Jumat, 21 November 2014

Kemerdekaan diri

Bagai Sajak Kemerdekaan Milik Sapardi
Kemerdekaan itu,
Ketika anak anak kita bermain layangan dimusim kemarau
menarik mengulur dan mengadu tanpa pernah mempertanyakan kenapa harus ada yang putus

Begitulah cinta,
Dia hadir begitu saja dan kau harus percaya
Dan kau tak perlu mengatur daya upaya untuknya
kau tak perlu mempertanyakan apapun tentang cinta yang kau rasakan

tapi layaknya sebuah kemerdekaan, cinta butuh pengorbanan
tapi pejuang tidak pernah menyesalkan kematiannya meskipun kelak bangsanya hancur
kita pun harus begitu karena cinta kepada manusia tiadalah tunggal
yang tunggal cuma Allah, tuhan kita

Kemudian ketika hari demi hari berlalu
aku semakin mengerti bahwa yang kita fikir baik belum tentu berhenti disana
berjuanglah terus tapi jangan kehilangan logikamu
asal kau jaga doamu

Cinta itu Cinta
Tapi Cinta juga bisa jadi Jodoh bisa tidak, 
Karena betul jodoh ditangan tuhan,
jadi jika tidak diraih selamanya akan ditangan tuhan

Hari ini aku benar-benar merasa merdeka, bahkan dari setengah minggu kemarin.
aku selesaikan urusanku, aku pelajari.
kemudian aku temui urusan yang baru, aku pelajari.
tak banyak fikiran pekat tentang Cinta

saat semuanya bergerak
ada hal-hal yang perlu kita kejar untuk diri sendiri.
dan biarlah cinta datang silih berganti
hingga siap dan kita tidak perlu mempertanyakan apapun seperti anak pemain layangan itu :)

Selasa, 18 November 2014

Ubi Cilembu Bisnis Pertama Kita



Beberapa hari belakangan ini saya, dan Erwin (peserta PPSDMS juga) sering mengamati berbagai peluang bisnis. Sebelumnya, Saya pernah menyusun proposal bisnis "Lemari Buku Custom" namun setelah dikaji lebih jauh pasarnya bukan untuk hari ini (bagus untuk pengembangan anak perusahaan baru). Sebagai seorang mahasiswa yang masih mempunyai tanggung jawab untuk berkuliah dan ditambah lagi PPSDMS memang membuat saya pilih-pilih bisnis apa yang punya waktu senggang dan pendapatan yang tetap. Kemudian saya menemukan peluang bisnis ubi Cilembu cocok untuk dilaksanakan sekarang, dan tetap berpeluang untuk dikembangkan dimasa depan.

Potensi Ubi Cilembu di mata saya
  • Ubi Cilembu mempunyai rasa yang enak dan unik, serta kandungan gizinya baik.
  • Penggemar Ubi Cilembu tersebar di berbagai tempat
  • Komoditas pangan lokal Sumedang dan mudah menjangkau produsen 
  • Potensi Ekspor Internasional yang terbuka lebar (Permintaan terbesar datang dari Jepang, dan Korea, di Singapura bisa dihargai 112.000/porsi)
  • Biaya Modal dibawah 5 juta
  • Komoditas Ubi dapat dijadikan berbagai produk inovatif (Baca lebih lanjut)
  • Belum banyak usaha Ubi Cilembu yang memberikan sentuhan inovasi dari segi desain visual.
  • dan masih banyak lagi (Baca disini)
Meskipun berbicara di bidang perdagangannya secara umum, saya melihat peluang menjadi eksportir dan produsen sebetulnya sangat terbuka lebar. Namun, fakta yang ada produksi ubi cilembu masih perlu "digenjot" lagi. Hal ini yang perlu didiskusikan lagi, Pertimbangan waktu membuat peluang terjun di bisnis ubi cilembu sebagai pedagang lebih masuk akal.
 Rencana Kedepannya.

Cita rasa Ubi Cilembu tidak perlu diragukan lagi, tinggal kita kembangkan tampilan visual Ubi Cilembu agar konsumen lebih tertarik. Target pasar penjualan pertama usaha ini adalah di Jatinangor. Dengan konsumen kelas umur 15-24, Poin penting usaha ini terletak pada pengemasannya yang harus lebih modern ditambah lagi penyajiannya perlu dibuat sedemikian rupa agar konsumen tidak perlu kesulitan lagi membuka kulitnya.


