Kamis, 24 April 2014

Efektifitas Waktu

Halo?? Apa kabar?
Saya nggak yakin apa ada orang lain selain saya sendiri yang sering berkunjung ke blog ini. Tapi tak jadi masalah, sebab niat saya menulis ini sejatinya untuk saya sendiri. Karena dengan menulis saya dapat menangkap fikiran-fikiran saya yang melayang menjadi sebuah untaian kata yang berarti. Oleh karena itu manfaat menulis itu hadir bagi diri saya sendiri, dan saat tulisan ini bermanfaat bagi pembaca itu adalah bonus bagi anda dan juga saya.

Baiklah pada kesempatan ini saya bukan ingin banyak berbicara tentang buruknya performa saya di ujian tengah semester ini, melainkan lebih kepada apa solusinya. Hampir setiap semester saya memiliki tekad untuk memperbaiki kelemahan saya ini, namun sampai hari ini belum banyak hal yang bisa dibanggakan. Jujur itu pasti, tapi prestasi juga harus karena persaingan makin ketat. jadi, Jujur + Prestasi itu baru mantap!

Nah, melihat kondisi yang sedemikian itu. Setelah berfikir panjang, Saya menyimpulkan sebuah hal yang justru sangat sederhana  yakni saya kurang belajar. Ternyata kurang belajar yang selama ini dianggap sepele adalah inti dari permasalahan yang ada. Di semester 4 ini Konskuensi kurang belajar semakin terasa karena menyebabkan saya tidak memenuhi syarat administratif beberapa beasiswa. Tapi tekad saja tidak cukup, saya ini bukan orang yang rajinnya bawaan, dan saya tidak takut atas konskuensi kalau tidak menjalankan target. Inilah permasalahan saya.

Ada niat ada jalan. Lain lagi kata ahmad fuadi, niat sudah jelas maka terbukalah jalan. Kemudian lewat segala keagungannya Allah memberikan petunjuk bahwa yang harus ditingkatkan adalah manajemen waktunya. Karena semakin dekat seseorang dari Allah maka dia akan semakin menghindari kegiatan yang sia-sia. Jadi inilah solusinya:

Kalau orang biasa menyisihkan waktunya untuk belajar, saya ingin sebaliknya agar bisa  menyisihkan waktu untuk kegiatan kegiatan lain. Jadi strateginya adalah menghitung waktu yang dapat disisihkan,kemudian memasang timer. Waktu utamanya buat belajar dan istirahat. Berikut pembagian waktunya:

1. Prioritas Belajar dan Istirahat = 63jam+56jam/minggu = 119
2. Kewajiban Ibadah = estimasi tidak ada, special things
3. Kegiatan lain = waktu sisanya

Waktu dalam seminggu - waktu prioritas = 168 - 119 = 49/minggu
Jadi, dalam seminggu setiap harinya saya akan memiliki waktu 7 jam untuk kegiatan pasti ibadah dan kegiatan lain. Dan untuk mensukseskan hal tersebut saya akan memasang timer saat tidak belajar dan tidur, semoga dengan begitu akan lebih terlihat pentingnya Belajar dan belajar bukan lagi menjadi hal sampingan. Aamiin

Selasa, 22 April 2014

Otak bro

Otak mana Otak?
Otak memang ada disini, tapi kalau sudah tak berfungsi lagi bagaimana?
Apa gunanya otak kalau justru memilih yang salah.
Dan yang lebih parah lagi adalah jika mulai tidak bisa membedakan mana yang salah mana yang benar.

Pertimbangan yang harus matang.
Pertanyaan yang harus terus berbobot.
Bodoh memang sering berfikir diri pandai.
Padahal tak ada.

Memaki diri berulang-ulang
juga tak berhasil membuat otak ini berfungsi normal
saya butuh pertolongan.
Lewat Kitabullah dikatakan pertolongan itu dekat.

Pagi ini pertolongan itu datang
Otak bro otaknya dipake
ya otak.
Berfungsilah lagi.

Senin, 21 April 2014

Melihat Menjenguk Masa Lalu

Jangan menyerah kawan teruslah berjalan. sudahkah kau dengar saranku untuk memilih sesuatu yang kau sukai seperti yang kita sepakati kemarin? bukan untuk siapapun juga.

kalau kita sudah paham betul arti memberi,bukankah itu berarti telah banyak yang hilang dari dirimu karena kau beri? Sudahlah jangan terlalu idealis, dimana sekarang Cinta dan kasih sayang yang kau dambakan?

Hidup ini hanya sementara, kau tak percaya itu? janganlah mendebat, karena orang dulu juga percaya bumi itu kotak padahal nyatanya bulat. kita ini manusia, kita berpeluang mewarisi kebodohan itu, maka  pesanku berfikirlah tapi jangan sok pintar.

Apa kabar kawanku? buih dari penderitaan yang telah membentukmu. Kebahagiaan yang nyata kini menggantikanmu. Tapi tenang aku selalu sudi menjengukmu, melihat masa-masa lalu ku.

Kamis, 17 April 2014

Hari Awal Perjuangan

Unik sekali menggambarkan hari ini. Hari terpanjang seminggu ini. Ini hari kedua semenjak kesepakatan saya untuk memerangi hawa nafsu agar tidak menjadi orang yang berlebihan. Hari ini berhasil juga untuk 'stay' dikampus agar dapat semakin banyak momen yang berharga. Alhamdulillah

Tadi senja saya lihat ada bayangan diri saya pada giffar saat bertanya kepada segerombolan anak mengapa bisa padam listrik, Semuanya terlihat seperti film berulang ketika giffar dikelilingi anak-anak kecil itu. Tapi, entah kenapa hal itu belum menarik hati lagi. Hanya terbersit rasa lucu dan kangen akan masa-masa itu. Orang ini bukanlah orang yang dulu, sudah terlalu banyak berputar mungkin kurang pelumas. Hari ini juga saya kagum dengan faris yang punya waktu banyak demi kawannya. Hanya kagum, tapi saya tahu bukan itu yang ingin saya lakukan.

