Selasa, 14 April 2015

Refleksi Selasa

Dari tujuh hari dalam seminggu, hari selasa selalu menjadi hari yang spesial.Karena di hari selasa aku memiliki waktu luang dipagi hari, meskipun sering juga telat masuk kelas pukul 12.10. Tapi hari selasa selalu istimewa, karena dihari itu ada kumpul properti, Gema Publika, Latihan Bulutangkis, dan jadwal khusus bareng temen-temen di nangor. Oleh karena itu, hari selalsa memiliki energi yang berbeda dari hari-hari yang lainnya. 

Tapi, diselasa hari ini semua terasa lebih istimewa. Seseorang mengirimkan hadiah dan dorongan untuk semangat UTS, dan seorang yang lain menunjukkan antusias yang tidak biasa ketika melihat   kertas yang berisi pesan hadiah itu. Terlebih lagi ketika temannya menunjukkan kertas tersebut dengan nada sindiran dan aku menangkap sendiri ekspresinya. 90% aku semakin yakin kerinduan selama ini menjadi benar. 

Dia adalah seorang yang bahkan belum bertemu secara langsung aku merasa telah menemukannya, Dia juga seorang aktivis, atau setidaknya peduli dan berbaur dengan rakyat miskin, Hebatnya, dia seseorang yang mampu masuk ke berbagai golongan -seperti yang aku idam-idamkan-. Dia adalah pribadi yang cerdas, yakni syarat lain selain agamanya baik dan menyenangkan hati. Dia yang enak diajak untuk mengikuti kompetisi. Dia yang membuatku pernah melakukan usaha lebih, dan dia juga yang menarik dan bisa ditarik. akankah setia? waktu akan berjalan.

Waktu akan berjalan dan menunjukkan kesetiaan akan berada dimana, selama itu aku berjanji akan menyiapkan diri, aku tidak akan lari kala kau memintanya. aku ingin jadi salah satu pembahagiamu, tapi aku tak mau aku jadi kesedihanmu. tentang dunia, politik, pengabdian masyarakat, bahkan waktu, darah, dan air mata mungkin akan lebih banyak merengguhku darimu. Malam ini juga ku menonton film Guru Bangsa Cokroaminoto, layaknya Habibie, aku merasa itu cerita kita berdua. Maka, jika boleh kuberi tahu berat rasanya bagiku memilihmu, karena yang kau terima akan lebih banyak penderitaan. kecuali kau menyukain penderitaan disini dan kebahagiaan dinegeri kelak. 

Selamat malam yang terlalu malam, Selamat pagi yang terlalu pagi! 
Boleh aku panggil kau Sayang?

Jumat, 10 April 2015

#Flashback21tahun


Kita akan berpulang tak tau arah,
Kita akan berpulang untuknya,
entah karena apa, rindu?
barangkali agar tau arah saja.
#Flashback21tahun

1994, belum ada ingatan apa-apa. baru lahir kedunia, seorang yang ditunggu-tunggu oleh orang tuanya: Semoga bisa memberikan bahagia!
1995, Apa yang biasa dilakukan bayi umur 1 tahun? rasanya tidak beda jauh. Saya sudah bisa naik pesawat Hercules waktu itu! Opa meninggal.
1996, Hidup tak boleh bersedih. Ayah berpesan untuk jadi kuat, ibu mendoa. sudahkah berlari? yang pasti ayah baru membangun rumah waktu itu.
1997, waktu itu masih senang main kuda-kudaan di punggung ayah, aku atau ayah menyenggol meja, pecah kacanya, tapi kata ibu tidak apa-apa:)
1998, Sebagian besar orang beli panci dan ditaruh didepan pintu katanya sih mau Kiamat, ternyata itu namanya krisis moneter. Berat-berat.
1999, Krisisnya berakhir, tapi siapa tau nasib bayi ini? ah balita. kami balita-balita reformasi. Menagih janjimu wahai pejabat negeri!

"Kutimang si buyung belaian sayang, anakku seorang tidurlah tidur. janganlah kau lupa ibu menjaga ayah mendoa, agar kau kelak tumbuh dewasa"

Kamis, 09 April 2015

Bersyukur jangan Mengeluh

Banyak yang menghilang jika kita tidak bersyukur,
termasuk tentang perjalanan hidup ini.
Terkadang saya menggambar kesalahan terlalu dramatis, tragis, dan berbagai ungkapan lainnya.

Sesekali berilah penghargaan terhadap dirimu sendiri.
Biarkanlah dirimu tersenyum puas,
meskipun satu dua kesalahan terletak didalamnya.