Stand di Jatinangor harus berkonsep Modern Minimalis. Hal ini akan membuat konsumen tertarik dan dapat juga meningkatkan citra komoditas panganan lokal yang memang sudah teruji kualitasnya. Pengunjung tinggal berhenti, lalu bisa dengan mudah mendapatkan produk ini.

Menambahkan nilai lebih pada suatu produk merupakan kewajiban untuk menjadi seorang pengusaha. Semoga dengan kerja keras, gagasan ini bisa jadi monumen gagasan dengan aksi yang sangat dibutuhkan negeri ini. Terima Kasih

Rabu, 12 November 2014

Terakhir

Cinta tidak memaksa
Biar bebannya berat sekali
Cinta tidak meminta
Biar rindunya dalam sekali
Cinta adalah Cinta

Sabtu, 08 November 2014

Nama Sandi

Kawan, Pernahkah kamu merasakan sebuah rindu yang bahkan dirimu tak tahu kepada siapa rindu itu diberikan? Pernahkah kamu merasakan memiliki seseorang yang bahkan orangnya pun tak kau ketahui? atau Pernahkah kalian merasakan tidak pernah berjumpa dengannya, namun dia terasa begitu dekat? Bagaimana pendapatmu kawan?

Mungkin aku kurang memperhatikan pemilik hati yang begitu tulus itu? Sekarang aku di puncak ketenangan juga kebingungan, aku merasakan hadirnya rasa rindu yang teramat sangat nyaman itu namun tak tahu siapakah pemiliknya? Mungkinkah aku yang terlalu jumawa untuk mengakuinya?

Seketika aku teringat, Aku punya Tuhan tempatku menyembah dan meminta.

Cuma ada satu nama, setahun ini cuma satu. satu yang jadi banyak kata sandi, satu sandi yang mungkin berarti bagi masa depan kita. Siapa kamu Cinta?

Kamis, 06 November 2014

Someday

Someday I'll Found that
Someday I'll found the one
Someday im sure by the name of god
i'll found her.

someday for forever
someday from today
allday for someday
i try to find you everyday

someday we met
someday we can learn together
someday for us
someday for live and another

Selasa, 04 November 2014

Jiwa Pemberani bukan Pengecut

Jiwa Pemberani tidak melihat pornografi
Tidak melihatnya sebagai media pelarian
Pornografi adalah penyakit yang ditanamkan
Jiwa Kepengecutan yang harus diobati

Jiwa Pemberani
Menyelesaikan permasalahan dengan keteguhan
Dengan guratan wajah kepuasan pemberani,
Saya berhasil menyelesaikan masalah ini!

Allah menyukai orang-orang yang berani
Orang berani lebih disukai jika  tidak sombong
Allah menyukai orang yang tidak sombong
Orang yang mau mengakui bahwa dia butuh pertolongan-Nya

MY LIFE MY ADVENTURES IN PPSDMS


“Adrenalin tinggi” komentar rio ketika saya memutuskan mendahului sebuah kendaraan melalui pembatas jalur dan berhadapan dengan sebuah truk besar. Tanggapan Rio yang begitu terkejut membuat saya sadar bahwa indikator pertimbangan aman saya ternyata masih kurang aman bagi orang lain. Semua itu karena saat ini saya tinggal di Bandung dan harus pulang pergi Jatinangor-Bandung sekitar 30km dalam satu kali perjalan. Penuh determinisme, perjuangan, dan hal paling utama yaitu tuntutan waktu kegiatan yang nyaris tak masuk akal membuat saya mulai mengerti bahwa tantangan yang akan saya hadapi selama 2 tahun kedepan ini harus dijawab dengan jiwa seorang petualang, My Life My Adventures.

Rabu, 29 Oktober 2014

Transformasi Diri: Ucap dan Sikap

Daripada berbalur dosa bermandikan nista, saya pilih untuk menceritakan saja hal yang menjadi bahan pemikiran saya dan pengalaman dalam beberapa hari kehidupan saya di PPSDMS belakangan ini. Sayangnya niatan itu buyar juga akhirnya, saya terlalu lemah.