Orang bilang kebahagiaan itu dijembut bukan datang sendiri? Saya menyangsikannya, malam ini Allah dengan baik hati memberikan anugerahnya berupa langit malam yang tak gelap, tetapi benderang menawan diantara bintang dan bulan bulat terang. Kebahagiaan itu tinggal sebarapa hebatnya kapasitas menerima sebuah karunia sebagai kebahagiaan. Kebahagiaan itu ada disetiap saat seperti saat ini.

Walau tadi sempat berdebar-debar dan ingin bertemu dengan kamu. Saya teguhkan untuk tidak terlebih dahulu, bersabarlah. Bersabarlah karena kebhagiaan aa hari ini juga karena buah kesabaran. Jika harus semakin lama bersabar, percayalah bahwa Allah tidak tidur , Dia yang mengetahui.

Baiklah, Ini adalah hari yang membahagiakan. Sekian :)

Selasa, 08 April 2014

Kembalinya Mimpi ini digabung dengan cinta kepada Allah, dan lagu One Republic-Counting Star. pasti akan jadi kekuatan besar yang akan selalu membuatku bangun subuh. Insyaallah, Insyaallah!!


Setelah melalui titik nadir terendah kehidupan, sampai-sampai memutuskan untuk berhenti bermimpi. Lalu, ketika sebuah Cinta hadir dan mengacaukan radar segalanya. 

Semoga pengalaman ini jadi pondasi yang bagus kedepannya, penderitaan yang dalam telah memperlihatkan lubang mana saja yang harus kita tutup dengan baik. 

Bukan waktunya menjadi lemah seperti ini, berbahagialah kawan. Jangan sampai buat Allah menyesal membumikan kita, insyaallah tidak akan!!

Let's Do Something MeaningfulL!!! LOL

Minggu, 06 April 2014

Kita tetap Sahabat Indonesia

Untung mimpinya terlalu tinggi, jadi tak mudah terpangkas dirinya

Walaupun pada akhirnya jiwa itu mengalah, dia lelah.
Dia membutuhkan sesuatu yang seperti itu juga kau butuhkan
Dia butuh cinta, dia tahu itu.
Dia berusaha mengejarnya, 

Semoga tuhannya memberikan kesempatan padanya 
Aku mendoakannya agar mendapatkannya sebelum dia menghilang
Tapi sayang kau Indonesia,kau adalah sebuah benda mati
 kau tak bisa berbuat apa-apa.

Kau bilang kau bukan benda mati? Sekarang kau bisa apa?
Kita memang berbeda tak seperti dulu.
Tapi tenang kita adalah sahabat, aku akan tetap ada untukmu.
Saat dia menemukan cintanya, kau akan mendapatkan bagianmu

Tapi apa yang bisa kau beri?
Sudahlah,
jika semua itu terwujud nanti aku anggap semua itu
sebagai bentuk sedekahku terhadap anugrah Tuhanku.


6 Maret 2014 – Saat aku tak ingin bercakap dengannya.

Sabtu, 22 Maret 2014

The "Real" Spirit My Own Movie

Spirit Stallion Of The Cimmaron
Dari awal kenal justru malah buat semangat untuk buat ini buat itu, beranngkat sampai jauh dan bersemangat ikut kegiatan-kegiatan barangkali itu karena dia. Walaupun waktu itu memang belum terlalu terasa karena hanya melakukanya saja tanpa banyak berfikir. Beruntung, kita diiberikan kesempatan untuk mempelajari masa lalu. Maka, hari ini atau kedepannya tak boleh lagi ada sedih dan banyak melamun, yang ada haruslah semangat lewat kata-kata, lewat langkah-langkah. Urusan dia biar sajalah, kalau sama-sama bergeraknya ke-Allah bisa jadi kita dapat berlari bersama.

Rabu, 12 Maret 2014

Duduk di Langit

Ini adalah sajak tentang kegiatan saya akhir-akhir ini
bercerita tentang romantika hidup di dunia nyata
menyikap rahasia dukungan alam semesta
dalam gabungan trilogi kisah cinta, cita, dan kehidupan ini

Duduk di Langit, ini adalah nyata!
dengan karpet biru, aku kini di langit
bayangkan! presiden dan timnya dibawahku sedang serius berdiskusi
tapi itu tak membuatku tertarik, karena tulisan ini harus segera kuselesaikan

Tapi andai aku bisa duduk di langit
ingin ku lihat sedang apa wanita itu
ingin ku amati apakah dia mengalaminya
sebuah hal yang mengguncah jiwaku teramat sangat

Rasanya sebelum duduk di langit
aku masih harus belajar
belajar bagaimana melakukan hal-hal dengan efektif
dan mulai menetapkan hal menyenangkan yang akan aku tuju

Sebetulnya walaupun aku bisa duduk dilangit
aku tidak menginginkannya
karena dengan duduk di langit
hari-hari, dan kehidupan yang indah ini hanya bisa kuamati

Terima kasih ya Allah,
Engkau yang duduk di langit!
bisakah kau jatuhkan hujan di mentari yang cerah?
barangkali aku bisa menjadi yakin akan dia