Mengertilah,
Hidup ini bukan tentang maju atau mundur,
melainkan bagaimana kita mengemudikannya dengan benar.
Kini, yang lalu, dan masa depan akan terus berjalan.

Mengapa engkau berhenti?
Mengapa engkau menepi?
Mengapa engkau berkeras hari?
Mengapa melamun sendiri?


Asrama dan Asmara

Malam sudah tak terlalu malam,
Pagi sudah tak terlalu pagi
Semenjak aku diasrama ini
Melayang penuh keteguhan hati.
Malam sudah tak terlalu malam,
Pagi sudah tak terlalu pagi
Kalau sudah bertemu jati diri
Tunggu dan jangan berlari-lari lagi
Malam sudah tak terlalu malam,
Pagi sudah tak terlalu pagi
Berbisik tegas kepada diri
Jadilah Muslim sejati!
Malam sudah tak terlalu malam,
Pagi sudah tak terlalu pagi
Kalau yakin cinta itu suci
Maka penantiannya jangan kau nodai
Malam sudah tak terlalu malam,
Pagi sudah tak terlalu pagi
Sekali-kali mesti berhati-hati
Jangan lupa kesehatan diri sendiri
Malam sudah tak terlalu malam,
Pagi sudah tak terlalu pagi
Berhati-hatilah
Tak ingin kurobek senyumnya lagi


Asrama dan Asmara.

Senin, 06 April 2015

Hentikan hal itu diriku


Bagaimana cara memberitahukanmu tentang sesuatu yang tabu?
Tentang keinginan mendasar yang kau inginkan dari belaian kasih yang nyata?
Tentang seseorang yang sedikit banyak bisa meningkatkan rasa syukur kepada ilahi?
Tentang harga dari semua itu?

Bagaimana cara memberitahukanmu tentang sesuatu yang tabu?
Ketika jalanan itu penuh batu dan berduri sementara kau tidak pernah merasa sakit
Yang kau tahu kelak tinggal luka yang tersisa
Dan kini sebagian yang tersisa telah terluka dan sebagian lagi masih tersisa

Bagaimana cara memberitahukanmu tentang sesuatu yang tabu?
Aku ingin engau tahu bahwa itu tidaklah baik untukmu dan dirimu
Dengarkan lah itu kawanku dirimu begitu berharga.
Hentikanlah hal itu diriku!

Sadang Serang, dipenghujung malam sambil mengerjakan UTS yang dibawa pulang,
6 April 2015


Selasa, 31 Maret 2015

Ikhlaskan Indonesia


Ikhlaskan Indonesia
Ikhlaskan Indonesia Jika Dia Bubar
Ikhlaskan Indonesia Jika Pemerintah Menjualnya

Ikhlaskan Indonesia Betapapun Kau Mencintainya
Ikhlaskan Indonesia Jika Nanti pun Sudah Tiada
Ikhlaskan Indonesia Jika Nanti Tinggal Sejarah
Ikhlaskan Indonesia Tempat Dulu Bercengkerama
Ikhlaskan Indonesia Karena Perjuangan berarti Menang dan Kalah
Ikhlaskan Indonesia Karena Tidak Semua Orang Sama
Ikhlaskan Indonesia, Karena 'Pesan' Kita untuk Senantiasa memberi manfaat kepada sesama, bukan menggulingkan pemerintah untuk kekuasaan orang lain. Ikhlaskan Indonesia. Ini kata-kata yang dapat saya ucapkan untuk meneguhkan diri untuk bertahan sesaat, melihat perkembangan, dan tetap bergerak memberi manfaat. juga kata-kata bagi mereka yang mencibir perjuangan saat ini, juga kata-kata bagi mereka yang berjuang di jalan agar tidak salah tujuan. Kalau salah, orang yang miskin akan tetap miskin yang lapar tetap lapar.

Ikhlaskan Indonesia kalau nanti sudah tiada.

Sabtu, 28 Maret 2015

Dinda dimana?

Dinda dimana?
Keresahan pemuda -juga pemudi untuk kanda- tingkat tinggi.
Masih berapa jauh lagi dirimu?
Seorang yang sama mengharapkannya dengan diriku

Oh, aku hampir lupa,
Allah maha mendengar, jadi tak usahlah ragu
ah, aku jadi ingat,
Allah juga melihat, seberapa jauh usaha mu?

