Rabu, 18 Februari 2015

Resume Buku: Potret Singapura dalam Kacamata Permasalahan Bangsa

Singapura telah menjadi tujuan destinasi kunjungan dinas dikalangan pemerintah pusat dan daerah, biasanya kebanyakan birokrat ingin menerapkan sistem kebersihan dan ketertiban yang serupa di Indonesia. Persoalan negeri ini bukan terletak pada sumber keuangan, tidak juga pada tenaga ahli yang bisa disewa, maupun rekayasa peraturan yang bisa dilakukan agar bisa mensejajarkan diri setara dengan Singapura.

Permasalahan bangsa ini – jika dibandingkan dengan Singapura – terletak pada ketahanan nasional yang belum dapat dibentuk dengan baik karena tidak adanya kesepahaman antara semua kekuatan politik bangsa dengan pemerintah yang berkuasa. Di bidang politik luar negeri, Singapura mampu bersikap Pragmatis dengan menghargai perkembangan apapun dan terbebas dari ideologi atau dogma mana pun; Waspada atas perubahan apapun di dunia, seperti struktur politik dan ekonomi global; dan memiliki perencanaan kedepan (futuris) dengan melakukan berbagai pengkajian skenario masa depan.

Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew mengatakan bahwa tidak ada sistem politik yang lebih baik atau lebih buruk. Sehingga akan mucul sikap keterbukaan, meskipun perlu diketahui Singapura menganut sistem otoriter dan cenderung totaliter. Selama sistem politik itu dapat membuat anda harus bisa: a) tampil; b) Memiliki pandangan; c) Bisa mengorganisasi seluruh potensi; d) Memobilisasi; dan e) Menggugah keikutsertaan orang lain maka kita tidak membutuhkan banyak uang atau kekuasaan untuk bisa menggerakannya. Sudahkah sistem politik kita seperti itu baik dalam tataran nilai dan praktis?

Penulis buku menilai struktur masyarakat Indonesia masih parokhial, yakni masyarakatnya berpendidikan rendah dan sulit diorganisasi, tanggung jawab terbesar sebenarnya terletak di tangan dan pundak pemerintah. Namun, dalam kenyataanya pemerintah sendiri mengalami kesulitan.Tantangan bagi pemerintah terbagi dalam beberapa aspek penting:

a) Krisis ekonomi membuat kontrol pemerintah terhadap perekonomian melemah;
b) Perencanaan Tata Ruang yang terbatas sehingga kalangan dunia usaha melakukan ekspansi ekonomi tanpa kendali;
c) Penyakit sosial berupa Korupsi telah sangat menjamur;
d) Perlambatan proses kebijakan publik di legislatif yang secara positif maupun negatif bisa dipengaruhi oleh kekuatan golongan politik yang kuat;
e) Kebijakan Otonomi Daerah diselewengkan untuk kepentingan sebagian kelompok dan minimnya koordinasi dengan pusat
f) Krisis multi dimensi dimasyarakat, seperti masalah SARA.
g) Rendahnya kualitas sumberdaya manusia yang dipengaruhi juga oleh narkoba, pornoaksi, dan perjudian.
h) Kebimbangan dan kegelisahan psikologis di masyarakat yang diciptakan oleh insan pers yang tidak bertanggung jawab.
i) Kisruh antar kelembagaan atau egosectoral
j) Internalisasi Ideologi Pancasila yang mulai ditinggalkan atau disalah gunakan.

Tiga evaluasi besar yang pernah disampaikan Lee Kuan Yew dalam kunjungannya ke Indonesia yaitu: Kebijakan yang dibuat pemerintah mudah dipatahkan di parlemen, kepemimpinan nasional belum bekerja konsisten sesuai janji kampanye, dan pemimpin belum mampu berkomunikasi secara baik dengan pengikutnya sehingga ide dan pemikiran pemerintah sulit dicerna oleh masyarakat. Oleh karena itu, Kita harus mengakui bahwa kebijakan luar negeri yang komprehensif, berjangkau masa depan (futuris), dan dilakukan secara bertanggung jawab diperlukan untuk memperbaiki kehidupan bangsa ini.


Identitas Buku 

Judul                   : Politik Luar Negeri Indonesia


Penulis                : Teuku Rezasyah

Tahun Terbit        : 2008

Penerbit              : Humaniora
Resume Hasil Bacaan : 18 Februari 2015
Halaman 1-44 ( 10:20-11:20 WIB)

Jumat, 13 Februari 2015

Prasangka

Maha suci Allah dengan segala pemberian prasangkanya
dengan segala hal yang sempat kami kira kebetulan
adalah Engkau yang menciptakan manusia
maka engkau yang maha mengerti tentang cinta

Maafkan kami yang lebih sering sok tahu
Bahkan-bahkan hingga melupakan perintah Mu
Maafkan kami yang lebih sering teralihkan dari Mu
padahal cinta nyatanya berasal dari Mu

Semoga Engkau mengampuni kami
dosa-dosa orang yang mau jujur akan dirinya sendiri
sering kami tak kuasa hingga bertanya pada diri sendiri
Apakah ini akan berakhir atau justru baru dimulai?

Senin, 09 Februari 2015

Mata Air Ilmu

Belakangan sering timbul keinginan untuk lebih banyak membaca buku seperti kehausan akan ilmu. akan tetapi, sampai saat ini memang belum berhasil menemukan mata air ilmu tersebut. Memang ada tapi hanya saja belum ditemukan. Dan kembali lagi saya membuat tulisan sebagai rangkaian pertanyaan-pertanyaan, Apa yang dapat menghapus dahaga tersebut?

1. Membaca Al-Quran beserta artinya
2. Membaca risalah kehidupan Rasulullah dan Sahabat
3. Membaca karya sastra?
4. Mendengarkan musik bersemangat??
5. Berlari, berjalan, berteriak???
6. Berkunjung ketempat-tempat lain.

Mata air itu abadi, ilmu juga seperti itu. Alhamdulillah, sepertinya musik yang bersemangat yang menemani penulisan ini dapat mengantarkan diri ini menuju mata air tersebut. Maha suci Allah.



Menurutmu mata air ilmu seperti apa yang dapat menghapus dahaga ketika kalian haus akan ilmu?

