonya untuk pertama kali, video lagu ini sangat saya sekali. Subhanallah.

Ini saya bagikan, Selamat menyaksikan :)

Rabu, 31 Desember 2014

Sebungkus Cerita Perjalanan ke Malaysia Bersama PPSDMS Regional 2 Bandung

Bismillahirrahmanirrahim,

Pada akhir bulan desember ini saya bersama rombongan PPSDMS Regional 2 Bandung angkatan VII mengunjungi Malaysia dengan tujuan saling mengenal lebih dalam berbagai aspek mengenai Indonesia dan Malaysia. Akan tetapi, kegiatan ini juga didorong oleh keinginan kami agar dapat bersama-sama keluar negeri melanjutkan program "Bandung Go to Sky" yang telah dirintis angkatan sebelumnya ke Turki. Banyak sekali hal yang dapat kami ambil sebagai pelajaran dari Malaysia, beberapa hal seperti perjuangan untuk sebelum ke Malaysia, di Malaysia, dan sesudahnya akan saya sampaikan disini. Selamat Menikmati :)

Sebelum ke Malaysia

Perjalanan ke Malaysia ini sebetulnya dimulai dari deklarasi kami semua yang akan mengunjungi dua negara yaitu Malaysia dan Jepang bersama-sama. Kami semua memberikan tanda tangan dengan semangat dan saling berjanji untuk mewujudkannya (Walau enggak sedramatis itu sih hehe). Sampai suatu waktu kesepakatan forum memutuskan kita akan berangkat ke Malaysia lewat kerjasama  dengan elemen mahasiswa dari Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) untuk mengenalkan budaya satu dengan yang lain, waktu itu rancangan kegiatannya akan diisi festival kuliner Indonesia-Malaysia, Penampilan budaya (Kami sendiri membawa angklung) dan diskusi tematik.


Cerita paling seru di episode ini menurut saya terletak pada keputusan pribadi untuk berangkat ke Malaysia sementara belum ada kepastian lebih lanjut mengenai rangkaian kegiatannya. Sebelumnya, saya sempat menyampaikan keberatan karena kegiatan ini seperti terlalu dipaksakan . akan tetapi, momentum perubahan terjadi ketika saya tahu bahwa rencana Bandung Boys -panggilan peserta PPSDMS R2 Bandung- untuk ke Malaysia sudah terpublikasi secara nasional di lingkup PPSDMS pusat. Nah, silahkan berkomentar tapi waktu itu yang terbersit dalam benak saya adalah "Ini soal nama baik". Alhamdulillah pada bulan oktober itu juga saya masih mempunyai endapan uang di rekening uang sekitar 1 juta untuk membeli tiket. 

Sudah hampir 2 bulan dan tak terasa begitu saja 10 hari lagi kami akan berangkat, Alhamdulillah saya sudah beli sejak lama. Benar sekali pepatah lebih baik bersusah susah dahulu baru kemudian bersenang-senang. Akhirnya, berbagai dokumen pun seperti paspor dan e-ticket pesawat saya siapkan. Barang-barang seperti pakaian, perlengkapan dokumentasi, makanan secukupnya, dan barang pendukung lainnya satu persatu saya masukan ke tas Carrier, Kita siap berangkat jom! haha.

FYI: saya berangkat dari Jatinangor menggunakan bus Primajasa dan dilanjutkan damri Bandara, estimasinya per desember 2014 kurang dari 100.000 rupiah. Hemat banget bos hehe :)) 

Saat di Malaysia

"Kalau perlu tidak tidur di Malaysia"

Cuma kalimat itu yang ada dikepala saya karena di Malaysia hanya 3 hari 2 malam saja. Dengan keterbatasan waktu itu saya berharap mendapatkan pengalaman yang maksimal. Alhamdulillah, akhirnya kami tiba di bandara Malaysia tepat waktu. tepat waktu dini hari pukul 1;55 ketika nyaris tak ada aktivitas lagi. Apa yang bisa dilakukan? tidur? yak tepat. Kami bersebelas yang berangkat tanggal 25 malam itu memutuskan tidur terlebih dahulu sebelum menyusul kloter 1, dan 2.