Selasa, 24 Maret 2015

Sarapan Sehat ala Rasulullah

Rasulullah telah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Prof. Dr. Musthofa Rimadhon memberikan beberapa gambaran pola hidup sehat Rasulullah berdasarkan berbagai riwayat yang bisa dipercaya, sebagai berikut:
  1. Asupan awal kedalam tubuh Rasulullah adalah udara segar pada waktu subuh. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan qiyamul lail. Para pakar kesehatan menyatakan, udara sepertiga malam terakhir sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh. Hal itu sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya selama seharian punuh.
  2. Di pagi hari pula Rasulullah saw membuka menu sarapannya dengan segelas air dingin yang dicampur dengan sesendok madu asli. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.
  3. Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah senantiasa mengonsumsi tujuh butih kurma.
  4. Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak zaitun. Selain itu, Rasulullah juga mengonsumi makanan pokok seperti roti. Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan. Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.
  5. Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.
  6. Rasulullah saw tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna.

Kamis, 19 Maret 2015

Bahwa gelap tak selalu jahat!

Aku teringat perkataan Rere, katanya "Wajahmu terlihat dewasa syad, tapi enggak tau yang lainnya". Aku sendiri merasa ada sesuatu yang keluar dari diriku, sebuah hal yang hitam namun memberikan pondasi pada pribadi yang lebih teguh. Terutama setelah membaca buku 'Senja di Jakarta' karya Mochtar Lubis. Dalam bukunya dibahas bagaimana kehidupan yang sebenarnya, kehidupan di kala senja. Rasanya aku telah membangkitkan hitamku, membuat garis diwajahku menjadi berbeda. Akan tetapi, kerinduan itu akan selalu ada. Entah untuk siapa. 

Bedanya kali ini aku lebih tenang, aku lebih bisa menguasai diriku. Rasanya nyaman terbebani seperti ini. Ini sisi gelapku, dan aku mulai bisa memakluminya; Bahwa gelap tak selalu jahat!

Rabu, 18 Maret 2015

18 Maret 2015

Rumah Inspirasi, Rumah Kepemimpinan, Rumah Imperium
semuanya bergerak ke arah perbaikan negeri ini.
Mungkin tidak banyak orang yang akan berfikir seperti kita,
dan untuk itulah kita harus berjuang untuk menjadi lebih kuat.

Aku harus lebih kuat,
aku harus lebih hormat,
dan aku harus lebih taat.
Ini tentang Sinergi antara pencapaian dunia dan kedekatan dengan ilahi.

Aku tidak akan berlambat-lambatan lagi,
Aku akan bekerja keras untuk semuanya,
Bahkan jika nanti tidak juga kutemukan teman hidup itu,
Aku yakin tuhan akan selalu menyimpannya.

Memimpin adalah menderita, Leiden.
Tapi itulah aku dan memang disana diriku.
Aku masih tak tahu bagaimana mengucapkannya.
Aku akan berjuang benar-benar berjuang.

Selasa, 17 Maret 2015

Mochtar Lubis, dan Indonesia Kini

Mochtar Lubis wartawan yang  independen menulis berita, tidak pernah mau jadi anggota partai politik, keras kepala ["memilih" dipenjara sembilan tahun semasa rezim Presiden Soekarno dan korannya, Indonesia Raya, diberedel sampai tujuh kali daripada tidak menulis kebenaran karena disuap penguasa], benci dengan kemunafikan orang Indonesia, dsb. Tetapi, tentu saja yang kuperbuat dalam jurnalisme tidak seberapa dibandingkan dengan yang Mochtar telah lakukan selama hidupnya. (Baca Lebih Jauh) 

Pada bagian awal buku 'Senja di Jakarta' dikisahkan empat cerita dengan tokoh yang berbeda; Dua orang sahabat yang berprofesi sebagai pemulung di pusat pembuangan sampah akhir, bapak kusir delman yang berjuang demi membiayai keluarganya, diplomat muda yang main belakang dengan istri kedua ayahnya, dan keluarga yang kesusahan untuk mendapatkan rumah yang layak karena mempertahankan idealisme 'anti-korupsinya'. Semua kisah yang berbeda-beda itu terjadi di ibukota, pada sebuah Senja di Jakarta. 

Lewat tulisan-tulisannya saya melihat kebobrokan moral yang terjadi di berbagai kalangan; kebanyakan golongan kaya adalah kalangan paling bejat di Ibukota, kebanyakan mereka memanfaatkan jabatan lewat jalur kepartaian dan memakan kesempatan orang dibawahnya tapi harus bersiap-siap dimakan juga, sementara orang yang miskin makin miskin tak sanggup membayar hutang makan siangnya yang sudah berminggu-minggu, pegawai negeri yang idealis itupun akhirnya terpaksa melanggar tekadnya demi kebahagiaan isterinya dan kebaikan keluarganya. 