Rabu, 28 Januari 2015

Kamis, 22 Januari 2015

Yakin jadi Developer

Bismillahirrahmanirrahim, Insyaallah dengan ini saya yakin untuk terjun di dunia developer properti. Karena beberapa alasan yang sangat kuat:

1. Merupakan passion saya
2. Menjadi modal finansial untuk membangun sebuah keluarga
3. Untuk mendukung berbagai kegiatan sosial saya, terutama terkait pelaksanaan harian Taman Bacaan 'Jedun'
4. Mengisi waktu kosong selama kuliah agar lebih bermanfaat

Semoga semakin jelas dan semakin mantap tekadnya. Bismillahirrahmanirrahim :)

Jumat, 16 Januari 2015

Sekoteng Bandrek

Pernahkah kau berada dalam situasi yang buntu, semua terasa begitu sulit, begitu tidak menyenangkan, hambar, kosong bahkan menakutkan?
Itu adalah saat اللّه mengizinkan kau untuk diuji, Dan اللّه ingin mendengar rintihan serta do'amu agar kau menyadari akan keberadaan-NYA....
Karena Ia tahu kau sudah mulai melupakan-NYA dalam kesenangan
(QS 47:31, 32:21).

Sekoteng dan perjalanan mengejar harapan

Setelah selesai bermain futsal rasanya enak sekali jika bisa menemukan tukang sekoteng, obrolan dengan kang Madi yang melatarbelakangi semua ini. Setelah mengantar kang Madi ke asrama, saya langsung mencari dimana kira-kira tukang sekoteng mangkal. Kalau di Bandar Lampung memang ada yang khusus mangkal. Dengan optimisme saya mengendarai motor tenang dengan target menuju simpang Dago. Sebelum pertigaan, masih di jalan tubagus ismail saya berfikir begini mungkin perjuangan mengejar seseuatu atau seseorang yang kita inginkan, secerdas apa kita mencarinya. Fikiran pun mulai memetakan kondisi saat itu dengan permasalahan yang saya hadapi saat ini. Jangan-jangan ini kesempatan dari Allah bagi saya untuk mengambil pelajaran.

Lantas, perjalanan pun saya lanjutkan menuju dipati ukur hingga nyaris masuk ke jalan tembusan via rumah sakit Borromeus, sayangnya sudah tutup semua memang sudah larut malam. Inilah mengapa saya sebutkan bahwa kita bisa meraih harapan kita jika kita bisa bekerja cerdas karena kerja keras saja tak cukup.Saya pun menyadari bahwa untuk menemukan seseorang yang diharapkan itu harus pada tempat dan waktu dimana ia berada, Terlepas dari kejadian tak terduga, Perlu sekali di visualisasikan biar tau dimana nanti ia harus ditemukan. Toh sampai saat itu saya belum menemukan tukang sekoteng secara tiba-tiba. 

Tenggat waktu dan urusan Ibadah
Waktu menunjukan pukul 11 kurang 20 menit, Saya fikir ini harus segera diakhiri karena masih ada targetan ODOJ, Fikiran itu langsung saya konversikan ke kehidupan nyata bahwa saya harus memiliki target kapan menikah (Dalam fikiran maksiman 1tahun setelah lulus) Ah, ngantuk sekali. Pentingnya membuat target ini agar fikiran kita terarah dan bisa lebih tenang dalam beribadah.

Eksperimen Bandrek roti ala Sekuteng
Akhirnya aku coba melewati jalur yang berbeda via RSGM, karena sebagaimana prinsip mencari semakin banyak lokasi yang dicari kemungkinan ditemukan akan semakin besar dibanding kan jika hanya melewati jalur yang sama. Sebelum pulan saya berputar arah duluu ke Indomaret, "Cari saja yang rasanya mirip" Pikirku. Setelah itu aku beli Roti dengan bandrek. Dirumah aku potong roti itu mirip potongan roti di Sekoteng. Rasanya? cukup enak namun aga membuat mual karena rotinya terlalu lama terendam dalam air. Awalnya aku fikir cari saja yang rasanya mirip jadi saya tinggal tambahkan toppingnya, aku fikir begitu juga pilihan didunia nyata ini. Tapi tambahannya juga mesti yang cocok biar nggak merusakkan suasana yang telah berhasil di bangun.

Inilah pelajaran yang saya dapat dari usaha mencari sekoteng. Sekotong untuk Cinta, Bandrek untuk Ibadah. Roti untuk pelengkapnya. Penuh pertanyaan? aku juga bingung mengambil keputusan. Tapi katanya tidak ada yang kebetulan bro.


Sekali lagi, TIDAK ADA YANG KEBETULAN...
Beberapa menit ini tenangkanlah dirimu, rasakan kehadiran-NYA..., dengarkan suara-NYA yang berkata:
"Jangan khawatir, AKU di sini bersamamu"
(QS 2:214, 2:186)

Minggu, 04 Januari 2015

Aku, Dirimu, Dirinya

Belum lama berkenalan, dan seperti biasa gampang kegeeran sampai sudah merasa menemukan. Banyak sekali kebetulan-kebetulan yang tidak disengaja justru mempertemukan. Awalnya terasa dekat, lalu setelah minggu-minggu yang luar biasa itu aku niatkan untuk menjauh. Ternyata waktu berkata lain, pelan-pelan dipertemukan lagi dan terjadi saling pandang yang 'ah sudahlah' haha. 

Saya coba membuka lagi pesan-pesan lama, untuk menemukan cara bagaimana harus meyakinkan langkah yang selanjutnya harus diambil. Sayang ternyata sudah hilang semua. Sampai akhir-akhir ini selalu terngiang lagu yang liriknya 'aku, dirimu, dirinya' entah dari mana pertama kali mendengarnya. Baru saja aku cari di internet potongan lirik yang teringat yaitu aku, dirimu, dirinya; dan ternyata memang itu judul lagunya. Lalu setelah nonton videonya untuk pertama kali, video lagu ini sangat saya sekali. Subhanallah.

Ini saya bagikan, Selamat menyaksikan :)

Rabu, 31 Desember 2014

Sebungkus Cerita Perjalanan ke Malaysia Bersama PPSDMS Regional 2 Bandung

Bismillahirrahmanirrahim,

Pada akhir bulan desember ini saya bersama rombongan PPSDMS Regional 2 Bandung angkatan VII mengunjungi Malaysia dengan tujuan saling mengenal lebih dalam berbagai aspek mengenai Indonesia dan Malaysia. Akan tetapi, kegiatan ini juga didorong oleh keinginan kami agar dapat bersama-sama keluar negeri melanjutkan program "Bandung Go to Sky" yang telah dirintis angkatan sebelumnya ke Turki. Banyak sekali hal yang dapat kami ambil sebagai pelajaran dari Malaysia, beberapa hal seperti perjuangan untuk sebelum ke Malaysia, di Malaysia, dan sesudahnya akan saya sampaikan disini. Selamat Menikmati :)

Sebelum ke Malaysia

Perjalanan ke Malaysia ini sebetulnya dimulai dari deklarasi kami semua yang akan mengunjungi dua negara yaitu Malaysia dan Jepang bersama-sama. Kami semua memberikan tanda tangan dengan semangat dan saling berjanji untuk mewujudkannya (Walau enggak sedramatis itu sih hehe). Sampai suatu waktu kesepakatan forum memutuskan kita akan berangkat ke Malaysia lewat kerjasama  dengan elemen mahasiswa dari Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) untuk mengenalkan budaya satu dengan yang lain, waktu itu rancangan kegiatannya akan diisi festival kuliner Indonesia-Malaysia, Penampilan budaya (Kami sendiri membawa angklung) dan diskusi tematik.


