Kamis, 17 April 2014

Hari Awal Perjuangan

Unik sekali menggambarkan hari ini. Hari terpanjang seminggu ini. Ini hari kedua semenjak kesepakatan saya untuk memerangi hawa nafsu agar tidak menjadi orang yang berlebihan. Hari ini berhasil juga untuk 'stay' dikampus agar dapat semakin banyak momen yang berharga. Alhamdulillah

Tadi senja saya lihat ada bayangan diri saya pada giffar saat bertanya kepada segerombolan anak mengapa bisa padam listrik, Semuanya terlihat seperti film berulang ketika giffar dikelilingi anak-anak kecil itu. Tapi, entah kenapa hal itu belum menarik hati lagi. Hanya terbersit rasa lucu dan kangen akan masa-masa itu. Orang ini bukanlah orang yang dulu, sudah terlalu banyak berputar mungkin kurang pelumas. Hari ini juga saya kagum dengan faris yang punya waktu banyak demi kawannya. Hanya kagum, tapi saya tahu bukan itu yang ingin saya lakukan.

Orang bilang kebahagiaan itu dijembut bukan datang sendiri? Saya menyangsikannya, malam ini Allah dengan baik hati memberikan anugerahnya berupa langit malam yang tak gelap, tetapi benderang menawan diantara bintang dan bulan bulat terang. Kebahagiaan itu tinggal sebarapa hebatnya kapasitas menerima sebuah karunia sebagai kebahagiaan. Kebahagiaan itu ada disetiap saat seperti saat ini.

Walau tadi sempat berdebar-debar dan ingin bertemu dengan kamu. Saya teguhkan untuk tidak terlebih dahulu, bersabarlah. Bersabarlah karena kebhagiaan aa hari ini juga karena buah kesabaran. Jika harus semakin lama bersabar, percayalah bahwa Allah tidak tidur , Dia yang mengetahui.

Baiklah, Ini adalah hari yang membahagiakan. Sekian :)

Selasa, 08 April 2014

Kembalinya Mimpi ini digabung dengan cinta kepada Allah, dan lagu One Republic-Counting Star. pasti akan jadi kekuatan besar yang akan selalu membuatku bangun subuh. Insyaallah, Insyaallah!!


Setelah melalui titik nadir terendah kehidupan, sampai-sampai memutuskan untuk berhenti bermimpi. Lalu, ketika sebuah Cinta hadir dan mengacaukan radar segalanya. 

Semoga pengalaman ini jadi pondasi yang bagus kedepannya, penderitaan yang dalam telah memperlihatkan lubang mana saja yang harus kita tutup dengan baik. 

Bukan waktunya menjadi lemah seperti ini, berbahagialah kawan. Jangan sampai buat Allah menyesal membumikan kita, insyaallah tidak akan!!

Let's Do Something MeaningfulL!!! LOL

Minggu, 06 April 2014

Kita tetap Sahabat Indonesia

Untung mimpinya terlalu tinggi, jadi tak mudah terpangkas dirinya

Walaupun pada akhirnya jiwa itu mengalah, dia lelah.
Dia membutuhkan sesuatu yang seperti itu juga kau butuhkan
Dia butuh cinta, dia tahu itu.
Dia berusaha mengejarnya, 

Semoga tuhannya memberikan kesempatan padanya 
Aku mendoakannya agar mendapatkannya sebelum dia menghilang
Tapi sayang kau Indonesia,kau adalah sebuah benda mati
 kau tak bisa berbuat apa-apa.

Kau bilang kau bukan benda mati? Sekarang kau bisa apa?
Kita memang berbeda tak seperti dulu.
Tapi tenang kita adalah sahabat, aku akan tetap ada untukmu.
Saat dia menemukan cintanya, kau akan mendapatkan bagianmu

Tapi apa yang bisa kau beri?
Sudahlah,
jika semua itu terwujud nanti aku anggap semua itu
sebagai bentuk sedekahku terhadap anugrah Tuhanku.


6 Maret 2014 – Saat aku tak ingin bercakap dengannya.

Sabtu, 22 Maret 2014

The "Real" Spirit My Own Movie

Spirit Stallion Of The Cimmaron
Dari awal kenal justru malah buat semangat untuk buat ini buat itu, beranngkat sampai jauh dan bersemangat ikut kegiatan-kegiatan barangkali itu karena dia. Walaupun waktu itu memang belum terlalu terasa karena hanya melakukanya saja tanpa banyak berfikir. Beruntung, kita diiberikan kesempatan untuk mempelajari masa lalu. Maka, hari ini atau kedepannya tak boleh lagi ada sedih dan banyak melamun, yang ada haruslah semangat lewat kata-kata, lewat langkah-langkah. Urusan dia biar sajalah, kalau sama-sama bergeraknya ke-Allah bisa jadi kita dapat berlari bersama.