Jika dalam survei 100 orang memerlukan serendah-rendahnya 10 orang yang disurvei, maka Jakarta adalah Indonesia karena mendapat kucuran dana 70triliun dari 636triliun total dana yang di transfer ke daerah belum lagi proyek nasional yang dilakukan di Jakarta. Itulah Jakarta dimana para politikus dan orang yang berkuasa di Indonesia berkumpul didalamnya, kejadian KPK, masalah makroekonomi dan hiruk pikuk berita nasional hari ini adalah akumulatif dari permasalahan masa lalu. Inilah negeri kita yang memang sudah banyak masalah kenapa kita masih bertegang pendapat? 

Banyak orang yang bicara tentang masalah negeri tanpa beraksi layaknya keburukan-keburukan  dalam buku Senja di Jakarta karya Mochtar Lubis yang ditutup-tutupi. Masalah akan tetap menjadi masalah jika tidak diimbangi tanpa solusi. Jika diibaratkan sebuah pensil, Aku khawatir perdebatan yang semakin meruncing namun tidak ditindak lanjuti dengan aksi kemudian hanya akan membuat pensil itu habis sebelum digunakan untuk membuat karya bernama Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

Maka renungkanlah dalam-dalam kata 'mulai dari diri sendiri' dan 'mulai dari saat ini' karena perbaikan dimulai dari situ, bersyukurlah anda dikarunia keprihatinan terhadap bangsa ini dan jangan sombong. Aku disini siap berdiskusi dan mulai menyusun langkah, ada yang sudah aku kerjakan dan ada yang masih dalam persiapan. Andai kita semua bergerak untuk tujuan yang sama maka mudah-mudahan kelak kita akan bertemu pada tempat yang sama.

Senin, 16 Maret 2015

Tanggung Jawab

Hari ini aku menemukan kondisi dimana sebuah tanggung jawab merupakan bagian tanggung jawab lainnya. Ceritanya hari ini seorang dosen menyampaikan betapa banyaknya informasi keagamaan yang berisi nilai-nilai keagamaan justru menjurus pada hal provokatif. Kemudian, beliau menegaskan bahwa tanggung jawab memberitahukan adalah tanggung jawab orang tua jadi tidak perlu saling memperdebatkan prinsip. Lantas, bagaimana tanggung jawab atas ilmu dan pengetahuan yang kita miliki?. Apa lebih baik jika tidak memiliki ilmu saja, tapi bagaimana tanggung jawab atas waktu yang tidak kita gunakan untuk mencari ilmu?.

Dalam kisah Sahabat Rasullullah, dia menjelaskan bahwa kehidupan didunia itu harus berhati-hati layaknya kita berjalan di taman berduri. Semua hal perlu dipikirkan matang-matang landasannya agar tidak salah langkah. Inilah hidup yang harus penuh tanggung jawab atas amanah, Inilah kesempatan mengambil pelajaran berharga agar bertanggung jawab atas jabatan yang selama ini diberikan; Jiwa Raga, Islam, dan Mahasiswa. Semoga aku ingat betul amanah tersebut.

Rabu, 18 Februari 2015

Resume Buku: Potret Singapura dalam Kacamata Permasalahan Bangsa

Singapura telah menjadi tujuan destinasi kunjungan dinas dikalangan pemerintah pusat dan daerah, biasanya kebanyakan birokrat ingin menerapkan sistem kebersihan dan ketertiban yang serupa di Indonesia. Persoalan negeri ini bukan terletak pada sumber keuangan, tidak juga pada tenaga ahli yang bisa disewa, maupun rekayasa peraturan yang bisa dilakukan agar bisa mensejajarkan diri setara dengan Singapura.

Permasalahan bangsa ini – jika dibandingkan dengan Singapura – terletak pada ketahanan nasional yang belum dapat dibentuk dengan baik karena tidak adanya kesepahaman antara semua kekuatan politik bangsa dengan pemerintah yang berkuasa. Di bidang politik luar negeri, Singapura mampu bersikap Pragmatis dengan menghargai perkembangan apapun dan terbebas dari ideologi atau dogma mana pun; Waspada atas perubahan apapun di dunia, seperti struktur politik dan ekonomi global; dan memiliki perencanaan kedepan (futuris) dengan melakukan berbagai pengkajian skenario masa depan.