Cerita paling seru di episode ini menurut saya terletak pada keputusan pribadi untuk berangkat ke Malaysia sementara belum ada kepastian lebih lanjut mengenai rangkaian kegiatannya. Sebelumnya, saya sempat menyampaikan keberatan karena kegiatan ini seperti terlalu dipaksakan . akan tetapi, momentum perubahan terjadi ketika saya tahu bahwa rencana Bandung Boys -panggilan peserta PPSDMS R2 Bandung- untuk ke Malaysia sudah terpublikasi secara nasional di lingkup PPSDMS pusat. Nah, silahkan berkomentar tapi waktu itu yang terbersit dalam benak saya adalah "Ini soal nama baik". Alhamdulillah pada bulan oktober itu juga saya masih mempunyai endapan uang di rekening uang sekitar 1 juta untuk membeli tiket. 

Sudah hampir 2 bulan dan tak terasa begitu saja 10 hari lagi kami akan berangkat, Alhamdulillah saya sudah beli sejak lama. Benar sekali pepatah lebih baik bersusah susah dahulu baru kemudian bersenang-senang. Akhirnya, berbagai dokumen pun seperti paspor dan e-ticket pesawat saya siapkan. Barang-barang seperti pakaian, perlengkapan dokumentasi, makanan secukupnya, dan barang pendukung lainnya satu persatu saya masukan ke tas Carrier, Kita siap berangkat jom! haha.

FYI: saya berangkat dari Jatinangor menggunakan bus Primajasa dan dilanjutkan damri Bandara, estimasinya per desember 2014 kurang dari 100.000 rupiah. Hemat banget bos hehe :)) 

Saat di Malaysia

"Kalau perlu tidak tidur di Malaysia"

Cuma kalimat itu yang ada dikepala saya karena di Malaysia hanya 3 hari 2 malam saja. Dengan keterbatasan waktu itu saya berharap mendapatkan pengalaman yang maksimal. Alhamdulillah, akhirnya kami tiba di bandara Malaysia tepat waktu. tepat waktu dini hari pukul 1;55 ketika nyaris tak ada aktivitas lagi. Apa yang bisa dilakukan? tidur? yak tepat. Kami bersebelas yang berangkat tanggal 25 malam itu memutuskan tidur terlebih dahulu sebelum menyusul kloter 1, dan 2.

Saking tidak mau tidurnya baru satu jam saya terbangun dan pelan-pelan membangunkan teman yang lain. Setelah sholat tahajud saya bersama firman, dan iki berangkat untuk mencari tiket kereta KLIA transit ke Kuala Lumpur yang transit di Putra Jaya agar lebih murah. Ketika 7 menit lagi kereta akan berangkat Pimgi masih belum selesai sholat karena sebelumnya menjaga tas kami. luar biasanya sudah lari-lari rupanya kami salah masuk lift, jadi kami harus naik ekskalator untuk masuk ke stasiun yang tepat berada disisi kanan kami. Begitu kami sampai ekskalator untuk turun ke stasiun terdengar suara kereta yang akan berangkat, dan benar saja itu merupakan kereta yang seharusnya kami naiki.
Pelajaran #1 Jangan telat sedikitpun.


Sampai di Kuala Lumpur ternyata kami harus ke Taman Melati karena ada perubahan jadwal, Pada kesempatan itu kami mengunjungi Komunitas Merah Putih Indonesia dan berdiskusi mengenai banyak hal terutama mengenai nasib WNI di Malaysia. Komunitas Merah Putih Indonesia adalah yayasan yang terdaftar secara resmi di bawah kedutaan Indonesia di Malaysia sebagai organisasi sosial yang aktif dalam memperjuang nasib WNI.

Sayang di hari itu banyak waktu terbuang dalam perjalanan. Pelajaran #2 Perencanaan harus matang dan jangan berubah mendadak-dadak. oleh karenanya beberapa dari kami yang akan pulang lebih cepat memutuskan untuk mengunjung Kuala lumpur larut malam untuk setidaknya mengambil gambar di menara Petronas. alhamdulillah semuanya dapat, semua dari kami menuliskan pesan-pesan untuk keluarga, organisasinya dengan latar belakang menara Petronas. Setelah itu, kami menyempatkan diri makan di Up Town. Malam yang hebat.

Besoknya kami berangkat ke Melaka, disana kami berencana akan bermain angklung dan mengunjungi situs-situs bersejarah. Sekitar jam 17.00 kita sampai di jantung pariwisata kota melaka, wilayah bangunan merahnya. Setelah itu kami menyiapkan diri untuk menampilkan angklung bersama-sama didepan kincir air. Disana kami membawakan dua lagu, namun karena hujan juga yang semakin deras dan waktu yang kian mengkhawatirkan kami menyegerakannya. Alhamdulillah respon dari turis lain juga cukup tinggi, mungkin lain kali kita perlu bawa kota sumbangan itu karena banyak diantara mereka tertarik dan ingin tau lebih jauh soal angklung. dibawah ini ada beberapa foto kami. 







Menjelang maghrib, saya berpisah dengan rombongan yang mulai meninggalkan Melaka melalui jalur Jongker street. Ternyata di jalur Jongker street tersebut banyak sekali pengunjung yang berasal dari berbagai ras terutama didominasi ras asia, disana saya 'seakan-akan' bisa membedakan mana orang Tiongkok, Jepang, Korea, bahkan Thailand. Meskipun sama-sama sipit, terdapat perbedaan yang khas dari mata mereka. Tanpa sadar langkah saya sudah membawa saya sampai ke surau didepan bangunan merah, disana juga terlihat rombongan pelajar dari Jepang yang benar-benar menghabiskan ruang trotoar dengan jumlahnya yang lebih dari 300 orang sambil bernyanyi-nyanyi. Kawai-Kawai.