Transformasi diri

                Istilah Transformasi atau perubahan dari bentuk awal menuju bentuk berikutnya bisa juga disandingkan dengan perubahan diri dari kondisi awal hingga setelah perubahan tersebut. Sebelum di PPSDMS saya rasa memang cukup sering mendeklarasikan sebuah transformasi, dimulai dengan perbaikan pola belajar dan hal-hal sepele seperti membersihkan kamar tidur. Membereskan kamar tidur mempunyai efek yang luar biasa bagi transformasi diri, meskipun terlihat sederhana ketika kamar tidur rapi akan muncul rasa semangat untuk memulai hari.

                Semenjak di PPSDMS merupakan masa paling cepat saya merubah transformasi diri saya, satu hal yang saya pahami adalah saya harus menyesuaikan diri dengan kondisi di PPSDMS ini. Saya sadar teramat sadar, bahwa ada pengalaman lalu dari pengobatan jangka panjang yang membuat pribadi ini bukanlah Irsyaad yang seutuhnya. Tapi, saya selalu mencoba untuk terus menjadi lebih baik dengan meningkatkan kapasitas diri. Saya pernah melakukan survei menggunakan Damri, Motor, dan Travel untuk mendapatkan transportasi Bandung-Jatinangor yang tepat dengan kegiatan asrama. Saya melakukan semua itu bukan untuk menampilkannya didepan umum, saya sangat merasa termotivasi dengan berbagai kegiatan PPSDMS.

                Di Hari pertama PPSDMS, saya sangat merasa berat untuk bangun shalat malam dikarenakan belum terbiasa. Di hari kedua, setidaknya saya bisa mengikutinya dengan lengkap meski sedikit mengantuk. Di hari ketiga, rasa kantuk itu pun hilang. Sampai hari ini, dalam berbagai kegiatan Asrama saya hampir tidak pernah mengantuk karena saya merasa antusias dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat tsb, Andaikan saya izin untuk beristirahat itu karena saya betul-betul lelah. Saya selalu bertransformasi setelah mengevaluasi diri, salah satunya sekarang yakni dengan tidak lagi menunda-nunda pekerjaan.

Transformasi Ucap

                Sial dan untung tidak bisa ditolak, tapi Islam mengajarkan sebuah versinya sendiri: sesungguhnya orang yang beruntung ataupun berhasil mendapatkan keberhasilan, dan nama baik sesungguhnya hanya karena aibnya ditutup oleh Allah. Lantas layakkah mereka sombong dengan keberhasilan mereka itu? Tentu saja tidak.

                Hari demi hari berlalu tak terasa saya sudah 3 bulan di asrama ini, ada pengalaman pahit yang sering saya coba menjadikan sebuah pelajaran. Sebuah pelajaran dan pengalaman yang sebetulnya sudah sangat lama terjadi, namun saya belum berhasil memecakannya. Permasalahan itu adalah pandangan orang lain terhadap diri kita, saya sendiri tidak mengerti kenapa banyak orang-orang yang terus menerus menyalahkan saya dan itu tidak ditimpakan kepada orang lain – Standar ganda. Di Asrama ini pun sama, saya sering menjadi bulan-bulanan entah karena itu kebodohan saya atau ketidakmengertian mereka, atau karena memang Allah mengujiku dengan tidak menutup aibku.

                Andai catatan ini akan saya baca sendiri, saya ingin berujar mengenai aib-aib orang lain yang ditutupi oleh Allah SWT karena saya menyaksikannya sendiri. Entah apa artinya itu, barangkali ada sebuah pesan dari Allah untuk mengingatkan bahwa tidak layak kita merendahkan orang lain sekalipun jika dia salah. Dan hari ini ujian itu datang lagi, manajer asrama yang luar biasa menegurku karena jaket BEM ku tertinggal dikamarnya, dan ditambah lagu tuduhan segelas teh kotor yang dianggap juga salah saya. Saya sudah meyakinkannya bahwa itu bukan gelas saya tapi tetap saja dia berteguh pendirian, akhirnya saya fikir lebih baik mengalah dan membersihkannya daripada berdebat. Dampak dari kejadian ini sungguh luar biasa, dengan saya pendam kegeraman saya itu akhirnya saya mendekati hal dzalim itu lagi karena tertekan. Telah menjadi kebiasaan saya membuat sebuah hal sebagai bahan pikiran.