Jumat, 13 Februari 2015

Prasangka

Maha suci Allah dengan segala pemberian prasangkanya
dengan segala hal yang sempat kami kira kebetulan
adalah Engkau yang menciptakan manusia
maka engkau yang maha mengerti tentang cinta

Maafkan kami yang lebih sering sok tahu
Bahkan-bahkan hingga melupakan perintah Mu
Maafkan kami yang lebih sering teralihkan dari Mu
padahal cinta nyatanya berasal dari Mu

Semoga Engkau mengampuni kami
dosa-dosa orang yang mau jujur akan dirinya sendiri
sering kami tak kuasa hingga bertanya pada diri sendiri
Apakah ini akan berakhir atau justru baru dimulai?

Senin, 09 Februari 2015

Mata Air Ilmu

Belakangan sering timbul keinginan untuk lebih banyak membaca buku seperti kehausan akan ilmu. akan tetapi, sampai saat ini memang belum berhasil menemukan mata air ilmu tersebut. Memang ada tapi hanya saja belum ditemukan. Dan kembali lagi saya membuat tulisan sebagai rangkaian pertanyaan-pertanyaan, Apa yang dapat menghapus dahaga tersebut?

1. Membaca Al-Quran beserta artinya
2. Membaca risalah kehidupan Rasulullah dan Sahabat
3. Membaca karya sastra?
4. Mendengarkan musik bersemangat??
5. Berlari, berjalan, berteriak???
6. Berkunjung ketempat-tempat lain.

Mata air itu abadi, ilmu juga seperti itu. Alhamdulillah, sepertinya musik yang bersemangat yang menemani penulisan ini dapat mengantarkan diri ini menuju mata air tersebut. Maha suci Allah.



Menurutmu mata air ilmu seperti apa yang dapat menghapus dahaga ketika kalian haus akan ilmu?

Rabu, 28 Januari 2015

Kamis, 22 Januari 2015

Yakin jadi Developer

Bismillahirrahmanirrahim, Insyaallah dengan ini saya yakin untuk terjun di dunia developer properti. Karena beberapa alasan yang sangat kuat:

1. Merupakan passion saya
2. Menjadi modal finansial untuk membangun sebuah keluarga
3. Untuk mendukung berbagai kegiatan sosial saya, terutama terkait pelaksanaan harian Taman Bacaan 'Jedun'
4. Mengisi waktu kosong selama kuliah agar lebih bermanfaat

Semoga semakin jelas dan semakin mantap tekadnya. Bismillahirrahmanirrahim :)

Jumat, 16 Januari 2015

Sekoteng Bandrek

Pernahkah kau berada dalam situasi yang buntu, semua terasa begitu sulit, begitu tidak menyenangkan, hambar, kosong bahkan menakutkan?
Itu adalah saat اللّه mengizinkan kau untuk diuji, Dan اللّه ingin mendengar rintihan serta do'amu agar kau menyadari akan keberadaan-NYA....
Karena Ia tahu kau sudah mulai melupakan-NYA dalam kesenangan
(QS 47:31, 32:21).

Sekoteng dan perjalanan mengejar harapan

Setelah selesai bermain futsal rasanya enak sekali jika bisa menemukan tukang sekoteng, obrolan dengan kang Madi yang melatarbelakangi semua ini. Setelah mengantar kang Madi ke asrama, saya langsung mencari dimana kira-kira tukang sekoteng mangkal. Kalau di Bandar Lampung memang ada yang khusus mangkal. Dengan optimisme saya mengendarai motor tenang dengan target menuju simpang Dago. Sebelum pertigaan, masih di jalan tubagus ismail saya berfikir begini mungkin perjuangan mengejar seseuatu atau seseorang yang kita inginkan, secerdas apa kita mencarinya. Fikiran pun mulai memetakan kondisi saat itu dengan permasalahan yang saya hadapi saat ini. Jangan-jangan ini kesempatan dari Allah bagi saya untuk mengambil pelajaran.

Minggu, 04 Januari 2015

Aku, Dirimu, Dirinya

Belum lama berkenalan, dan seperti biasa gampang kegeeran sampai sudah merasa menemukan. Banyak sekali kebetulan-kebetulan yang tidak disengaja justru mempertemukan. Awalnya terasa dekat, lalu setelah minggu-minggu yang luar biasa itu aku niatkan untuk menjauh. Ternyata waktu berkata lain, pelan-pelan dipertemukan lagi dan terjadi saling pandang yang 'ah sudahlah' haha. 