Saking tidak mau tidurnya baru satu jam saya terbangun dan pelan-pelan membangunkan teman yang lain. Setelah sholat tahajud saya bersama firman, dan iki berangkat untuk mencari tiket kereta KLIA transit ke Kuala Lumpur yang transit di Putra Jaya agar lebih murah. Ketika 7 menit lagi kereta akan berangkat Pimgi masih belum selesai sholat karena sebelumnya menjaga tas kami. luar biasanya sudah lari-lari rupanya kami salah masuk lift, jadi kami harus naik ekskalator untuk masuk ke stasiun yang tepat berada disisi kanan kami. Begitu kami sampai ekskalator untuk turun ke stasiun terdengar suara kereta yang akan berangkat, dan benar saja itu merupakan kereta yang seharusnya kami naiki.
Pelajaran #1 Jangan telat sedikitpun.


Sampai di Kuala Lumpur ternyata kami harus ke Taman Melati karena ada perubahan jadwal, Pada kesempatan itu kami mengunjungi Komunitas Merah Putih Indonesia dan berdiskusi mengenai banyak hal terutama mengenai nasib WNI di Malaysia. Komunitas Merah Putih Indonesia adalah yayasan yang terdaftar secara resmi di bawah kedutaan Indonesia di Malaysia sebagai organisasi sosial yang aktif dalam memperjuang nasib WNI.

Sayang di hari itu banyak waktu terbuang dalam perjalanan. Pelajaran #2 Perencanaan harus matang dan jangan berubah mendadak-dadak. oleh karenanya beberapa dari kami yang akan pulang lebih cepat memutuskan untuk mengunjung Kuala lumpur larut malam untuk setidaknya mengambil gambar di menara Petronas. alhamdulillah semuanya dapat, semua dari kami menuliskan pesan-pesan untuk keluarga, organisasinya dengan latar belakang menara Petronas. Setelah itu, kami menyempatkan diri makan di Up Town. Malam yang hebat.

Besoknya kami berangkat ke Melaka, disana kami berencana akan bermain angklung dan mengunjungi situs-situs bersejarah. Sekitar jam 17.00 kita sampai di jantung pariwisata kota melaka, wilayah bangunan merahnya. Setelah itu kami menyiapkan diri untuk menampilkan angklung bersama-sama didepan kincir air. Disana kami membawakan dua lagu, namun karena hujan juga yang semakin deras dan waktu yang kian mengkhawatirkan kami menyegerakannya. Alhamdulillah respon dari turis lain juga cukup tinggi, mungkin lain kali kita perlu bawa kota sumbangan itu karena banyak diantara mereka tertarik dan ingin tau lebih jauh soal angklung. dibawah ini ada beberapa foto kami. 







Menjelang maghrib, saya berpisah dengan rombongan yang mulai meninggalkan Melaka melalui jalur Jongker street. Ternyata di jalur Jongker street tersebut banyak sekali pengunjung yang berasal dari berbagai ras terutama didominasi ras asia, disana saya 'seakan-akan' bisa membedakan mana orang Tiongkok, Jepang, Korea, bahkan Thailand. Meskipun sama-sama sipit, terdapat perbedaan yang khas dari mata mereka. Tanpa sadar langkah saya sudah membawa saya sampai ke surau didepan bangunan merah, disana juga terlihat rombongan pelajar dari Jepang yang benar-benar menghabiskan ruang trotoar dengan jumlahnya yang lebih dari 300 orang sambil bernyanyi-nyanyi. Kawai-Kawai.