Waktu sudah agak malam dan saya juga belum sholat maghrib, Bukannya tidak mau meng-qada shalat karena ada kemudahan yang disediakan oleh Allah namun masih ada situasi yang lebih darurat yang lebih pantas kita qada shalatnya seperti menggunakan bis umum atau sedang di pesawat terbang. Mencari mesjid atau surau yang sekelas musholla cukup sulit baik di Kuala Lumpur maupun di Melaya, saya perlu melewati kawasan museum dan taman kota yang sangat rindang yang dipenuhi kendaraan wisata yang diberi lampu terang dan lengkap dengan musiknya. Sebuah menara bernama TamingSari menggoda saya untuk naik, menara tersebut memiliki sebuah bagian oval yang dapat bergerak naik turun dan berputar 360% sesuai dengan harganya yang 20 ringgit.

Setelah puas melihat pemandangan kota Melaka dari bukit ke sungai hingga lautnya dari atas saya berkunjung ke pusat kuliner seafood dan kerajinan tangan. Pertama, saya langsung membeli oleh-oleh gantungan kunci karena khawatir besok akan padat sekali, kemudian saya memesan telor ikan karena banyak pengunjung disana memesan itu juga. Ternyata rasanya enak bahkan saya sampai tambah nasi (seharga RM 3), dan ketika hampir habis setengah saya berfikir ini ikan apa yang crispynya sampai seperti ini dan punya banyak bulatan-bulatan kecil. Ya Allah, rupanya pesanan telor ikan saya itu benar-benar telur ikan. saya fikir itu adalah ikan tenggiri saja karena ada telur asin juga dalam nasi yang disajikan. akhirnya, nafsu makan saya hilang seketika.

Setelah sholat Isya disebuah pusat perbelanjaan saya memutuskan untuk menginap di McD Melaka yang 24 jam karena saya belum sempat memesan hotel dan saya fikir pasti sudah banyak yang 'full booked'. Oleh karena itu, setelah saya memesan kentang goreng dan cola saya langsung mengambil posisi tidur duduk dengan buku dihadapan saya agar terlihat tidak sengaja tertidur. Alhamdulillah saya bisa tidur juga walaupun sesekali Aa tukang bersih-bersihnya mendehem atau mengeraskan suara ketika memberesken meja disamping meja saya. Tapi tak apalah :)


Akhirnya, setelah tidak kuat lagi membohongi diri karena dari pukul 3-4 pagi tidak bisa tidur juga mungkin karena cemas. saya memutuskan untuk mencari mesjid untuk sembahyang tahajud. Sayangnya, setelah berjalan nyaris 1 kilometer saya belum juga menemukan mesjid saya memutuskan untuk pergi ke surau di dekat menara Tamingsari. Itupun di kunci. Apa boleh buat saya gelar alas untuk sholat di depan surau tersebut. Dalam suasana pagi tersebut saya merasakan malam yang tenang, beberapa saung dan bangku taman diisi oleh orang yang kelihatannya punya nasib kurang baik. Aku terus berjalan kembali ke arah bangunan merah untuk menantikan subuh di Surau bangunan merah agar dapat sekaligus mengunjungi Museum-museum yang terkenal disana. Ternyata hasilnya sama, tidak ada adzan di surau itu dan saya tidak tahu ada mesjid di mana lagi. ketika hampir seluruh badan mengiyakan untuk melanjutk
an istirahat, dorongan tekad dan suasana sekitar mendukung saya untuk melangkah. Saat itu, total saya sudah di Malaysia selama 2 hari dan baru tidur maksimal 5 jam. Menurut saya, ini adalah prestasi bagi saya yang memerlukan banyak istirahat.


Setelah dicari-cari saya menemukan Mesjid Keling untuk solat Subuh sekitar pukul 6 di Melaka. Mesjidnya sangat Indah dengan ornamen-ornamen India dan ada Wi-Finya, Wi-Fi bro subhanallah. tapi badan rupanya tidak bisa bohong, saya terlelap hingga pukul 7.30. Langsung saya menuju jalur bangunan merah lagi untuk mengecek informasi museum akan dibuka. Sayangnya Museum-museum tersebut baru dibuka pukul 09.00. Saya mengkhawatirkan diri saya akan ketinggalan jadwal pesawat  dan bakal tambah kesulitan.Kemudian  saya berjalan-jalan untuk mencari sarapan dan pengganjal perut, kebetulan tempatnya dekat dengan museum kapal jadi saya bisa lihat-lihat dulu. Sesudaj itu, saya putuskan untuk melangkah pulang ke Kuala Lumpur International Airport 'KLIA'! Sepanjang perjalanan ini saya sangat mengagumi dengan kehebatan pemerintah Malaysia dalam mengatur transportasi  disana.

Sesudah di Malaysia
Banyak cerita yang mungkin tidak tersampaikan disini, banyak hal yang luar biasa yang saya dapatkan dari Malaysia. tapi hal paling luar biasa adalah kesadaran saya bahwa kalau saja fasilitas transportasi dan fasilitas pendukung pariwisata lainnya diperbaiki Indonesia jauh lebih luar biasa. percayalah kawan :) Dulu, saya punya tekad pulang membawa janji-janji kota 1 dan berhasil membuat taman bacaan. Sekarang saya pulang dengan membawa janji-janji kota jilid II Semoga lebih bermanfaat.

Terima kasih perhatiannya. :)) 

Senin, 29 Desember 2014

Lulus lulus


Berlari dan bersepeda mengajari bahwa hidup ini tidaklah selalu seperti yang kita bayangkan, banyak hal baru yang dapat kita temui di jalan. Selama ini aku hanya tenggelam dalam khayal dan bayang-bayang. Harusnya segera kuakhiri cita-cita membangun kota mandiri itu, tapi cita-cita itu mengekal dalam diri. Pemikiran yang harusnya dimiliki oleh seorang dengan kapasitas Walikota atau pemilik bisnis properti hebat. Kau? mungkin masih bakal calon.

Sekarang ini status ku mahasiswa, aku sulit sekali menyadari hal itu. aku mengakuinya. Padahal itu merupakan satu-satunya amanat orang tua yang pernah ku ingat selama ini selain menjadi anak yang soleh. Di Kuliah maupun Di PPSDMS Ambil bekal secukupnya. Tugas kesini adalah belajar, Lakukan yang terbaik lalu lulus. Totalitas setelah lulus kelak.