Rabu, 12 Maret 2014

Duduk di Langit

Ini adalah sajak tentang kegiatan saya akhir-akhir ini
bercerita tentang romantika hidup di dunia nyata
menyikap rahasia dukungan alam semesta
dalam gabungan trilogi kisah cinta, cita, dan kehidupan ini

Duduk di Langit, ini adalah nyata!
dengan karpet biru, aku kini di langit
bayangkan! presiden dan timnya dibawahku sedang serius berdiskusi
tapi itu tak membuatku tertarik, karena tulisan ini harus segera kuselesaikan

Tapi andai aku bisa duduk di langit
ingin ku lihat sedang apa wanita itu
ingin ku amati apakah dia mengalaminya
sebuah hal yang mengguncah jiwaku teramat sangat

Rasanya sebelum duduk di langit
aku masih harus belajar
belajar bagaimana melakukan hal-hal dengan efektif
dan mulai menetapkan hal menyenangkan yang akan aku tuju

Sebetulnya walaupun aku bisa duduk dilangit
aku tidak menginginkannya
karena dengan duduk di langit
hari-hari, dan kehidupan yang indah ini hanya bisa kuamati

Terima kasih ya Allah,
Engkau yang duduk di langit!
bisakah kau jatuhkan hujan di mentari yang cerah?
barangkali aku bisa menjadi yakin akan dia

Selasa, 11 Februari 2014

Berhenti Bermimpi Ber-angan Kosong

Anak tua itu berhenti sejenak
memikirkan apa yang telah dijalaninya
menimbang segala logika-nya
hingga tuhannya memberikannya petunjuk

Anak tua tadi terlalu banyak bermimpi besar
yang mana dikumpulkanyalah dalam gentong jiwa
disanalah kemudian semua cita-citanya mengendap
beberapa justru menjadi angan kosong penyakit hati

Kasihan Anak tua itu
sungguh hatinya kini menjerit
alangkah perih hidupnya
keras membeton hampa membatu

Beruntung, Anak tua itu kini terselamatkan
iya mencoba kembali menjalur
hasilnya Anak tua itu memutuskan berhenti
ia berhenti bermimpi pada tahun ke-20nya

Sungguh angan kosongnya telah menghabiskan waktunya
merenggut seluruh ruang pada gentong jiwanya
kini hanya satu tekadnya, dia ingin hidup bahagia
mewujudkan mimpi itu semampunya, semau tuhannya.

Minggu, 26 Januari 2014

Petunjuk Teka-Teki Terbesar

Dalam sebuah Permainan Teka-Teki
Selalu ada pilihan bagi pemain untuk mendapatkan petunjuk
Agar pemain dapat melanjutkan permainannya
Agar dapat meneka atau meneki Teka-Teki

Begitu pula dalam hidup
aku sangat yakin disitu ada petunjuk
sebuah hal yang datang dari maha pemberi petunjuk
aku haturkan syukur kepadanya

Lantas mungkinkah telah datang petunjuk tsb.
Kepada teka-teki terbesar hidup ini?
Teka-teki bagi persoalan paling runyam
Mengenai Cinta yang belum pernah bisa aku taklukan

Kamis, 09 Januari 2014

Visi di Dunia: Mengapa harus Indonesia?

Perhatian saya ini bergerak dari kenyataan bahwasanya rakyat dan alam Indonesia telah banyak disakiti, dizalimi!
Pengantar

Lahir dan berpulangnya manusia sungguh telah ditetapkan Allah S.W.T, hal tersebut yang ingin selalu saya tekankan pada setiap apapun yang sedang saya lakukan. Memang saya akui saya belum tahu seberapa kuat (sahih) hadist ini 'beribadahlah seakan-akan anda mati esok dan bekerjalah seakan hidup seribu tahun lagi', tetapi setidaknya saya tahu bahwa setiap muslim berkewajiban menjaga hubungan dengan allah dan sesama manusia; hablum minallah wa hablum minannas. 

Retorika diatas memang dibangun untuk mengantarkan pembaca kepada pemahaman lebih jauh mengapa tulisan ini berjudul "Visi di Dunia: Mengapa harus Indonesia?" salah satunya adalah agar kita ingat bahwa selain Visi di Dunia kita juga perlu membangun Visi di Akhirat. Hal ini bermanfaat sebagai pengingat saya sendiri, dan juga karena saya takut malahan menyesatkan rekan-rekan pembaca hingga tak lagi memiliki kesempatan beribadah karena memikirkan masalah duniawi, meskipun hal duniawi itu hal yang mulia.
-perlu digaris bawahi tentang ini di pemahaman kita masing-masing-

Visi di Dunia: Mengapa harus Indonesia?

Lahir dari latar belakang yang cukup membuat saya dengan mudah berkenalan dengan kawan dari berbagai latar belakang lainnya; dari yang sama seperti saya yaitu cukup, kemudian tidak cukup, dan sangat berkecukupan. Melalui mereka saya menyadari ada hal yang ganjil sedang terjadi di negeri ini, sesuatu yang lama-kelamaan bisa membawa Indonesia pada kondisi yang sangat buruk.

Perhatian saya ini bergerak dari kenyataan bahwasanya rakyat dan alam Indonesia telah banyak disakiti, dizalimi! Dizalimi oleh siapa? Dizalimi oleh orang Indonesia itu sendiri, dengan kebodohan dan kebutaan kita akan pengetahuan, dan tulinya telinga kita dari sebuah kebenaran. Iya, banyak dari kita memilih tuli dari kebenaran misalnya ketika hal itu menguntungkan seperti melakukan tindakan korupsi, dan masi banyak contoh lainnya, Dizalimi karena kebodohan kita dalam berperilaku dan mudahnya terhasut yang bisa membuat penderitaan rakyat bermetamorfosis dilakukan oleh selain orang Indonesia.