Saya coba membuka lagi pesan-pesan lama, untuk menemukan cara bagaimana harus meyakinkan langkah yang selanjutnya harus diambil. Sayang ternyata sudah hilang semua. Sampai akhir-akhir ini selalu terngiang lagu yang liriknya 'aku, dirimu, dirinya' entah dari mana pertama kali mendengarnya. Baru saja aku cari di internet potongan lirik yang teringat yaitu aku, dirimu, dirinya; dan ternyata memang itu judul lagunya. Lalu setelah nonton videonya untuk pertama kali, video lagu ini sangat saya sekali. Subhanallah.

Ini saya bagikan, Selamat menyaksikan :)

Rabu, 31 Desember 2014

Sebungkus Cerita Perjalanan ke Malaysia Bersama PPSDMS Regional 2 Bandung

Bismillahirrahmanirrahim,

Pada akhir bulan desember ini saya bersama rombongan PPSDMS Regional 2 Bandung angkatan VII mengunjungi Malaysia dengan tujuan saling mengenal lebih dalam berbagai aspek mengenai Indonesia dan Malaysia. Akan tetapi, kegiatan ini juga didorong oleh keinginan kami agar dapat bersama-sama keluar negeri melanjutkan program "Bandung Go to Sky" yang telah dirintis angkatan sebelumnya ke Turki. Banyak sekali hal yang dapat kami ambil sebagai pelajaran dari Malaysia, beberapa hal seperti perjuangan untuk sebelum ke Malaysia, di Malaysia, dan sesudahnya akan saya sampaikan disini. Selamat Menikmati :)

Sebelum ke Malaysia

Perjalanan ke Malaysia ini sebetulnya dimulai dari deklarasi kami semua yang akan mengunjungi dua negara yaitu Malaysia dan Jepang bersama-sama. Kami semua memberikan tanda tangan dengan semangat dan saling berjanji untuk mewujudkannya (Walau enggak sedramatis itu sih hehe). Sampai suatu waktu kesepakatan forum memutuskan kita akan berangkat ke Malaysia lewat kerjasama  dengan elemen mahasiswa dari Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) untuk mengenalkan budaya satu dengan yang lain, waktu itu rancangan kegiatannya akan diisi festival kuliner Indonesia-Malaysia, Penampilan budaya (Kami sendiri membawa angklung) dan diskusi tematik.


Cerita paling seru di episode ini menurut saya terletak pada keputusan pribadi untuk berangkat ke Malaysia sementara belum ada kepastian lebih lanjut mengenai rangkaian kegiatannya. Sebelumnya, saya sempat menyampaikan keberatan karena kegiatan ini seperti terlalu dipaksakan . akan tetapi, momentum perubahan terjadi ketika saya tahu bahwa rencana Bandung Boys -panggilan peserta PPSDMS R2 Bandung- untuk ke Malaysia sudah terpublikasi secara nasional di lingkup PPSDMS pusat. Nah, silahkan berkomentar tapi waktu itu yang terbersit dalam benak saya adalah "Ini soal nama baik". Alhamdulillah pada bulan oktober itu juga saya masih mempunyai endapan uang di rekening uang sekitar 1 juta untuk membeli tiket. 

Sudah hampir 2 bulan dan tak terasa begitu saja 10 hari lagi kami akan berangkat, Alhamdulillah saya sudah beli sejak lama. Benar sekali pepatah lebih baik bersusah susah dahulu baru kemudian bersenang-senang. Akhirnya, berbagai dokumen pun seperti paspor dan e-ticket pesawat saya siapkan. Barang-barang seperti pakaian, perlengkapan dokumentasi, makanan secukupnya, dan barang pendukung lainnya satu persatu saya masukan ke tas Carrier, Kita siap berangkat jom! haha.

FYI: saya berangkat dari Jatinangor menggunakan bus Primajasa dan dilanjutkan damri Bandara, estimasinya per desember 2014 kurang dari 100.000 rupiah. Hemat banget bos hehe :)) 

Saat di Malaysia

"Kalau perlu tidak tidur di Malaysia"

Cuma kalimat itu yang ada dikepala saya karena di Malaysia hanya 3 hari 2 malam saja. Dengan keterbatasan waktu itu saya berharap mendapatkan pengalaman yang maksimal. Alhamdulillah, akhirnya kami tiba di bandara Malaysia tepat waktu. tepat waktu dini hari pukul 1;55 ketika nyaris tak ada aktivitas lagi. Apa yang bisa dilakukan? tidur? yak tepat. Kami bersebelas yang berangkat tanggal 25 malam itu memutuskan tidur terlebih dahulu sebelum menyusul kloter 1, dan 2.