Bandung ini cocok sekali dengan Lampung Tengah karena tidak memiliki daerah pantai atau "Landlock", untuk soal perdagangan Lampung Tengah masih bisa diandalkan karena lokasinya yang strategis. Aku ingin mengembangkan Lampung Tengah dengan Properti, Industri, Pendidikan, dan Pariwisata yang baik. Semua itu bisa dipelajari dari Bandung. 

1. Bisnis Pariwisata: Potensinya luar biasa sayang permasalahan dominan di Indonesia dari Infrastruktur dan promosinya, Fokus pada sektor transportasi alternatif, promosi, dan sarana penunjang lainnya. Yang bisa dilakukan di Bandung dalam 2 tahun: Bisnis Souvenir Bandung, dan Jasa Wisata.

2. Bisnis Pendidikan : Kebutuhannya sangat luar biasa sayang kualitasnya masih rendah kalaupun ada biayanya tinggi. Fokus pada penyediaan lembaga pendidikan berorientasi pengembangan kepribadian sesuai potensi yang memiliki kapabilitas baik. Yang bisa dilakukan di Bandung dalam 2 tahun: Buat Comdev Kelas Akhlaq dan Cita-cita.

3. Bidang Properti : Kebutuhan dalam skala nasional sangat potensial, tapi di Bandung perlu pengembangan bangunan vertikal. Yang bisa dilakukan di Bandung dalam 2 tahun: Membuat minimal satu saja rumah susun yang nyaman dengan ruang tamu dan 3 kamar.

4. Bidang Industri : Saya melihat Industri sebagai solusi dan juga ciri khas untuk mengembangkan perekonomian sebuah daerah. Lampung punya potensi dalam sektor agribisnis. Yang bisa dilakukan di Bandung dalam 2 tahun: Pelajari perdagangan internasional dan bangun jaringan kuat untuk merintis Industri di Lampung. Industri pertama Industri dirgantara yang punya standar keselamatan tinggi.

Sekian, tolong di Aamiin kan ya teman-teman. dan apabila ada yang tertarik untuk bekerja sama  atau berjuang bersama? silahkan kirim pesan ke irsyaadyadi@gmail.com. Terima Kasih

Kamis, 18 Desember 2014

[Penting] Menuju Akhir

Mencoba menarik garis tegas menjelang akhir batas periode pencarian bahwa yang perlu dicari adalah seseorang yang memiliki keinginan cita-cita yang hampir sama dimana terasa nyaris tak mungkin menggapainya kecuali berjalan bersama. Kelak kita akan berjuang bersama, menikmati desir-desir perjuangannya.

Sabtu, 13 Desember 2014

Jalan PPSDMS

Rutinitas kegiatan di PPSDMS beserta konsekuensi perjalanan 2 jam dan sedikit waktu istirahat barangkali bukan lagi menjadi hal yang perlu dikeluhkan, rasa cinta yang terbangun karena komitmen membuahkan keikhlasan yang nyata pada akhirnya. akan tetapi ujian tidak akan pernah pernah berakhir, sekarang tinggal bagaimana kita perlu memaksimalkan aktivitas kita dalam setiap detik waktunya. lagipula manajer kami pernah bilang "Jika teman-teman masih merasa kesibukan di luar mengganggu kesibukan di asrama berarti PPSDMS sudah gagal". Jadi, lewat skema aktivitas asrama kami dilatih untuk dapat meningkatkan efektifitas kegiatan dan juga tak lupa tentang poin kontribusinya kepada masyarakat.

PPSDMS Regional 2 Bandung sekarang sudah semakin akrab, pelan-pelan kami saling coba untuk mengerti tanggung jawab satu dengan yang lainnya. juga dengan tetap dalam koridor saling mengingatkan dan berkembang, bukan pula menyerah pada kenyataan di luar dan menjadi diam di asrama. Karena Asrama adalah rumah kita, itu hal yang aku ingat dalam-dalam dari ucapan presiden asrama kedua terpilih, Muaz Almunziri. Semoga dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, menjadi pemacu para calon pemimpin ini untuk segera "menyelesaikan urusan dengan dirinya sendiri" dan membuka diskusi malam yang penuh senyum dan gagasan hebat seperti para pemimpin hebat diluar sana. Pemimpin yang raut mukanya tak menggambarkan kesusahan hati terhadap apa yang dipimpinnya, semuanya akan baik-baik saja dengan kerja keras dan pertolongan Allah S.W.T.  Setidaknya itu sudah diperlihatkan oleh angkatan 6, semoga Angkatan 7 bisa segera menyusul kakak-kakaknya. (Ada video promosi PPSDMS ini buatan angkatan 6)



O iya ada tambahan, selain karena anjuran kang furqon untuk pulang 6 hari dalam seminggu (Respect to System) yang membuat saya memiliki motivasi tambahan adalahketika menyaksikan tayangan-tayangan acara Indonesiaku di Trans 7, dibawah ini ada  dan salah satu tayangan yang paling membuat saya ingin pulang dan melatih diri untuk bisa berkontribusi bagi masyarakat nantinya. karena memang Indonesia kita butuh pemimpin muda, dan kita tidak perlu menjadi tua untuk itu. semoga bermanfaat, dan terima kasih :)

Selasa, 18 November 2014

Ubi Cilembu Bisnis Pertama Kita



Beberapa hari belakangan ini saya, dan Erwin (peserta PPSDMS juga) sering mengamati berbagai peluang bisnis. Sebelumnya, Saya pernah menyusun proposal bisnis "Lemari Buku Custom" namun setelah dikaji lebih jauh pasarnya bukan untuk hari ini (bagus untuk pengembangan anak perusahaan baru). Sebagai seorang mahasiswa yang masih mempunyai tanggung jawab untuk berkuliah dan ditambah lagi PPSDMS memang membuat saya pilih-pilih bisnis apa yang punya waktu senggang dan pendapatan yang tetap. Kemudian saya menemukan peluang bisnis ubi Cilembu cocok untuk dilaksanakan sekarang, dan tetap berpeluang untuk dikembangkan dimasa depan.

Potensi Ubi Cilembu di mata saya
  • Ubi Cilembu mempunyai rasa yang enak dan unik, serta kandungan gizinya baik.
  • Penggemar Ubi Cilembu tersebar di berbagai tempat
  • Komoditas pangan lokal Sumedang dan mudah menjangkau produsen 
  • Potensi Ekspor Internasional yang terbuka lebar (Permintaan terbesar datang dari Jepang, dan Korea, di Singapura bisa dihargai 112.000/porsi)
  • Biaya Modal dibawah 5 juta
  • Komoditas Ubi dapat dijadikan berbagai produk inovatif (Baca lebih lanjut)
  • Belum banyak usaha Ubi Cilembu yang memberikan sentuhan inovasi dari segi desain visual.
  • dan masih banyak lagi (Baca disini)
Meskipun berbicara di bidang perdagangannya secara umum, saya melihat peluang menjadi eksportir dan produsen sebetulnya sangat terbuka lebar. Namun, fakta yang ada produksi ubi cilembu masih perlu "digenjot" lagi. Hal ini yang perlu didiskusikan lagi, Pertimbangan waktu membuat peluang terjun di bisnis ubi cilembu sebagai pedagang lebih masuk akal.
 Rencana Kedepannya.