                Di lain kesempatan saya pernah diingatkan beribadah dengan cara yang sangat tidak mengenakkan, padahal disisi lain ada teman yang juga lebih perlu diingatkan namun seakan-akan berat sebelah. Lalu apa yang saya lakukan? Saya mengevaluasi diri lagi, saya memusahabahkan diri saya lagi bukan menyalahkan sistem. Perlu digaris bawahi Ini bukan tentang manajer. Kemudian saya menyimpulkan mungkin ucapan saya sering tidak mengenakkan hati orang lain hingga akhirnya itu berbalik kepada diri saya sendiri, dan akhirnya saya pilih untuk tidak banyak berbicara lagi.

Transformasi Sikap

                Tidak banyak bicara lagi, Apakah sama dengan menjadi pemurung? Ternyata jika kita lihat lagi pengalaman masa lalu, sikap pemurung itu sangat-sangat merepotkan. Didepan mata kita yang kita lihat hanyalah sorot mata yang tidak bersahabat, seakan-akan mengintai dan berkata “apaan sih ini orang?”. Andai saja semua orang dilahirkan sama kawan, pasti kita tidak akan punya masalah yang terlalu berarti kecuali membedakan orang ini dengan orang itu. Beruntung, Di dunia ini sangat banyak orang yang memiliki ketidaksempurnaan namun dapat terus bertahan hidup dan berbahagia.

                Permasalahan saya kawan kekurangan itu persis ada didepan saya, terngiang dikepala saya, dan tercermin dalam ekspresi orang yang berbicara dengan saya. Setahu saya Irsyaad itu adalah orang yang pemberani atau lebih tepatnya nekad, penuh ide, dan behati tulus tapi sayang itu tak mudah tampak dari luar dan condong mengundang pandangan negatif orang lain. Demi Allah saya bukan kesal ataupun marah kepada kalian, saya justru merasa malu kepada fisik saya sendiri. meskipun pada akhirnya saya tahu jiwa dan fisik itu merupakan satu bagian, yang dapat dibangkitkan ketika padang masyar dibuka sebagaimana dalam ayat-Nya.

                Mungkin karena itu juga saya menjadi sering tidak dapat menahan emosi, dan lagi-lagi itu hanya akan menimbukan masalah yang lebih besar yang akan menyulitkan kehidupan saya dalam rangka mencari bekal untuk di Akhirat. Maka saya akan mencoba tersenyum sebaik mungkin dan bersikap setepat mungkin. Biarlah sebuah senyuman yang mengiris hati itu menjadi bukti bahwa aku sungguh bersyukur atas rahmatnya dan berharap mendapatkan ridhonya di akherat nanti. Harapan saya satu, semoga teman-teman bisa mendukung manusia yang ingin memperbaiki diri ini. Jangan memakinya telebih dahulu. Terima Kasih kawan.


Selamat tinggal Irsyaad yang lalu, kita akan segera bertransformasi lagi!

Sabar Sad

Ketika lelah,
Teriakan lembut-lembut ini.

Sabar sad, sedikit lagi dia pasti datang.
Sabar Sad, sediki lagi dia pasti datang.
Sabar sad dia pasti datang,
Sedikit lagi sad .

Meski tidak ada satu namapun yang tertuju,
Tak satu gerik pun terbayang.
Meski jiwa ini kadang malu sendiri,
Tak satupun rasanya akan datang.

Sabar sad, sedikit lagi dia pasti datang.
Sabar Sad, sediki lagi dia pasti datang.
Sedikit lagi,
Sabar sad dia pasti datang.

Karena kita punya Allah,
Karena kita punya rahmatNya.


Sabar sad sedikit lagi pasti akan datang.

Selasa, 28 Oktober 2014

Koran Jakarta

Serius
Keren
Kalem

harusnya gue seperti itu.

kadang terfikir apakah jiwa ini terpenjarakan dalam tubuh.
atau memang jiwa ini masih terpendam terlalu dalam.

ya allah tolong datangkan orang yang membawa kabar gembira itu
seperti koran jakarta mengisi semangat orang-orang disana