Waktu sudah agak malam dan saya juga belum sholat maghrib, Bukannya tidak mau meng-qada shalat karena ada kemudahan yang disediakan oleh Allah namun masih ada situasi yang lebih darurat yang lebih pantas kita qada shalatnya seperti menggunakan bis umum atau sedang di pesawat terbang. Mencari mesjid atau surau yang sekelas musholla cukup sulit baik di Kuala Lumpur maupun di Melaya, saya perlu melewati kawasan museum dan taman kota yang sangat rindang yang dipenuhi kendaraan wisata yang diberi lampu terang dan lengkap dengan musiknya. Sebuah menara bernama TamingSari menggoda saya untuk naik, menara tersebut memiliki sebuah bagian oval yang dapat bergerak naik turun dan berputar 360% sesuai dengan harganya yang 20 ringgit.

Setelah puas melihat pemandangan kota Melaka dari bukit ke sungai hingga lautnya dari atas saya berkunjung ke pusat kuliner seafood dan kerajinan tangan. Pertama, saya langsung membeli oleh-oleh gantungan kunci karena khawatir besok akan padat sekali, kemudian saya memesan telor ikan karena banyak pengunjung disana memesan itu juga. Ternyata rasanya enak bahkan saya sampai tambah nasi (seharga RM 3), dan ketika hampir habis setengah saya berfikir ini ikan apa yang crispynya sampai seperti ini dan punya banyak bulatan-bulatan kecil. Ya Allah, rupanya pesanan telor ikan saya itu benar-benar telur ikan. saya fikir itu adalah ikan tenggiri saja karena ada telur asin juga dalam nasi yang disajikan. akhirnya, nafsu makan saya hilang seketika.

Setelah sholat Isya disebuah pusat perbelanjaan saya memutuskan untuk menginap di McD Melaka yang 24 jam karena saya belum sempat memesan hotel dan saya fikir pasti sudah banyak yang 'full booked'. Oleh karena itu, setelah saya memesan kentang goreng dan cola saya langsung mengambil posisi tidur duduk dengan buku dihadapan saya agar terlihat tidak sengaja tertidur. Alhamdulillah saya bisa tidur juga walaupun sesekali Aa tukang bersih-bersihnya mendehem atau mengeraskan suara ketika memberesken meja disamping meja saya. Tapi tak apalah :)


Akhirnya, setelah tidak kuat lagi membohongi diri karena dari pukul 3-4 pagi tidak bisa tidur juga mungkin karena cemas. saya memutuskan untuk mencari mesjid untuk sembahyang tahajud. Sayangnya, setelah berjalan nyaris 1 kilometer saya belum juga menemukan mesjid saya memutuskan untuk pergi ke surau di dekat menara Tamingsari. Itupun di kunci. Apa boleh buat saya gelar alas untuk sholat di depan surau tersebut. Dalam suasana pagi tersebut saya merasakan malam yang tenang, beberapa saung dan bangku taman diisi oleh orang yang kelihatannya punya nasib kurang baik. Aku terus berjalan kembali ke arah bangunan merah untuk menantikan subuh di Surau bangunan merah agar dapat sekaligus mengunjungi Museum-museum yang terkenal disana. Ternyata hasilnya sama, tidak ada adzan di surau itu dan saya tidak tahu ada mesjid di mana lagi. ketika hampir seluruh badan mengiyakan untuk melanjutk
an istirahat, dorongan tekad dan suasana sekitar mendukung saya untuk melangkah. Saat itu, total saya sudah di Malaysia selama 2 hari dan baru tidur maksimal 5 jam. Menurut saya, ini adalah prestasi bagi saya yang memerlukan banyak istirahat.


Setelah dicari-cari saya menemukan Mesjid Keling untuk solat Subuh sekitar pukul 6 di Melaka. Mesjidnya sangat Indah dengan ornamen-ornamen India dan ada Wi-Finya, Wi-Fi bro subhanallah. tapi badan rupanya tidak bisa bohong, saya terlelap hingga pukul 7.30. Langsung saya menuju jalur bangunan merah lagi untuk mengecek informasi museum akan dibuka. Sayangnya Museum-museum tersebut baru dibuka pukul 09.00. Saya mengkhawatirkan diri saya akan ketinggalan jadwal pesawat  dan bakal tambah kesulitan.Kemudian  saya berjalan-jalan untuk mencari sarapan dan pengganjal perut, kebetulan tempatnya dekat dengan museum kapal jadi saya bisa lihat-lihat dulu. Sesudaj itu, saya putuskan untuk melangkah pulang ke Kuala Lumpur International Airport 'KLIA'! Sepanjang perjalanan ini saya sangat mengagumi dengan kehebatan pemerintah Malaysia dalam mengatur transportasi  disana.