Cita rasa Ubi Cilembu tidak perlu diragukan lagi, tinggal kita kembangkan tampilan visual Ubi Cilembu agar konsumen lebih tertarik. Target pasar penjualan pertama usaha ini adalah di Jatinangor. Dengan konsumen kelas umur 15-24, Poin penting usaha ini terletak pada pengemasannya yang harus lebih modern ditambah lagi penyajiannya perlu dibuat sedemikian rupa agar konsumen tidak perlu kesulitan lagi membuka kulitnya.


Stand di Jatinangor harus berkonsep Modern Minimalis. Hal ini akan membuat konsumen tertarik dan dapat juga meningkatkan citra komoditas panganan lokal yang memang sudah teruji kualitasnya. Pengunjung tinggal berhenti, lalu bisa dengan mudah mendapatkan produk ini.

Menambahkan nilai lebih pada suatu produk merupakan kewajiban untuk menjadi seorang pengusaha. Semoga dengan kerja keras, gagasan ini bisa jadi monumen gagasan dengan aksi yang sangat dibutuhkan negeri ini. Terima Kasih

Rabu, 12 November 2014

Terakhir

Cinta tidak memaksa
Biar bebannya berat sekali
Cinta tidak meminta
Biar rindunya dalam sekali
Cinta adalah Cinta

Sabtu, 08 November 2014

Nama Sandi

Kawan, Pernahkah kamu merasakan sebuah rindu yang bahkan dirimu tak tahu kepada siapa rindu itu diberikan? Pernahkah kamu merasakan memiliki seseorang yang bahkan orangnya pun tak kau ketahui? atau Pernahkah kalian merasakan tidak pernah berjumpa dengannya, namun dia terasa begitu dekat? Bagaimana pendapatmu kawan?

Mungkin aku kurang memperhatikan pemilik hati yang begitu tulus itu? Sekarang aku di puncak ketenangan juga kebingungan, aku merasakan hadirnya rasa rindu yang teramat sangat nyaman itu namun tak tahu siapakah pemiliknya? Mungkinkah aku yang terlalu jumawa untuk mengakuinya?

Seketika aku teringat, Aku punya Tuhan tempatku menyembah dan meminta.

Cuma ada satu nama, setahun ini cuma satu. satu yang jadi banyak kata sandi, satu sandi yang mungkin berarti bagi masa depan kita. Siapa kamu Cinta?

Kamis, 06 November 2014

Someday

Someday I'll Found that
Someday I'll found the one
Someday im sure by the name of god
i'll found her.

someday for forever
someday from today
allday for someday
i try to find you everyday

someday we met
someday we can learn together
someday for us
someday for live and another

Selasa, 04 November 2014

Jiwa Pemberani bukan Pengecut

Jiwa Pemberani tidak melihat pornografi
Tidak melihatnya sebagai media pelarian
Pornografi adalah penyakit yang ditanamkan
Jiwa Kepengecutan yang harus diobati

Jiwa Pemberani
Menyelesaikan permasalahan dengan keteguhan
Dengan guratan wajah kepuasan pemberani,
Saya berhasil menyelesaikan masalah ini!

Allah menyukai orang-orang yang berani
Orang berani lebih disukai jika  tidak sombong
Allah menyukai orang yang tidak sombong
Orang yang mau mengakui bahwa dia butuh pertolongan-Nya

MY LIFE MY ADVENTURES IN PPSDMS


“Adrenalin tinggi” komentar rio ketika saya memutuskan mendahului sebuah kendaraan melalui pembatas jalur dan berhadapan dengan sebuah truk besar. Tanggapan Rio yang begitu terkejut membuat saya sadar bahwa indikator pertimbangan aman saya ternyata masih kurang aman bagi orang lain. Semua itu karena saat ini saya tinggal di Bandung dan harus pulang pergi Jatinangor-Bandung sekitar 30km dalam satu kali perjalan. Penuh determinisme, perjuangan, dan hal paling utama yaitu tuntutan waktu kegiatan yang nyaris tak masuk akal membuat saya mulai mengerti bahwa tantangan yang akan saya hadapi selama 2 tahun kedepan ini harus dijawab dengan jiwa seorang petualang, My Life My Adventures.

Rabu, 29 Oktober 2014

Transformasi Diri: Ucap dan Sikap

Daripada berbalur dosa bermandikan nista, saya pilih untuk menceritakan saja hal yang menjadi bahan pemikiran saya dan pengalaman dalam beberapa hari kehidupan saya di PPSDMS belakangan ini. Sayangnya niatan itu buyar juga akhirnya, saya terlalu lemah.

Transformasi diri

                Istilah Transformasi atau perubahan dari bentuk awal menuju bentuk berikutnya bisa juga disandingkan dengan perubahan diri dari kondisi awal hingga setelah perubahan tersebut. Sebelum di PPSDMS saya rasa memang cukup sering mendeklarasikan sebuah transformasi, dimulai dengan perbaikan pola belajar dan hal-hal sepele seperti membersihkan kamar tidur. Membereskan kamar tidur mempunyai efek yang luar biasa bagi transformasi diri, meskipun terlihat sederhana ketika kamar tidur rapi akan muncul rasa semangat untuk memulai hari.

                Semenjak di PPSDMS merupakan masa paling cepat saya merubah transformasi diri saya, satu hal yang saya pahami adalah saya harus menyesuaikan diri dengan kondisi di PPSDMS ini. Saya sadar teramat sadar, bahwa ada pengalaman lalu dari pengobatan jangka panjang yang membuat pribadi ini bukanlah Irsyaad yang seutuhnya. Tapi, saya selalu mencoba untuk terus menjadi lebih baik dengan meningkatkan kapasitas diri. Saya pernah melakukan survei menggunakan Damri, Motor, dan Travel untuk mendapatkan transportasi Bandung-Jatinangor yang tepat dengan kegiatan asrama. Saya melakukan semua itu bukan untuk menampilkannya didepan umum, saya sangat merasa termotivasi dengan berbagai kegiatan PPSDMS.