Saking tidak mau tidurnya baru satu jam saya terbangun dan pelan-pelan membangunkan teman yang lain. Setelah sholat tahajud saya bersama firman, dan iki berangkat untuk mencari tiket kereta KLIA transit ke Kuala Lumpur yang transit di Putra Jaya agar lebih murah. Ketika 7 menit lagi kereta akan berangkat Pimgi masih belum selesai sholat karena sebelumnya menjaga tas kami. luar biasanya sudah lari-lari rupanya kami salah masuk lift, jadi kami harus naik ekskalator untuk masuk ke stasiun yang tepat berada disisi kanan kami. Begitu kami sampai ekskalator untuk turun ke stasiun terdengar suara kereta yang akan berangkat, dan benar saja itu merupakan kereta yang seharusnya kami naiki.
Pelajaran #1 Jangan telat sedikitpun.


Sampai di Kuala Lumpur ternyata kami harus ke Taman Melati karena ada perubahan jadwal, Pada kesempatan itu kami mengunjungi Komunitas Merah Putih Indonesia dan berdiskusi mengenai banyak hal terutama mengenai nasib WNI di Malaysia. Komunitas Merah Putih Indonesia adalah yayasan yang terdaftar secara resmi di bawah kedutaan Indonesia di Malaysia sebagai organisasi sosial yang aktif dalam memperjuang nasib WNI.

Sayang di hari itu banyak waktu terbuang dalam perjalanan. Pelajaran #2 Perencanaan harus matang dan jangan berubah mendadak-dadak. oleh karenanya beberapa dari kami yang akan pulang lebih cepat memutuskan untuk mengunjung Kuala lumpur larut malam untuk setidaknya mengambil gambar di menara Petronas. alhamdulillah semuanya dapat, semua dari kami menuliskan pesan-pesan untuk keluarga, organisasinya dengan latar belakang menara Petronas. Setelah itu, kami menyempatkan diri makan di Up Town. Malam yang hebat.

Besoknya kami berangkat ke Melaka, disana kami berencana akan bermain angklung dan mengunjungi situs-situs bersejarah. Sekitar jam 17.00 kita sampai di jantung pariwisata kota melaka, wilayah bangunan merahnya. Setelah itu kami menyiapkan diri untuk menampilkan angklung bersama-sama didepan kincir air. Disana kami membawakan dua lagu, namun karena hujan juga yang semakin deras dan waktu yang kian mengkhawatirkan kami menyegerakannya. Alhamdulillah respon dari turis lain juga cukup tinggi, mungkin lain kali kita perlu bawa kota sumbangan itu karena banyak diantara mereka tertarik dan ingin tau lebih jauh soal angklung. dibawah ini ada beberapa foto kami. 







Menjelang maghrib, saya berpisah dengan rombongan yang mulai meninggalkan Melaka melalui jalur Jongker street. Ternyata di jalur Jongker street tersebut banyak sekali pengunjung yang berasal dari berbagai ras terutama didominasi ras asia, disana saya 'seakan-akan' bisa membedakan mana orang Tiongkok, Jepang, Korea, bahkan Thailand. Meskipun sama-sama sipit, terdapat perbedaan yang khas dari mata mereka. Tanpa sadar langkah saya sudah membawa saya sampai ke surau didepan bangunan merah, disana juga terlihat rombongan pelajar dari Jepang yang benar-benar menghabiskan ruang trotoar dengan jumlahnya yang lebih dari 300 orang sambil bernyanyi-nyanyi. Kawai-Kawai.

Waktu sudah agak malam dan saya juga belum sholat maghrib, Bukannya tidak mau meng-qada shalat karena ada kemudahan yang disediakan oleh Allah namun masih ada situasi yang lebih darurat yang lebih pantas kita qada shalatnya seperti menggunakan bis umum atau sedang di pesawat terbang. Mencari mesjid atau surau yang sekelas musholla cukup sulit baik di Kuala Lumpur maupun di Melaya, saya perlu melewati kawasan museum dan taman kota yang sangat rindang yang dipenuhi kendaraan wisata yang diberi lampu terang dan lengkap dengan musiknya. Sebuah menara bernama TamingSari menggoda saya untuk naik, menara tersebut memiliki sebuah bagian oval yang dapat bergerak naik turun dan berputar 360% sesuai dengan harganya yang 20 ringgit.