Sesudah di Malaysia
Banyak cerita yang mungkin tidak tersampaikan disini, banyak hal yang luar biasa yang saya dapatkan dari Malaysia. tapi hal paling luar biasa adalah kesadaran saya bahwa kalau saja fasilitas transportasi dan fasilitas pendukung pariwisata lainnya diperbaiki Indonesia jauh lebih luar biasa. percayalah kawan :) Dulu, saya punya tekad pulang membawa janji-janji kota 1 dan berhasil membuat taman bacaan. Sekarang saya pulang dengan membawa janji-janji kota jilid II Semoga lebih bermanfaat.

Terima kasih perhatiannya. :)) 

Senin, 29 Desember 2014

Lulus lulus


Berlari dan bersepeda mengajari bahwa hidup ini tidaklah selalu seperti yang kita bayangkan, banyak hal baru yang dapat kita temui di jalan. Selama ini aku hanya tenggelam dalam khayal dan bayang-bayang. Harusnya segera kuakhiri cita-cita membangun kota mandiri itu, tapi cita-cita itu mengekal dalam diri. Pemikiran yang harusnya dimiliki oleh seorang dengan kapasitas Walikota atau pemilik bisnis properti hebat. Kau? mungkin masih bakal calon.

Sekarang ini status ku mahasiswa, aku sulit sekali menyadari hal itu. aku mengakuinya. Padahal itu merupakan satu-satunya amanat orang tua yang pernah ku ingat selama ini selain menjadi anak yang soleh. Di Kuliah maupun Di PPSDMS Ambil bekal secukupnya. Tugas kesini adalah belajar, Lakukan yang terbaik lalu lulus. Totalitas setelah lulus kelak.

Bandung ini cocok sekali dengan Lampung Tengah karena tidak memiliki daerah pantai atau "Landlock", untuk soal perdagangan Lampung Tengah masih bisa diandalkan karena lokasinya yang strategis. Aku ingin mengembangkan Lampung Tengah dengan Properti, Industri, Pendidikan, dan Pariwisata yang baik. Semua itu bisa dipelajari dari Bandung. 

1. Bisnis Pariwisata: Potensinya luar biasa sayang permasalahan dominan di Indonesia dari Infrastruktur dan promosinya, Fokus pada sektor transportasi alternatif, promosi, dan sarana penunjang lainnya. Yang bisa dilakukan di Bandung dalam 2 tahun: Bisnis Souvenir Bandung, dan Jasa Wisata.

2. Bisnis Pendidikan : Kebutuhannya sangat luar biasa sayang kualitasnya masih rendah kalaupun ada biayanya tinggi. Fokus pada penyediaan lembaga pendidikan berorientasi pengembangan kepribadian sesuai potensi yang memiliki kapabilitas baik. Yang bisa dilakukan di Bandung dalam 2 tahun: Buat Comdev Kelas Akhlaq dan Cita-cita.

3. Bidang Properti : Kebutuhan dalam skala nasional sangat potensial, tapi di Bandung perlu pengembangan bangunan vertikal. Yang bisa dilakukan di Bandung dalam 2 tahun: Membuat minimal satu saja rumah susun yang nyaman dengan ruang tamu dan 3 kamar.

4. Bidang Industri : Saya melihat Industri sebagai solusi dan juga ciri khas untuk mengembangkan perekonomian sebuah daerah. Lampung punya potensi dalam sektor agribisnis. Yang bisa dilakukan di Bandung dalam 2 tahun: Pelajari perdagangan internasional dan bangun jaringan kuat untuk merintis Industri di Lampung. Industri pertama Industri dirgantara yang punya standar keselamatan tinggi.