                Di Hari pertama PPSDMS, saya sangat merasa berat untuk bangun shalat malam dikarenakan belum terbiasa. Di hari kedua, setidaknya saya bisa mengikutinya dengan lengkap meski sedikit mengantuk. Di hari ketiga, rasa kantuk itu pun hilang. Sampai hari ini, dalam berbagai kegiatan Asrama saya hampir tidak pernah mengantuk karena saya merasa antusias dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat tsb, Andaikan saya izin untuk beristirahat itu karena saya betul-betul lelah. Saya selalu bertransformasi setelah mengevaluasi diri, salah satunya sekarang yakni dengan tidak lagi menunda-nunda pekerjaan.

Transformasi Ucap

                Sial dan untung tidak bisa ditolak, tapi Islam mengajarkan sebuah versinya sendiri: sesungguhnya orang yang beruntung ataupun berhasil mendapatkan keberhasilan, dan nama baik sesungguhnya hanya karena aibnya ditutup oleh Allah. Lantas layakkah mereka sombong dengan keberhasilan mereka itu? Tentu saja tidak.

                Hari demi hari berlalu tak terasa saya sudah 3 bulan di asrama ini, ada pengalaman pahit yang sering saya coba menjadikan sebuah pelajaran. Sebuah pelajaran dan pengalaman yang sebetulnya sudah sangat lama terjadi, namun saya belum berhasil memecakannya. Permasalahan itu adalah pandangan orang lain terhadap diri kita, saya sendiri tidak mengerti kenapa banyak orang-orang yang terus menerus menyalahkan saya dan itu tidak ditimpakan kepada orang lain – Standar ganda. Di Asrama ini pun sama, saya sering menjadi bulan-bulanan entah karena itu kebodohan saya atau ketidakmengertian mereka, atau karena memang Allah mengujiku dengan tidak menutup aibku.

                Andai catatan ini akan saya baca sendiri, saya ingin berujar mengenai aib-aib orang lain yang ditutupi oleh Allah SWT karena saya menyaksikannya sendiri. Entah apa artinya itu, barangkali ada sebuah pesan dari Allah untuk mengingatkan bahwa tidak layak kita merendahkan orang lain sekalipun jika dia salah. Dan hari ini ujian itu datang lagi, manajer asrama yang luar biasa menegurku karena jaket BEM ku tertinggal dikamarnya, dan ditambah lagu tuduhan segelas teh kotor yang dianggap juga salah saya. Saya sudah meyakinkannya bahwa itu bukan gelas saya tapi tetap saja dia berteguh pendirian, akhirnya saya fikir lebih baik mengalah dan membersihkannya daripada berdebat. Dampak dari kejadian ini sungguh luar biasa, dengan saya pendam kegeraman saya itu akhirnya saya mendekati hal dzalim itu lagi karena tertekan. Telah menjadi kebiasaan saya membuat sebuah hal sebagai bahan pikiran.

                Di lain kesempatan saya pernah diingatkan beribadah dengan cara yang sangat tidak mengenakkan, padahal disisi lain ada teman yang juga lebih perlu diingatkan namun seakan-akan berat sebelah. Lalu apa yang saya lakukan? Saya mengevaluasi diri lagi, saya memusahabahkan diri saya lagi bukan menyalahkan sistem. Perlu digaris bawahi Ini bukan tentang manajer. Kemudian saya menyimpulkan mungkin ucapan saya sering tidak mengenakkan hati orang lain hingga akhirnya itu berbalik kepada diri saya sendiri, dan akhirnya saya pilih untuk tidak banyak berbicara lagi.

Transformasi Sikap

                Tidak banyak bicara lagi, Apakah sama dengan menjadi pemurung? Ternyata jika kita lihat lagi pengalaman masa lalu, sikap pemurung itu sangat-sangat merepotkan. Didepan mata kita yang kita lihat hanyalah sorot mata yang tidak bersahabat, seakan-akan mengintai dan berkata “apaan sih ini orang?”. Andai saja semua orang dilahirkan sama kawan, pasti kita tidak akan punya masalah yang terlalu berarti kecuali membedakan orang ini dengan orang itu. Beruntung, Di dunia ini sangat banyak orang yang memiliki ketidaksempurnaan namun dapat terus bertahan hidup dan berbahagia.

                Permasalahan saya kawan kekurangan itu persis ada didepan saya, terngiang dikepala saya, dan tercermin dalam ekspresi orang yang berbicara dengan saya. Setahu saya Irsyaad itu adalah orang yang pemberani atau lebih tepatnya nekad, penuh ide, dan behati tulus tapi sayang itu tak mudah tampak dari luar dan condong mengundang pandangan negatif orang lain. Demi Allah saya bukan kesal ataupun marah kepada kalian, saya justru merasa malu kepada fisik saya sendiri. meskipun pada akhirnya saya tahu jiwa dan fisik itu merupakan satu bagian, yang dapat dibangkitkan ketika padang masyar dibuka sebagaimana dalam ayat-Nya.

                Mungkin karena itu juga saya menjadi sering tidak dapat menahan emosi, dan lagi-lagi itu hanya akan menimbukan masalah yang lebih besar yang akan menyulitkan kehidupan saya dalam rangka mencari bekal untuk di Akhirat. Maka saya akan mencoba tersenyum sebaik mungkin dan bersikap setepat mungkin. Biarlah sebuah senyuman yang mengiris hati itu menjadi bukti bahwa aku sungguh bersyukur atas rahmatnya dan berharap mendapatkan ridhonya di akherat nanti. Harapan saya satu, semoga teman-teman bisa mendukung manusia yang ingin memperbaiki diri ini. Jangan memakinya telebih dahulu. Terima Kasih kawan.


Selamat tinggal Irsyaad yang lalu, kita akan segera bertransformasi lagi!