Setelah puas melihat pemandangan kota Melaka dari bukit ke sungai hingga lautnya dari atas saya berkunjung ke pusat kuliner seafood dan kerajinan tangan. Pertama, saya langsung membeli oleh-oleh gantungan kunci karena khawatir besok akan padat sekali, kemudian saya memesan telor ikan karena banyak pengunjung disana memesan itu juga. Ternyata rasanya enak bahkan saya sampai tambah nasi (seharga RM 3), dan ketika hampir habis setengah saya berfikir ini ikan apa yang crispynya sampai seperti ini dan punya banyak bulatan-bulatan kecil. Ya Allah, rupanya pesanan telor ikan saya itu benar-benar telur ikan. saya fikir itu adalah ikan tenggiri saja karena ada telur asin juga dalam nasi yang disajikan. akhirnya, nafsu makan saya hilang seketika.

Setelah sholat Isya disebuah pusat perbelanjaan saya memutuskan untuk menginap di McD Melaka yang 24 jam karena saya belum sempat memesan hotel dan saya fikir pasti sudah banyak yang 'full booked'. Oleh karena itu, setelah saya memesan kentang goreng dan cola saya langsung mengambil posisi tidur duduk dengan buku dihadapan saya agar terlihat tidak sengaja tertidur. Alhamdulillah saya bisa tidur juga walaupun sesekali Aa tukang bersih-bersihnya mendehem atau mengeraskan suara ketika memberesken meja disamping meja saya. Tapi tak apalah :)


Akhirnya, setelah tidak kuat lagi membohongi diri karena dari pukul 3-4 pagi tidak bisa tidur juga mungkin karena cemas. saya memutuskan untuk mencari mesjid untuk sembahyang tahajud. Sayangnya, setelah berjalan nyaris 1 kilometer saya belum juga menemukan mesjid saya memutuskan untuk pergi ke surau di dekat menara Tamingsari. Itupun di kunci. Apa boleh buat saya gelar alas untuk sholat di depan surau tersebut. Dalam suasana pagi tersebut saya merasakan malam yang tenang, beberapa saung dan bangku taman diisi oleh orang yang kelihatannya punya nasib kurang baik. Aku terus berjalan kembali ke arah bangunan merah untuk menantikan subuh di Surau bangunan merah agar dapat sekaligus mengunjungi Museum-museum yang terkenal disana. Ternyata hasilnya sama, tidak ada adzan di surau itu dan saya tidak tahu ada mesjid di mana lagi. ketika hampir seluruh badan mengiyakan untuk melanjutk
an istirahat, dorongan tekad dan suasana sekitar mendukung saya untuk melangkah. Saat itu, total saya sudah di Malaysia selama 2 hari dan baru tidur maksimal 5 jam. Menurut saya, ini adalah prestasi bagi saya yang memerlukan banyak istirahat.


Setelah dicari-cari saya menemukan Mesjid Keling untuk solat Subuh sekitar pukul 6 di Melaka. Mesjidnya sangat Indah dengan ornamen-ornamen India dan ada Wi-Finya, Wi-Fi bro subhanallah. tapi badan rupanya tidak bisa bohong, saya terlelap hingga pukul 7.30. Langsung saya menuju jalur bangunan merah lagi untuk mengecek informasi museum akan dibuka. Sayangnya Museum-museum tersebut baru dibuka pukul 09.00. Saya mengkhawatirkan diri saya akan ketinggalan jadwal pesawat  dan bakal tambah kesulitan.Kemudian  saya berjalan-jalan untuk mencari sarapan dan pengganjal perut, kebetulan tempatnya dekat dengan museum kapal jadi saya bisa lihat-lihat dulu. Sesudaj itu, saya putuskan untuk melangkah pulang ke Kuala Lumpur International Airport 'KLIA'! Sepanjang perjalanan ini saya sangat mengagumi dengan kehebatan pemerintah Malaysia dalam mengatur transportasi  disana.

Sesudah di Malaysia
Banyak cerita yang mungkin tidak tersampaikan disini, banyak hal yang luar biasa yang saya dapatkan dari Malaysia. tapi hal paling luar biasa adalah kesadaran saya bahwa kalau saja fasilitas transportasi dan fasilitas pendukung pariwisata lainnya diperbaiki Indonesia jauh lebih luar biasa. percayalah kawan :) Dulu, saya punya tekad pulang membawa janji-janji kota 1 dan berhasil membuat taman bacaan. Sekarang saya pulang dengan membawa janji-janji kota jilid II Semoga lebih bermanfaat.

Terima kasih perhatiannya. :))