Sekian, tolong di Aamiin kan ya teman-teman. dan apabila ada yang tertarik untuk bekerja sama  atau berjuang bersama? silahkan kirim pesan ke irsyaadyadi@gmail.com. Terima Kasih

Kamis, 18 Desember 2014

[Penting] Menuju Akhir

Mencoba menarik garis tegas menjelang akhir batas periode pencarian bahwa yang perlu dicari adalah seseorang yang memiliki keinginan cita-cita yang hampir sama dimana terasa nyaris tak mungkin menggapainya kecuali berjalan bersama. Kelak kita akan berjuang bersama, menikmati desir-desir perjuangannya.

Sabtu, 13 Desember 2014

Jalan PPSDMS

Rutinitas kegiatan di PPSDMS beserta konsekuensi perjalanan 2 jam dan sedikit waktu istirahat barangkali bukan lagi menjadi hal yang perlu dikeluhkan, rasa cinta yang terbangun karena komitmen membuahkan keikhlasan yang nyata pada akhirnya. akan tetapi ujian tidak akan pernah pernah berakhir, sekarang tinggal bagaimana kita perlu memaksimalkan aktivitas kita dalam setiap detik waktunya. lagipula manajer kami pernah bilang "Jika teman-teman masih merasa kesibukan di luar mengganggu kesibukan di asrama berarti PPSDMS sudah gagal". Jadi, lewat skema aktivitas asrama kami dilatih untuk dapat meningkatkan efektifitas kegiatan dan juga tak lupa tentang poin kontribusinya kepada masyarakat.

PPSDMS Regional 2 Bandung sekarang sudah semakin akrab, pelan-pelan kami saling coba untuk mengerti tanggung jawab satu dengan yang lainnya. juga dengan tetap dalam koridor saling mengingatkan dan berkembang, bukan pula menyerah pada kenyataan di luar dan menjadi diam di asrama. Karena Asrama adalah rumah kita, itu hal yang aku ingat dalam-dalam dari ucapan presiden asrama kedua terpilih, Muaz Almunziri. Semoga dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, menjadi pemacu para calon pemimpin ini untuk segera "menyelesaikan urusan dengan dirinya sendiri" dan membuka diskusi malam yang penuh senyum dan gagasan hebat seperti para pemimpin hebat diluar sana. Pemimpin yang raut mukanya tak menggambarkan kesusahan hati terhadap apa yang dipimpinnya, semuanya akan baik-baik saja dengan kerja keras dan pertolongan Allah S.W.T.  Setidaknya itu sudah diperlihatkan oleh angkatan 6, semoga Angkatan 7 bisa segera menyusul kakak-kakaknya. (Ada video promosi PPSDMS ini buatan angkatan 6)



O iya ada tambahan, selain karena anjuran kang furqon untuk pulang 6 hari dalam seminggu (Respect to System) yang membuat saya memiliki motivasi tambahan adalahketika menyaksikan tayangan-tayangan acara Indonesiaku di Trans 7, dibawah ini ada  dan salah satu tayangan yang paling membuat saya ingin pulang dan melatih diri untuk bisa berkontribusi bagi masyarakat nantinya. karena memang Indonesia kita butuh pemimpin muda, dan kita tidak perlu menjadi tua untuk itu. semoga bermanfaat, dan terima kasih :)

Selasa, 18 November 2014

Ubi Cilembu Bisnis Pertama Kita



Beberapa hari belakangan ini saya, dan Erwin (peserta PPSDMS juga) sering mengamati berbagai peluang bisnis. Sebelumnya, Saya pernah menyusun proposal bisnis "Lemari Buku Custom" namun setelah dikaji lebih jauh pasarnya bukan untuk hari ini (bagus untuk pengembangan anak perusahaan baru). Sebagai seorang mahasiswa yang masih mempunyai tanggung jawab untuk berkuliah dan ditambah lagi PPSDMS memang membuat saya pilih-pilih bisnis apa yang punya waktu senggang dan pendapatan yang tetap. Kemudian saya menemukan peluang bisnis ubi Cilembu cocok untuk dilaksanakan sekarang, dan tetap berpeluang untuk dikembangkan dimasa depan.