Sabtu, 18 Oktober 2014

Kala Agama Mulai Ditinggal-tanggalkan

Pertengkaran dalam Keluarga, perampokkan besar-besaran yang terjadi di lembaga kenegaraan, perampokkan yang terjadi di pinggir jalan, termasuk juga perampokkan dari sebuah kewajiban untuk berbagi harta kepada orang fakir miskin, lalu penganiyaan manusia terhadap manusia lain yang disebabkan perebutan kekuasaan., atau pengkhianatan saudara kepada saudaranya sendiri karena motif perebutan harta, serta perzinaan yang makin kesini dirasa makin memprihatinkan. Manusia menjadi lupa karena Hawa Nafsu ; Wanita memperdaya Pria, Pria Meperdaya Wanita. Semuanya saling memperdaya, apakah ini pertanda Agama sudah mulai mereka tinggalkan atau bahkan sudah di tanggalkan? 
Agama Islam untuk seluruh alam, agama yang nilai tauhidnya nihil pertanyaan. Allah S.W.T menurunkan manusia sebagai khalifah dibumi, Disempurnakan-Nya melalui Nabi Muhammad untuk memperbaiki Akhlak manusia. Mengapa sekarang semuanya menjadi seperti ini? sistem pendidikan agama kita perlu di evaluasi. karena hakekatnya agama islam adalah petunjuk dari Tuhan semesta alam. Maka, kita mempelajarinya lagi. Allah S.W.T berfirman:

أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Az-Zumar: 23)

Berangkat dari berbagai diskusi bersama teman serta membaca referensi yang tersedia, dapat diketahui bahwa kita baru memahami nilai-nilai agama dalam jumlah yang minim. Ibadah shalat kita masih perlu dipertanyakan kesempurnaannya, apakah kita menghayati betul arti bacaan shalat kita? barangkali itulah satu hal utama yang membuat segalanya kacau seperti sekarang. Mengingat Rasulullah Saw sangat mewanti-wanti umat Islam untuk tidak terjebak pada tindakan ekstremisme (at-tatharuf al-diniy), berlebihan (ghuluw), berpaham sempit (dhayyiq), kaku (tanathu’/rigid), dan keras (tasyaddud).
Tulisan ini juga menjadi media pengingat bagi penulis dan pembaca. Kemungkinan bahwa Agama mulia ini akan ditinggalkan oleh sebagian besar umatnya adalah selalu ada, maka untuk itu kita perlu untuk saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Kala agama mulai ditinggal-tanggalkan, yang aku inginkan adalah dapat bisa bersama sahabat-sahabatku yang beriman, bersama pengingat hati yang menguatkan, serta bersama keluarga yang menenangkanku, dan tetap bersama agama ini sampai akhir hayat nanti. Semoga kita bersama kawan, Aamiin

Rabu, 15 Oktober 2014

Waktunya mewujudkan!


Rasa-rasanya saya tahu mengapa kehidupan saya belakangan tidak bersemangat, alhamdulilllah dalam sesi dialog bersama kang wildan (pres kema unpad 2013) saya mengamati bahwa saya hampir kehilangan cita-cita setelah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan upaya menempuh studi perencanaan wilayah dan tata kota. terkatung-katung dalam beberapa perkuliahan yang perlu ditanyakan kejelasannya,  saya semakin tidak termotivasi.

Permasalahan tersebut saya cermati mencapai puncaknya pada satu minggu belakangan ini, akhirnya saya mencoba untuk menggambarkan akan menjadi seperti bagaimana kelak.

Enggak harus langsung bangun kota.

Sebuah pemahaman yang alhamdulillah saya bisa capai di waktu itu juga, saya ikhlas dan bersyukur tidak masuk perencanaan wilayah kota, dan bersegeralah saya mencoba mencari gambar seperti apa yang saya mau. kemudian, saya temui sangat senang  berlama-lama di masjid untuk membaca al-quran (terutama di mesjid yg suasananya nyaman), dan referensi lainnnya atau sekedar beristirahat. ada kenikmatannya tersendiri yang saya bisa dapatkan. selain itu, saya juga senang mempelajari hal-hal baru dari berbagai buku untuk menjawab permasalahan diri saya sendiri maupun masalah sosial yang sedang terjadi. berangkat dari situ, saya bertekad memiliki sebuah meja kerja, dan lemari buku untuk menemani saya merumuskan berbagai solusi dan langkah kerja. terakhir, saya sangat amat senang dan bahagia bila dapat membantu orang lain, akan tetapi memang saya lebih suka aktivitas sosial yang efektif dan  efisien, sehingga sampai saat ini masih sering pilih-pilih.

Masjid, MejaKerja+buku, dan Lingkungan

Masji, Kantor, dan Lingkungan. Menjadi pemilik perusahaan atau bukan sudah tidak lagi menjadi masalah bagi saya, saya fikir ketika kita bersaing mengejar harta meskipun tujuannya akhirat bahayanya kita bisa lupa. simpel saja, selama pekerjaan itu tidak menghambat aktivitas saya di Masjid, MejaKerja+buku, dan Lingkungan saya akan pertimbangkan untuk mengambilnya. dengan begitu ini berarti memastikan bahwa saya memerlukan pekerjaan atau membuat pekerjaan yang waktu kerjanya tidak boleh lebih dari 8 jam, lalu biarlah kita berprestasi disana. tapi saya berjanji tidak akan cepat puas.

Memahami Indonesia dan menyelaminya hingga kedasar

Meskipun menjadi anak HI yang notabenenya harus keluar negeri, saya justru tertarik dengan urusan dalam negeri. bagi saya keinginan tersebut selalu ada, mengendarai kendara vw combi bersama-sama meninjau masih adakah kearifah lokal di negeri kaya gemah ripah loh jinawi gambaran zamrud khatulistiwa ini terancam tertinggal dan hancur jika tidak segera diperbaiki. menyelaminya, kemudian menuliskannya, saya fikir hal tersebut akan menjadi satu bagian indah dalam kehidupan saya, dan akan menarik untuk membagi ceritanya di negeri surga sana.

Mengawali semuanya dengan membangun sekolah dengan tagline sekolah akhlaq dan cita-cita insyaallah akan saya perjuangkan dalam waktu kurang dari 5 tahun lagi, menerapkan aplikasi potensi bakat peserta didik melalui serangkain tes, diharapkan peserta didik dapat menemukan cita-cita sejatinya semenjak smp, dan fokus mengembangkannya pada tahap awal di SMA, serta memberikan contoh luhur bagaimana seorang islam menjaga akhlaknya secara praktikal. kemudian membangun kampus bertagline kampus akhlaq dan cita-cita untuk persiapan akhir menuju tahapan kehidupan berikutnya. mempertajam kajian ilmu, meningkatkan kapasitas organisasi, dan penelitian, serta pengabdian masyarakat. SDM diakui sebagai masalah utama negeri ini, dan diharapkan kampus ini dapat menjadi harapan bagi perbaikannya.

Membangun kota yang baik, yang mengintegerasikan nilai-nilai profesionalisme, dan kepekaan sosial diharapkan bisa menjadi bukti nyata untuk menunjukan bahwa islam memberikan ajaran mulia. tidak sebagaimana yang salama ini dituduhkan oleh berbagai pihak.

kesemua hal ini akhirnya sudah dituliskan, kini waktunya mewujudkan!