Potensi Ubi Cilembu di mata saya
  • Ubi Cilembu mempunyai rasa yang enak dan unik, serta kandungan gizinya baik.
  • Penggemar Ubi Cilembu tersebar di berbagai tempat
  • Komoditas pangan lokal Sumedang dan mudah menjangkau produsen 
  • Potensi Ekspor Internasional yang terbuka lebar (Permintaan terbesar datang dari Jepang, dan Korea, di Singapura bisa dihargai 112.000/porsi)
  • Biaya Modal dibawah 5 juta
  • Komoditas Ubi dapat dijadikan berbagai produk inovatif (Baca lebih lanjut)
  • Belum banyak usaha Ubi Cilembu yang memberikan sentuhan inovasi dari segi desain visual.
  • dan masih banyak lagi (Baca disini)
Meskipun berbicara di bidang perdagangannya secara umum, saya melihat peluang menjadi eksportir dan produsen sebetulnya sangat terbuka lebar. Namun, fakta yang ada produksi ubi cilembu masih perlu "digenjot" lagi. Hal ini yang perlu didiskusikan lagi, Pertimbangan waktu membuat peluang terjun di bisnis ubi cilembu sebagai pedagang lebih masuk akal.
 Rencana Kedepannya.

Cita rasa Ubi Cilembu tidak perlu diragukan lagi, tinggal kita kembangkan tampilan visual Ubi Cilembu agar konsumen lebih tertarik. Target pasar penjualan pertama usaha ini adalah di Jatinangor. Dengan konsumen kelas umur 15-24, Poin penting usaha ini terletak pada pengemasannya yang harus lebih modern ditambah lagi penyajiannya perlu dibuat sedemikian rupa agar konsumen tidak perlu kesulitan lagi membuka kulitnya.


Stand di Jatinangor harus berkonsep Modern Minimalis. Hal ini akan membuat konsumen tertarik dan dapat juga meningkatkan citra komoditas panganan lokal yang memang sudah teruji kualitasnya. Pengunjung tinggal berhenti, lalu bisa dengan mudah mendapatkan produk ini.

Menambahkan nilai lebih pada suatu produk merupakan kewajiban untuk menjadi seorang pengusaha. Semoga dengan kerja keras, gagasan ini bisa jadi monumen gagasan dengan aksi yang sangat dibutuhkan negeri ini. Terima Kasih

Rabu, 12 November 2014

Terakhir

Cinta tidak memaksa
Biar bebannya berat sekali
Cinta tidak meminta
Biar rindunya dalam sekali
Cinta adalah Cinta

Sabtu, 08 November 2014

Nama Sandi

Kawan, Pernahkah kamu merasakan sebuah rindu yang bahkan dirimu tak tahu kepada siapa rindu itu diberikan? Pernahkah kamu merasakan memiliki seseorang yang bahkan orangnya pun tak kau ketahui? atau Pernahkah kalian merasakan tidak pernah berjumpa dengannya, namun dia terasa begitu dekat? Bagaimana pendapatmu kawan?

Mungkin aku kurang memperhatikan pemilik hati yang begitu tulus itu? Sekarang aku di puncak ketenangan juga kebingungan, aku merasakan hadirnya rasa rindu yang teramat sangat nyaman itu namun tak tahu siapakah pemiliknya? Mungkinkah aku yang terlalu jumawa untuk mengakuinya?

Seketika aku teringat, Aku punya Tuhan tempatku menyembah dan meminta.

Cuma ada satu nama, setahun ini cuma satu. satu yang jadi banyak kata sandi, satu sandi yang mungkin berarti bagi masa depan kita. Siapa kamu Cinta?

Kamis, 06 November 2014

Someday

Someday I'll Found that
Someday I'll found the one
Someday im sure by the name of god
i'll found her.

someday for forever
someday from today
allday for someday
i try to find you everyday

someday we met
someday we can learn together
someday for us
someday for live and another